Sisi Kelam HIV

//Serem banget judulnya…. Hi…!//

Penulis di sini tidak ingin membicarakan masalah HIV (Human Immunodeficiency Virus) penyebab AIDS (Acquired Immunodeficiency Syndrome) itu. Tapi penulis ingin membahas dampak-dampak negatif yang bisa ditimbulkan apabila kita ber-HIV (ber-Hasrat Ingin Vivis) alias kebelet kencing. Tentunya ini berdasarkan hasil studi empiris yang telah penulis lakukan selama lebih-kurang 5 tahun belakangan ini yang tentunya sangat jauh dari ilmiah. //Halah, bilang aja berdasarkan pengalaman pribadi!//

Seperti kita ketahui bersama //halah, lo aje kali yang tau!// ber-HIV itu tidak mengenakkan. Terasa penuh seperti banjir di bagian tubuh bagian bawah ke atas sedikit. Rasanya seperti ada sesuatu yang belum kita tunaikan. Dan memang benar, kita belum menunaikan apa yang disebut orang-orang dengan p.i.p.i.s. (baca: memancarkan memancurkan urine).

Nah, berdasarkan hasil riset termodern dari fakta-fakta yang ditemukan di lapangan //lapangan yang suka buat kencing anj.ng, ya?// didapatkan hipotesis-hipotesis sebagai berikut: //Halah, bahasanya ngaco!//

(PERTAMA)
Bahwa sesungguhnya ber-HIV itu sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

(KEDUA)
Bahwa sesungguhnya menyalurkan HIV adalah hak segala bangsa. Dan oleh sebab itu, maka penahanan atas penyaluran HIV harus dihapuskan di atas dunia karena tidak sesuai dengan KESIMPULAN PERTAMA.

(KETIGA)
Bahwa apabila kita melakukan penahanan terhadap penyaluran HIV, emosi kita sadar atau tidak sadar menjadi tidak terkendali. Dan seringkali, emosi yang bersifat amarah menjadi semakin liar.

Bunyi Klausul Ketiga //Klausul? Kek pasal-pasal dalam perjanjian aja…// tersebut memang telah dibuktikan sendiri melalui percobaan yang dilakukan terhadap kelinci dan tikus laboratorium. Kedua makhluk tersebut mula-mula diperbesar kadar HIV-nya dengan cara seperti yang dilakukan kepada sapi yang akan dijadikan sapi gelonggongan. Kemudian setelah beberapa lama, ketika kadar HIV tersebut telah melampaui ambang batas normal, saluran kencing mereka dihambat sehingga terjadi penahanan terhadap penyaluran HIV. Setelah beberapa lama didiamkan, ternyata tensi kedua makhluk tersebut terdeteksi mengalami kenaikan secara drastis sebesar 152%.

Nah, dari bukti ilmiah tersebut diketahui bahwa apabila kita melakukan penahanan terhadap penyaluran HIV kita akan menjadi semakin sensitif seakan sedang menjalani PMS (Pre-Menstruation Syndrome). Tersenggol sedikit saja langsung amarah memuncak dan meledak-ledak; tidak sabaran.

Kesimpulan lain yang didapat dari hasil riset di atas adalah bahwa apabila penyaluran HIV kita ditahan secara sengaja ataupun tidak sengaja, terjadi sindrom paralisis ketika kita tidur. Apabila kita tidur sewaktu HIV kita memuncak, atau apabila setelah tidur kadar HIV kita menjadi memuncak, ada kemungkinan tiga banding empat setengah kita akan mengalami mimpi yang aneh //kalau tidak dapat dikatakan mimpi yang buruk//.

Dan itu telah penulis buktikan sendiri. Karena awalnya penulis tidak mempercayai hasil penelitian terhadap studi ini, penulis memaksakan diri untuk menggantikan kelinci dan tikus laboratorium. Setelah diuji dengan berbagai macam tes, terbuktilah bahwa hasil penelitian tersebut benar adanya. Tingkat amarah penulis menjadi meningkat sewaktu percobaan dilakukan. Kesabaran penulis juga menjadi semakin berkurang dengan dibentaknya si Bos sewaktu melakukan pemerintahan terhadap diri penulis. (TT) Puncak kelabilan emosi penulis pun terjadi tatkala ketika sedang tertidur sementara kadar HIV-nya semakin bertambah, penulis bermimpi sesuatu yang sangat aneh. Sungguh terlampau aneh untuk diceritakan.

