Perpisahan vs Reunian

Agenda I

Hari/tanggal: Sabtu, 19 April 2008
Waktu: 08.30 s.d. 14.00
Acara: Perpisahan teman-teman seangkatan
Tempat: Gedung B Kampus STAN

Sabtu kemarin kembali aku ke Bintaro. Kali ini datang lebih pagi dari biasa, guna menghadiri acara yang diadakan teman-teman seangkatan. Ya, sebuah acara perpisahan.

Setiap pertemuan pasti akan ada perpisahan. Begitulah Allâh menjadikan segalanya berpasangan. Sebuah Sunnatullâh. Namun semoga perpisahan ini hanyalah perpisahan fisik semata, wahai kawan. Semoga hati-hati kita akan senantiasa bertaut dalam indahnya jalinan silaturahim yang dibarakahi Allâh. Âmîn.

Sekitar tiga setengah tahun yang lalu kami dikumpulkan oleh Allâh dalam sebuah ikatan. Sebuah angkatan mahasiswa STAN spesialisasi Kebendaharaan Negara. Kini masing-masing dari kami telah memasuki jalan hidup kami masing-masing. Takdir telah membuat kami tercerai. Yang penempatan Departemen Keuangan sebagian besar ada di Jakarta. Yang ditempatkan di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian semua di Jakarta. Yang penempatan BPKP nantinya akan banyak yang di luar Jakarta. Begitu pula yang penempatan BPK. Menyebar di seluruh penjuru nusantara.

Selamat jalan wahai kawan-kawan
Meski fisik tak lagi bertemu, hati kita tetaplah terus berhubungan
Kepada kalian aku ingin berpesan
Tetaplah jaga idealisme dan objektivitas kalian
Berusahalah menjadi penjaga keuangan negara teladan
Oleh rakyat kalian sangatlah dibutuhkan
//Semoga ketika bertemu, kita bisa makan-makan ^^//

Agenda II

Hari/tanggal: Ahad, 20 April 2008
Waktu: 06.30 s.d. selesai
Acara: Pembubaran Reunian Panitia NAC 2007
Tempat: Taman CD Kampus STAN

Ahad kemarin kembali ke kampus setelah malamnya menginap di tempat kawan. Ya, bertemu para panitia NAC 2007 yang imut-imut //dan sebagian amit-amit// itu. Baru datang di tempat mereka berkumpul, langsung didaulat menjadi instruktur senam. Ya sudah, kupimpin mereka melakukan senam. Senam apalagi kalau bukan senam ala kopassus yang sudah “kupelajari” Jumat kemarinnya. //Rasain dah lo! Hehe….//

Senam pun usai //meski sebenarnya belum selesai//. Kami melanjutkan berolahraga dengan berlari mengelilingi kompleks kampus. Busyet! Tak sanggup diriku. //Yah, aku paling nggak kuat lari. Jumatnya dah lari, Ahad disuruh lari juga. Cape deh….//

Usai lari kami main bola //futsal, ding//. 5 on 5. Aku yang tak mahir mengolah bola ini hanya jadi tembok pemantul bagi kawan setim maupun tembok penghalang bagi lawan. Ya, meski tak sepenuhnya aku berhasil menjadi keduanya. Hehe. Tapi biar bagaimanapun, aku berhasil mencetak gol pertama bagi tim kami. Gol yang juga merupakan setengah jumlah gol yang kami peroleh. //Hehe, bisa juga aku membuat gol. ^^// Pertandingan berakhir. 3-2. Tim kami kalah. //TT//

Kemudian acara dilanjutkan dengan makan bubur bersama. Ye, makan-makan…. ^_^)v
“Bang, kasih ketannya yang banyak, ya,” pesanku kepada abang penjual bubur kacang ijo yang dagangannya semua telah kami borong. Lumayan, setelah berkeringat perut diisi bubur. Nyam nyam.

