Cobaan

Berikut ini adalah ilmu yang dapat kuambil dari khutbah Jumat tadi. Seingatku saja. Maklum, sembari menguap. Hehe….

155

“Dan sungguh pasti akan Kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar.” <QS Al-Baqarah (2): 155>

Kata lanabluwannakum menurut Quraysy Syihab diartikan dengan “sungguh pasti akan”. Jadi Allâh benar-benar akan memberi cobaan kepada kita. Cobaan tidak akan terlepas dari manusia.

Bisyay-in atau “sedikit” di sini berarti bahwa ketakutan, kelaparan, dan kekurangan (segala macam cobaan atau musibah di dunia) bagi Allâh hanyalah sedikit atau berkadar kecil meski kita, manusia, menanggap bahwa cobaan tersebut adalah berat. Ingatlah bahwa boleh jadi manusia membenci sesuatu namun sebenarnya itu baik baginya. Dan boleh jadi manusia menyukai sesuatu padahal sesuatu tersebut buruk baginya.

“Sedikit” ini juga berarti bahwa dibandingkan dengan apa akan yang Allâh berikan kepada orang-orang yang sabar menghadapi cobaan tersebut, cobaan itu tidaklah seberapa. Rasulullâh Muhammad SAW pernah bersabda bahwa apabila seorang mukmin terkena duri saja, maka Allâh akan menggugurkan dosa-dosanya seperti gugurnya dedaunan dari pohon di musim kering. Nah, jadi apabila kita bersabar kita pasti akan mendapatkan keuntungan dari adanya cobaan tersebut. Percayalah.

Seorang ahli //lupa aku// pernah mengatakan bahwa cara terbaik menyelesaikan suatu masalah atau musibah adalah dengan mengatasi masalah itu. Dan Islam, melalui Quran, berulang kali menganjurkan untuk selalu beraksi, beraksi, dan beraksi. ‘Amal. Beramallah secara nyata dalam mengatasi masalah yang sedang kita hadapi. Jangan berkeluh kesah. Berkeluh kesah tiada gunanya. Beraksinyatalah!

156

“(yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: ‘Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun’ ” <QS Al-Baqarah (2): 156>

Innâ lillâhi wa innâ ilayhi râji’ûn. Sesungguhnya kami adalah milik Allâh dan kepada-Nya-lah kami kembali. Bersabar adalah kuncinya. Apabila ditimpa musibah, kembalikan semuanya kepada Allâh. Bersabarlah. Sesungguhnya Allâh bersama orang-orang yang sabar. “Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalât sebagai penolongmu. Sesungguhnya Allâh beserta orang-orang yang sabar.” <QS Al-Baqarah (2): 153>

5

“Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” <QS Alam Nasyrah (94): 5>

Kata ‘usr tidak hanya berarti kesulitan, tapi adalah puncak dari kesulitan. Sesudah kesulitan kita mencapai puncaknya, Allâh pasti akan memberikan kemudahan kepada kita. Itulah makanya, janganlah berkeluh kesah. Tunggulah sampai puncak kesulitan tersebut. Pasti Allâh akan memberi kita jalan keluarnya.

Makanya, sekarang aku mulai merenung bahwa cobaan “konser kamar sebelah” adalah sebuah ujian dan cobaan. Aku harus bersabar. Cobaan seperti ini akan menggugurkan dosa-dosaku. Bersabar. Bersabarlah. Aku bisa! Aku pasti bisa bersabar! Berpikirlah positif. Allâh sedang menguji hamba-Nya untuk memberinya kesempatan meningkatkan diri. Cobaan seperti itu belumlah seberapa. Semangat!

//Yah, nyerah dah. Dah ga sanggup lagi siang ini nulis. Dah pening, mata berkunang-kunang, perut keroncongan. Walah!//

(^_^)v

2 Tanggapan to this post.

  1. mantap banget tafsirannya, sudah pantes jadi mufassir menggantikan Quraish Shihab nih…:) Mmmmm ckckckckcckk….

    Balas

  2. #hilman
    mufassir ato musafir? hehe…

    (^_^)v

    itu yg kutangkap dari penjelasan sang khotib siang tadi.

    kelebihan datangnya dari Allâh, kalo ada salah-salah itu karena kekhilafan kami. mohon maaf atas segala kekurangan. hehe…

    (^_^)v

    Balas

Respond to this post