Menikah itu indah.
Apa? Indah sudah menikah?
Oh, hatiku jadi patah.Tapi benar, menikah itu indah.
Sebuah jalan meraih berkah.
Karena menikah itu ibadah.
Asal berniat karena Lillâh.Teman-temanku banyak yang sudah menikah.
Banyak juga yang akan segera menikah.
Yah, kapan aku menikah?
Ayo kapan aku mengakad Aisyah?
Ya Allâh, kapankah?(^_^)v
Yah, belakangan ini banyak yang menikah. Teman menikah. Teman menikah. Kakak kelas menikah. Teman menikah. Anak pak dosen menikah. Tetangga menikah. Teman menikah lagi. //Lagi? Kedua kalinya? Bukan, lah. Hwehe….//
Si Umar Donny belum sebulan menikah. Tanggal 8 giliran si Kudang. Tanggal itu juga Mas Septian menikah. Tanggal itu juga //kok kompakan, yah?// anak Pak Bambang menikah. Yah, bingung aku memilih hadir di mana. Jadi teringat cerita si Lebai Malang. Tanggal 14-nya si Arum menikah. Yah, banyak hati patah-patah, dah. Hyehehe. Terus, kapankah aku menikah? //Kapan-kapan.// Akankah aku menikah? //Ya pastilah, InsyâAllâh.// Lalu kapan? //Bersabarlah. Sesungguhnya orang yang sabar cepat menikah. Hoho.//
Nantilah, setelah terpenuhi segala ambisiku.
(^_^)v
Semangat!
Buat para saudaraku yang sudah, //sedang, //dan akan menikah, kudoakan semoga pernikahan kalian membawa barakah.
[UPDATED-2 JUNI 2008]
Oh ya, kelupaan. Bulan depan, tepatnya tanggal 5 Juli 2008, NAIA InsyâAllâh nikah. Banyak yang hatinya patah-patah juga, dah. Hwehe…. //Buat KRISNA, nyang sabar aja, ye. Jangan minum racun nyamuk. Minum racun serangga aja. Hyehe….//
Selamat ya, buat kalian semua yang akan menikah. Semoga lancar.
[UPDATED-4 JUNI 2008]
Tadi pagi dapat kabar, kawanku satu angkatan, Dino, akan mengakad teman seangkatanku juga, Tutik, 29 Juni nanti. Waduhaduh™…ini mah berita heboh! Sudah bisa dipastikan akan banyak berjatuhan korban-korban hati patah. Hoho. Tentu aku tak termasuk, dong. Masak playboy hatinya patah. Hwehe.
Kepada saudara-saudari, kawan-kawanku, daku cuma bisa berpesan:
“Siapa cepat dia dapat. Orang hebat memang layak nikah cepat.”
Semoga kalian berdua diberkahi Allâh SWT. Dan bagi para korban, bersabarlah. Sesungguhnya jodoh sudah ada yang mengatur. Hoho….

Posted by nie on 31 Mei 2008 at 12:09
gimana menurut lo? indah kaga?
eh, belom ngarasain ya?
temen koe juga banyak yg nikah akhir2 ini..
taon bae buat kawin kali ya?
Posted by anginbiru on 31 Mei 2008 at 13:25
waduh,, nikah..? hmm,, tenang aja bos,, suatu saat pasti ketemu jodohnya kok..
temen SMP ku juga minggi depan nikah,, padahal umurnya masih 23.. huhu…
eniwei,, cerita Lebai Malang..?!?! hoho,, cerita jaman SD..!! hihihi..
Posted by edratna on 1 Juni 2008 at 15:57
Bagi saya keputusan untuk menikah tidak mudah, karena saya harus menemukan pasangan yang memahami diriku apa adanya, mendorong saya tetap berkarir, merelakan isteri keluar rumah dan tak harus ditemani makan dll. Sebelum ketemu yang cocok, saya juga nggak ngotot, karena percaya Tuhan telah memberikan jodoh masing-masing…namun usaha tetap harus dilakukan. Perbanyak pergaulan, terbuka, sharing dengan teman dsb nya. Jika menemukan orang yang cocok, menikah memang indah dan bisa bekerjasama dengan baik….namun bila tak cocok akan berubah menjadi neraka, dan yang kasihan anak-anaknya jika telah mendapat keturunan.
Jadi, pikirkan masak-masak, tak usah terpengaruh hanya karena teman-teman sudah banyak yang menikah. Hidup ini indah, baik dibagi bersama kekasih atau sendiri….
Posted by hanggadamai on 2 Juni 2008 at 1:35
amiennnnn
Posted by utchanovsky on 2 Juni 2008 at 20:49
A: bingung di duitnya
B: ntar kan ada rezekin nikah???
A: …..
Posted by sasa & ajinomoto on 3 Juni 2008 at 17:59
nikah ?
mauuuuu….. *laplapiler*
Posted by panpan on 5 Juni 2008 at 16:07
Hukum asal menikah adalah Mubah,
derivasinya bisa menjadi Sunnah, Wajib, Makruh, bahkan haram… Oleh karenanya jangan sampai menikah hanya karena euphoria nikah dini dan “Panas” oleh teman2 yang sudah menikah duluan….
Review kembali hukum nikah bagi kita sudah wajib atau jangan-jangan sunnah saja belum, kalau memang sudah wajib maka tidak ada lagi alasan untuk menundanya…..
1. bekali dengan ilmu
2. bekali persiapan finansial
3. niatkan untuk menggenapkan separuh dien karena Allah semata
Posted by Farijs van Java gaat naar Parijs van Java « semangat! on 10 Juni 2008 at 9:11
[...] Rekreasi? Tamasya? Piknik? Atau studi banding? Bukan! Tapi untuk suatu urusan yang wajib: menghadiri walimah pernikahan saudara kami, Kudang Boro Suminar. Mengapa ke Bandung? Ya karena memang resepsi pernikahannya di Bandung. Tepatnya di Jalan [...]
Posted by Kapan Kawin? Kapan-kapan… « semangat! on 17 Oktober 2008 at 13:51
[...] Postingan terkait: Menikah Itu Indah? [...]