Sembari makan-makan, kami membuka forum. “Ini bukanlah pembubaran, namun reunian //temu kangen//. Semoga keluarga NAC 2007 takkan pernah bubar,” kata sang korlak yang diamini oleh yang lain. Beberapa panitia NAC 2007 yang juga menjadi panitia NAC 2008 diminta menguraikan berbagai permasalahan yang sedang dihadapi panitia NAC 2008. Mungkin bisa dibantu penyelesaiannya. Mereka pun mulai menjelaskan permasalahan-permasalahannya. Mulai dari masalah dana, asrama yang tidak bisa dipinjam lagi, hingga masalah juri yang belum didapatkan. Yah, ternyata kompleks juga permasalahannya.

Terakhir, tibalah saat yang paling dinanti-nanti. Pembagian jaket! Ye…! Akhirnya jaket tersebut dibagikan juga. Jaket panitia NAC 2007. Ya, jaket yang kudesain. Meski hasil akhirnya tidak sepenuhnya sesuai dengan desain yang kubuat. Yah, lumayan. Banyak pujian. //Sewaktu mau pulang, ada ibu-ibu yang bilang, “Wah, jaketnya cakep.” Kujawab, “Oh, makasih, Bu.” meski di dalam hati berkata, “Yah, bilang orangnya cakep juga dong, Bu.”// Alhamdulillâh.

Berkumpul kembali dengan mereka, entah mengapa, memunculkan sisi diriku yang lain. Sisi diriku yang lebih humoris, fresh, terbuka, perayu dan penggoda para gadis //terutama si gadis ^^//. Namun dengan begitu aku merasa bahagia. Bahagia sekali. Memang kepanitiaan NAC 2007 adalah yang paling solid dibandingkan kepanitiaan-kepanitiaan lain yang pernah kuikuti. Sebuah kepanitiaan yang abadi, semoga.

Telah hampir dua tahun kami bersama. Yah, kepanitiaan yang benar-benar lama. Bahkan sampai sekarang pun LPJ belum juga selesai dibuat. Hehe. Yang semangat, De!

(^_^)v

6 Tanggapan to this post.

  1. Posted by nh on 21 April 2008 at 15:46

    Sayang sekali, kenapa game “soulmate” yang pertama kamu ga ikutan. Padahal pasti seru tuh…

    Kalo tt NAC, no comment yè… soalè aku ga ngerti acaranè.
    Gimana kalo kamu up-load aja desain jaketnya, biar yang laen ikutan liat?!

    Balas

  2. #mbak nh
    loh, kan aku ikutan…. ga ngeliat, ya??

    (^_^)v

    sebenernya mo aku foto jaketnya. cuman besok aja, dah. InsyaAllâh.

    Balas

  3. Posted by fairuzdarin on 22 April 2008 at 10:08

    Kemarin kok ga menang pas ikutan game soulmate?
    Kurang “soulmate” kali ya?
    Atau grogi karena diliatin cewek2 anggaran yang cantik2?

    Balas

  4. #mbak fairuz
    ga penting game itu. ga cocok buat kami! ga ilmiah!

    aku kan ga mo menjatuhkan diri karena aku percaya bahwa si Gendut ga bakal nangkap aku. eh, malah ga boleh ama panitianya. jadi sebenernya game itu buat nguji apaan?? bener2 ga ilmiah!!

    (^_^)v

    Balas

  5. [...] busway, jakarta, metromini, pulogadung, rawamangun, tidur pada 11:22 oleh Farijs van Java Setelah reunian itu kusegera pulang, kembali ke Rawamangun. Memakai rute yang biasa. Naik angkot C05, menyambung pakai [...]

    Balas

  6. [...] busway, jakarta, metromini, pulogadung, rawamangun, tidur pada 11:22 oleh Farijs van Java Setelah reunian itu kusegera pulang, kembali ke Rawamangun. Memakai rute yang biasa. Naik angkot C05, menyambung pakai [...]

    Balas

Respond to this post