Berdasarkan penelitian dan percobaan di atas, terdapat beberapa kesimpulan mengenai penyebab bertambahnya kadar HIV. Kita lebih sering atau lebih berpotensi untuk terjangkiti HIV apabila terdapat kondisi-kondisi:

(SATU)
Minum banyak cairan yang bernama kopi atau teh, yang masih anget pula. //Dah pada tau kan dampak negatif kopi atau teh terhadap tingkat “kebeseran” kita?//

Nah, seringkali sewaktu bekerja, dengan alasan menghilangkan rasa kantuk atau untuk bisa rileks, kita minum kopi atau teh untuk mengembalikan daya konsentrasi. Seringkali hal ini menjadi suatu “salah strategi” di mana konsentrasi kita malah bisa menjadi semakin buyar. Gimana tidak, ditambah dengan suhu ruangan tempat kita bekerja yang dingin //Khusus bagi yang berkantor di ruangan full-AC. Yang tidak ada AC, maap-maap aje ye jadi pengecualian…// minum kopi atawa teh bisa menambah derasnya aliran urine dalam ureter tubuh kita yang bermuara di kandung kemih. //Busyet, panjang banget ini kalimat. Penulis sok bisa biologi aja, nih.//

(DUA)
Banyak minum air putih pada saat hari sedang hujan.

Dengan banyak minum air putih ketika hujan ditambah kita tidak melakukan hal-hal yang memperlancar keluarnya butiran-butiran peluh dari pori-pori kulit semisal olahraga, air yang terserap ke tubuh kita tidak tercecer di tiap-tiap pori-pori kulit kita melainkan langsung diteruskan ke saluran ureter yang bermuarai di kandung kemih untuk kemudian dialirkan melalui saluran uretra ke luar tubuh. //Halah! Bahasa pejabat!//

(TIGA)
//Sepertinya ini khusus bagi laki-laki….// Menonton film yang memperlihatkan gambar-gambar tanpa busana semisal National Geographic atau Wild World.

Tidak hanya berpatokan pada film, tayangan-tayangan lain yang serupa bisa juga mengakibatkan efek yang serupa. Apalagi apabila dilakukan secara LIVE SHOW.

Demikian pemaparan dari penulis mengenai dampak negatif HIV apabila tidak segera disalurkan. Pernyataan terakhir yang dapat penulis sampaikan adalah pepatah “Janganlah selalu menunda-nunda pekerjaan” itu ternyata terbukti benar dalam kasus penundaan penyaluran HIV ini. Selamat mencoba! //Ye…. Apanya yang perlu dicoba?? Dudul!//

//Maap beribu maap. Bahasa yang penulis gunakan dalam tulisan di atas secara tidak tak sengaja menjadi berbelit-belit dan tidak keruan sehingga mengganggu pandangan saudara-saudara sekalian. Mohon maap apabila terjadi ketidakterimaan ataupun ketidakberkenaan di hati saudara-saudara. Mohon maap pula apabila tulisan ini menyebabkan kanker, impotensi, serangan jantung, dan gangguan kehamilan dan janin. Have fun & peace!//

3 Tanggapan to this post.

  1. klo HIV sebelum tidur, paling ngeri klo mimpi kebelet dan nemu toilet,,,
    gw amat sangat berharap ga akan nemu toilet di dalam mimpi…
    karna,,,,, mimpi kadang bisa jadi kenyataan,
    hahahahaha

    Balas

  2. #irrrr
    ga juga, irrrr. aku pernah tuh, mimpi kebelet pipis. mo dikeluarin susah banget. trus akhirnya berhasil keluar. aku langsung bangun. eh, ga kejadian tuh. ga kejadian ngompol beneran. kan kata temen2 yang pernah ngalami kek gitu kan kalo mimpi ngompol nanti kenyataannya ngompol juga. nyatanya bagiku tidak. baru beberapa hari yang lalu aku ngalami itu soalnya. masih inget bener.

    (^_^)v

    Balas

  3. [...] yang telah kuceritakan pada zaman baheula di blog ini, bahwa menahan kencing dapat membuat tingkat amarah menjadi semakin tinggi. Daya tahan [...]

    Balas

Tanggapi posting ini