Pada akhirnya WordPress for BlackBerry pun dimutakhirkan!

Setelah menunggu sekian lama, akhirnya ia pun termutakhirkan juga. Yeee!

NB.
Kuposting ini via email. Entah mengapa versi terbaru WordPress for BlackBerry ini masih memiliki penyakit yang sama yaitu susah bernapas, eh, susah mengunggah melalui Indosat for BlackBerry yang saluran pernapasannya terbatas. Siyal! Apakah dengan memakai layanan yang harganya sedikit lebih mahal maka Indosat for BlackBerry akan membuka ruang yang lebih lengang?

Dunia Hitam Putih

Dunia itu bukan hitam dan putih semata. Ada pula hal-hal kuning kecokelatan, if you know what I mean.

Aku ingin mengatakan ini kepada segenap kawanku bahwasanya keabu-abuanlah yang terlihat di mata seekor anjing.

TKP A

Malam ‘lah tiba. Sang istri menata hidangan makan malam untuk suami di meja makan.

“Bagaimana, apakah enak masakanku?” tanya sang istri.

“Hmmm…” suami menjawab dengan bergumam dan tersenyum lantas menyantap segala yang ada di hadapannya dengan lahap dan segera.

Dalam hati suami berkata, “Maafkanlah aku, duhai istriku tercinta kedua. Aku tidak ingin menyakiti hatimu dengan berterus terang mengenai rasa masakanmu. Sungguh lidah dan perut ini sudah mendapatkan hukuman atas ketidakterusteranganku.” Lanjut membaca

Ide Lagi

Dari sekian banyak ide yang bergentayangan di hari ini, ide inilah satu-satunya yang dapat kuingat untuk lantas kudokumentasikan di sini.

Ada dari kalian yang ingin tahu?

Adalah sebuah nama, atau merek dagang, atau apapun, apabila berbisnis martabak manis atau terang bulan, namakanlah dengan “MARTABAK BANGSA”. Niscaya ia akan tenar setenar martabak bangka sekaligus mengangkat harkat bangsa kita di mata dunia kuliner.

Sekian.

Kutipan Pekan Ini: Jembatan

Alangkah lebih mulia lagi menjadi jembatan gantung. Dengan keberadaannya, dua sisi yang berseberangan dapat dihubungkan dengan tidak menutup kemungkinan buat kapal yang ingin melintas.

Kalau begitu, alangkah lebih mulia lagi menjadi baling-baling bambu. Kan begitu?

Sawo

Kalian tahu apa nama buah yang kupegang ini?

Sawo kecik namanya, Saudara. Setidaknya itulah yang orang-orang beri tahukan kepadaku. Di kantorku setidaknya ada dua pohon sawo kecik. Baru tahu aku hari ini.

Rasanya bagaimana? Enak, manis, mirip sekali dengan sawo yang biasa.

Kan kalian sudah pernah mencobanya?