Inilah oleh-olehku sepulang dari Pekalongan….

Enam Ekor Kucing Milik Adekecilucuku
Lucu-lucu, kan? Lebih lucu lagi nama-namanya. Yang paling besar itu, yang menatap ke arah kamera, sebelah kiri bagian bawah, adalah ibunya. Diberi nama RISKI. Di sebelah sang ibu itu si anak sulung. Namanya DONAT.
Yang //maaf// pantatnya menghadap ke arah kamera, yang paling sentris, namanya NDESO. Tak tahu anak yang keberapa. Tiga yang lain berturut-turut yaitu KECUT, ALIT, dan CEKER. Hoho. Nama-nama kucing yang aneh. Maksudnya nama-namanya aneh, gitu. Bukan kucingnya yang aneh. Eh, tapi kucingnya aneh-aneh juga, ding. Pemiliknya juga aneh, masak memberikan nama kucing dengan nama-nama begituan. Tidak ada manis-manisnya. Ra ono manis-manisé babar blas! Hwehe….
(^_^)v
Selama di Pekalongan tiga hari kemarin aku cukup puas, bisa mendengarkan dan berinteraksi secara langsung dengan para pengucap fasih bahasa Pekalongan. Lha iki ra…. Nek mangan ojo kesusu, le…. Raimu! Pak lungo, ora? Hoho. Berasa ada di dunia antah-berantah. Hwehe. Sekadar mengklarifikasi: orang Kota Pekalongan bukan pengikut “ngapak merah”. Jangan samakan kami dengan orang Tegal dan sekitarnya. //Pekalongan bukan di sekitaran Tegal, ya!//
RSS - Posts
Posted by Taktiku on 19 Agustus 2008 at 18:52
wah banyak juga ya boss kucingnya…. gimana ngerawatnya ya??
Posted by garing on 19 Agustus 2008 at 19:00
Asal jangan kau namakan kucing kau itu dengan nama kucing garing yah
kalow be’sar nanti bakalan ganti nama dia jadi kucing garong.
hwahahaha
Posted by garing on 19 Agustus 2008 at 19:03
Yang paling besar itu, yang menatap ke arah kamera, sebelah kiri bagian bawah, adalah ibunya. Diberi nama RISKI. Di sebelah sang ibu itu si anak sulung. Namanya DONAT
Sang ibu kucing (RISKI)berkata pada anak sulungnya (DONAT) :
Nak, lihatlah, Bapakmu telah kembali…..
Posted by ubadbmarko on 19 Agustus 2008 at 20:29
Kucingkeren yang mana ?
Posted by deutzy26 on 20 Agustus 2008 at 8:18
Memangnya ada apa dgn ngapak merah?? Dlm suasana kemerdekaan seperti kok msh ad org yg membeda2kan daerah lain. Nasionalisme macam apa itu??
Posted by Aam on 20 Agustus 2008 at 9:50
Ngapak merah itu kan bukan hal yang jelek.. Aku orang yang pake bahasa gitu, lho..

Jadi sedih digituin..
Postingan sebelumnya kan tentang nasionalisme, postingan yang ini kok begini, ya?
Posted by Esa on 20 Agustus 2008 at 16:02
heuheu..kucingnya apa yg nulis yg aneh? atau dua-duanya aneh. Btw, emang situ asli mana seeh?
Duh, itu parijs van java jangan dibarengin parijs van tjasila dong
Btw, soal nikah.. hmm.. ide yg bagus. Tp blm ketemu uy sama calonnya
Posted by Syifa Aulia on 20 Agustus 2008 at 16:32
whweew ini blog ke4 yang saya kunjungi hari ini yang posting tentang kuncing !
Posted by Kucing Pekalongan Mencontreng (Bagian 1) « semangat! on 20 April 2009 at 23:20
[...] keseluruhan keluarga semua sehat. Ummiy, Abah, Adek-adek. Kucing-kucing juga. Mbah Putri masih dalam kondisi yang sama: belum bisa berjalan. Tapi syukur Alhamdulillâh, [...]