Begitu dihadapi, ketakutan menepi.—
Prie Gs (@Prie_GS) January 28, 2012
Begitulah kata Prie GS, “Begitu dihadapi, ketakutan menepi.” Begitu pula yang kupikirkan, Saudara, saat kegelapan datang menghantui.
Ketika kegelapan datang menyergap, yang kurasakan pertama kali adalah hilangnya cahaya. Sudah pasti akan berlaku demikian, karena yang namanya gelap adalah ketidakhadiran cahaya. Kan begitu?
Saat kegelapan tiba itulah saat ketakutan menyelimuti. Aku bisa apa kalau sudah begitu? Hanya dengan kunikmati ketakutan itulah aku bisa bertahan, setidaknya untuk tidak pingsan tak sadarkan diri. Kemudian apa yang terjadi? Ya seperti apa yang dikatakan Prie GS tadi, ketakutan dengan sendirinya menepi.


