04.30.08
Intensitas Keingintahuan vs Konsentrasi
Masih ingat betul aku akan apa yang dikatakan oleh Tanadi Santoso dalam sebuah acara radio sewaktu zaman-zaman kuliah. Waktu itu sang pakar bisnis tersebut mengatakan bahwa untuk memahami sesuatu tak perlu banyak waktu. Yang lebih penting adalah seberapa besar intensitas keingintahuan kita akan sesuatu tersebut. Apabila rasa keingintahuan kita besar akan sesuatu, kita tidak akan terpengaruh oleh ributnya suasana di sekitar kita. Kita akan tetap terfokus pada sesuatu tersebut.
Jadi misalkan kita sangat menggemari fisika. Tingkat keingintahuan kita akan fisika sedemikian besar. Sewaktu kita belajar mata pelajaran fisika, kita akan tetap bisa berkonsentrasi meski tetangga sebelah menyelenggarakan konser dangdut sekalipun. Itu teorinya. Praktiknya?
Sejalan dengan teori, praktikku begitu. Seringnya, tidak selalu. Karena dalam praktiknya aku sangat susah untuk berkonsentrasi. Dulu, sewaktu masih SMA, adikku menangis keras sekalipun, aku masih bisa konsentrasi belajar fisika. Tak terpengaruh. Memang kalau intensitas keingintahuan kita sedemikian tinggi, otak kita akan terstimulasi untuk fokus hanya pada satu bidang, tidak yang lain. Demikian kata salah seorang guruku dulu. Yah, otak manusia memang sungguh kompleks.
Sekarang, aku tak seperti dulu. Meski intensitas keingintahuanku tinggi, aku tak gampang berkonsentrasi. Sewaktu baca buku yang aku minati //baru saja kubeli buku “berat” Sabtu kemarin//, sementara konser dangdut sedang berlangsung di kamar sebelah, aku tak bergeming. Harus baca berulang-ulang baru kemudian aku mengerti apa yang dimaksudkan si penulis buku tersebut. Yah, kok malah buang waktu, ya?
Begitu juga dengan tidur. Meski intensitas kengantukanku tinggi, kalau masih ada suara bising dari kamar sebelah, susah sekali aku tidur. Tampaknya salah seorang Mbakku juga begitu tadi malam.
Fa, aku dah ngantuk berat, tp g bs tdur gr2 ada dangdut! Ttanggaku ada yg pnya hajat, rame bgt, ada dangdutny. Kok jd ktlran Faris gni, sih.
![]()
Sender:
Indah Permata (nama samaran)
+628xxxxxxxxxxSent:
29-Apr-2008
21:18:36
Tapi lagi, aku sekarang sudah mulai biasa dengan konser dangdut di kamar sebelah itu. Aku bisa dengan tenang tidur meski pinggulku terus bergoyang. //Walah, berlebihan!//
Jadi sebenarnya esensi postingan ini apa? Di mana letak pentingnya? Yah, aku juga tak tahu. Terserah saudara-saudara menyikapinya. Hoho….
(^_^)v

hanggadamai berkata,
30 April 2008 pada 9:37
goyang terus
Farijs van Java berkata,
30 April 2008 pada 9:40
#hangga
ayo mang, tareeeeek…
(^_^)v
fairuzdarin berkata,
30 April 2008 pada 13:43
Aku tahu dimana letak pentingnya, tapi tidak akan kukatakan. Biar dia menjadi misteri… (halah…
Farijs van Java berkata,
30 April 2008 pada 13:45
#mbak fairuz
yah, palingan ga tau. sok doang. hehe….
(^_^)v