05.09.08

Kabur vs Karma

Ditulis dalam Ceritera, Teman-teman tagged , , , , pada 16:36 oleh Farijs van Java

Cerita kemarin sore:

Weather report: puanas bgt!
Activity: duduk manis
Situation: lengang
Location: di dlm bajaj!
Condition: brgetar + was2 krna kabur, bolos, mnju Arion Mall!

Delivered to:
xxx

Date and time:
8-May-2008
14:35:14

Dan cerita tentang dua pendekar dan satu pendekir pun dimulai….

Berawal dari sebuah ide aneh, ketiga pendekar-kir tersebut berencana kabur dari perguruan, pergi tanpa izin kepada sang ketua perguruan yang galak. Mereka pun kemudian turun gunung dengan menunggangi kendaraan eksotis yang mampu menggetarkan jiwa dan menggoyahkan raga bernama bajaj (baca: bajae).

//Backsound: OST Ninja Hattori
Mendaki gunung lewati lembah
Sungai mengalir indah ke samudra
Bersama teman bertualang…//

Selayaknya orang udik yang baru pertama kali turun gunung, mereka bertiga kebingungan sesampainya di kota. Akhirnya mereka pun memasuki sebuah pusat perbelanjaan bernama Arion Mall. Setelah menjelajahi seluruh bagian mall dengan penuh ketakjuban dan terheran-heran, mereka akhirnya terdampar di sebuah tempat makan di dalam mall tersebut. Dan inilah beberapa bukti ilmiah yang berhasil penulis kumpulkan sewaktu mereka berada di sana:

Gaya Bos Lagi Mo Minum

(Ceile, gayanya bos banget….)

Gaya Narsis

(Dasar narsis!)

Hehehe…. Sekadar iseng aja. Kemarin kami bertiga “bolos” pergi ke Arion Mall. Yah, sekadar refreshing. Tahu-tahu pas pulang, dikasih tahu begini:

“Feris, kamu terdaftar ikut Diklat Samapta.”

Hah? Kagak salah, Bos? Nyang bener aje? Gw, ngikut diklat begonoan? Aih aih…. Kagak lepel banget deh, ah.

ToT

Untuk informasi, diklat samapta itu sebenarnya hanya khusus untuk pegawai BC. Aku kan bukan pegawai BC, tapi P.BC! Kok bisa-bisanya disuruh ikutan!! Ah, tidaaaaaaaak…!

Inilah mungkin yang dikatakan sebagai karma. Gara-gara bolos kerja, kena deh. Buhuhu….

ToT

Sebagai gambaran bagaimana sih Diklat Samapta itu, nih kukasih contohnya:

Samapta 1

Samapta 2

Samapta 3

Samapta 4

Samapta 5

Samapta 6

Samapta 7

Berasa seperti ikut wajib militer aja. Buhuhu….

Sebagai persiapan, terpaksa deh tadi pagi lari keliling lapangan sebanyak lima putaran! Yang lain sih sepuluh putaran. Aku? Yah, setengahnya saja. Itu pun sudah berasa mau pingsan. ABCDE!

Diklat Kesamaptaan itu sendiri sih masih lama. Sekitar bulan September tahun ini. Jadi masih ada banyak waktu untuk mempersiapkan fisik dan mentalku. Semangat! Semoga engkau bisa, Nak! //Darah itu merah, Jenderal!//

(^_^)v

12 Komentar »

  1. fairuzdarin berkata,

    9 Mei 2008 pada 17:27

    Wah, semangat ya Dek! Maaf kakak ga bisa membantu, selain berdoa untuk keselamatanmu.
    :)

  2. hanggadamai berkata,

    9 Mei 2008 pada 19:39

    itu udah dibayar blom??? :mrgreen:

  3. ratutebu berkata,

    10 Mei 2008 pada 14:07

    semangatttt!!! ^^

  4. Farijs van Java berkata,

    10 Mei 2008 pada 19:45

    #mbak fairuz
    iya, semangat mbak! makasih. doa saja sudah cukup, mbak.

    (^_^)v

  5. Farijs van Java berkata,

    10 Mei 2008 pada 19:46

    #hangga
    udah, lah. pan ditraktir…

    (^_^)v

  6. Farijs van Java berkata,

    10 Mei 2008 pada 19:49

    #ratutebu
    iya, semangat selalu!

    (^_^)v

  7. Another Karma « semangat! berkata,

    10 Mei 2008 pada 20:41

    [...] Yah, karena cerita berikut ini mungkin terkait dengan postinganku sebelumnya yang berjudul “Kabur vs Karma“. Ada baiknya segera kuceritakan kisah yang kualami berikut [...]

  8. fauziah85 berkata,

    12 Mei 2008 pada 8:01

    Terlihat sangat mengerikan…

  9. Farijs van Java berkata,

    12 Mei 2008 pada 8:20

    #mbak fauziah
    apanya yg mengerikan, mbak?

    (^_^)v

  10. edratna berkata,

    13 Mei 2008 pada 12:14

    Bukannya kegiatan semacam samapta itu pada waktu awal diterima bekerja ya.

    Di kantorku juga ada semacam itu, karena disinyalir para staf yang baru kurang didiplin dan memahami etika kerja, disamping itu perlu menyamakan tentang budaya kerja karena mereka datang dari berbagai disiplin ilmu …jadi setelah 2 minggu di pelatihan kepolisian Sukabumi, biasanya terus outbound dan budaya kerja serta kode etik perusahaan…baru kemudian pengenalan dunia kerja, tergantung mereka akan ditempatkan dimana.

  11. Farijs van Java berkata,

    13 Mei 2008 pada 12:36

    #bu edratna
    iya, memang samapta itu di awal-awal. kan saya juga baru bekerja, bu.

    sebenarnya saya juga tidak diharuskan ikut. cuma entah mengapa pimpinan memandang perlu untuk mengikutkan saya dan beberapa rekan lainnya untuk ikut samapta. yah, tak apalah. sekalian melatih fisik, sekalian ngurusin perut buncit.

    (^_^)v

  12. Kadar, Syukur, dan Makanan « semangat! berkata,

    2 Juli 2008 pada 17:14

    [...] ini spesial didedikasikan untuk kedua partner pendekarku: Si pendekar item yang suka menyia-siakan makanan dan si pendekar kurus yang nggak doyan makan. [...]

Tinggalkan Komentar