Aku Ingin…

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan kata yang tak sempat
Disampaikan kayu kepada api
Yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
Dengan isyarat yang tak sempat
Disampaikan awan kepada hujan
Yang menjadikannya tiada

(“Aku Ingin” oleh Sapardi Djoko Damono)

Belakangan ini benar-benar sibuk. Hiatus? InsyâAllâh takkan. Tak ingin. Aku ingin… Yah, ingin apa, ya? Ingin hidup lebih berarti saja.

(^_^)v

Semangat!

4 Tanggapan to this post.

  1. aku ingin menulis di blog Anda
    aku ingin Anda mampir ke blog Saya

    Salam Kenal

    Balas

  2. ya..jangan hiatus ya..
    kecuali terpaksa

    Farijs van Java berkata,
    iya. semoga ga.

    semangat!

    (^_^)v

    Balas

  3. tak ada yang lebih tabah
    dari hujan bulan juni
    dirahasiakannya rintik rindunya
    kepada pohon berbunga itu
    tak ada yang lebih bijak
    dari hujan bulan juni
    dihapusnya jejak-jejak kakinya
    yang ragu-ragu di jalan itu
    tak ada yang lebih arif
    dari hujan bulan juni
    dibiarkannya yang tak terucapkan
    diserap akar pohon bunga itu

    (Sapardi Djoko Damono)

    Yah, komenku jadi panjang gini deh, mas. :(

    Farijs van Java berkata,
    yah, masak dibalas dengan puisi juga…

    (^_^)v

    Balas

  4. Kok malah mau ngomentari Mbak Fairuz ya…
    Aku ga tau puisi Sapardi yang itu Mbak. Minta donk…
    Tapi btw, emang bulan Juni masih ujan ya? Keren banget, kan harusnya sudah masuk kemarau ya?

    Farijs van Java berkata,
    sapa bilang Juni ga ujan? sekarang mah ujan di bulan apa aja bisa. global warming effect!

    (^_^)v

    bukannya aku pernah ngirim puisi yang itu, ya?

    Balas

Tanggapi posting ini