Dari balik jendela sebuah kamar terlihat purnama yang indah bertengger di langit malam nan cerah. Malam begitu hening hingga bunyi-bunyi jangkrik terdengar sampai ke dalam kamar. Di kamar tersebut terdapatlah seorang pemuda sedang berbaring sembari memegang sebuah ponsel. Ah, hawa Pekalongan yang sejuk memang sungguh melenakan.
sang_pemuda: meoong
si gadis: moo
sang_pemuda: lagi dimana? di rumah?
si_gadis: iya, kak. ga di rumah sih. di rumah temennya ibu
si_gadis: udah bunuh berapa orang, kak?sang_pemuda: hmm? dua. ni mau tiga.
si_gadis: besar-besar, ga? nanti aku yang masakin, ya
sang_pemuda: boleh.
si_gadis: enaknya dimasak apa, ya?
sang_pemuda: mmm… digoreng ato disate juga boleh
si_gadis: oke
si_gadis: eh, kak. perjalananku mudik seru banget!sang_pemuda: seru? tapi ga pake jatoh, kan?
si_gadis: mau denger, ga?
sang_pemuda: mau
si_gadis: perhatiin, ya
sang_pemuda: oke
si_gadis: tangannya di meja, pandangan ke depan
sang_pemuda: baik, bu guru
si_gadis: dimulai dengan aku mengorbankan 1,25% TC (PSW //pulang sebelum waktunya//)
si_gadis: tujuan, terminal pulogadungsang_pemuda: terus?
si_gadis: janjian ama si A di halte pasar cempaka
si_gadis: headset ketinggalan di kos, jadinya pulang dulu ke kos
si_gadis: eh, pas berangkat lagi salah make sendal jepit!sang_pemuda: naik busway?
si_gadis: naik TJ arah harmoni. duduk
si_gadis: harmoni-pulogadung antre panjaaaaang
si_gadis: turun naik bis aja
si_gadis: berdiri, sampe senen
si_gadis: mo ke cempaka, salah naek metromini
si_gadis: turun di jalan, ganti bis lagi
si_gadis: dengan kaki terpincang2!
si_gadis: dan make sendal jepitsang_pemuda: pincang2?
si_gadis: sukses! halte pasar cempaka
si_gadis: naik TJ arah pulogadung, TJ ternyata cuma sampe asmi
si_gadis: turun pedongkelan
si_gadis: mual, laper, pusing, kaki sakit
si_gadis: TJ tak kunjung datang
si_gadis: dapet, sampelah ke pulogadung
si_gadis: jreng2!sang_pemuda: kenapa?
si_gadis: bis habis!
si_gadis: tetep stay coolsang_pemuda: terus?
si_gadis: ditodong-todong calo
si_gadis: ada yg pegang pantatku! kurang ajar! bunuh dia, kak!!sang_pemuda: kok bisa?
si_gadis: akhirnya duduk dgn tenang memikirkan jalan keluar
si_gadis: memutuskan naik mustikasari, jurusan purwokerto
si_gadis: sukses dan bersiap tidur!
si_gadis: dua jam kemudian…
si_gadis: …bis mogok!
si_gadis: dioper, tapi berdirisang_pemuda: naik bus lain?
si_gadis: berdiri!? dengan kaki pincang!? tidak!
si_gadis: aku ngedeprok!
si_gadis: sampe rumah jam 2 siang!sang_pemuda: kesian
si_gadis: THX
sang_pemuda: kaki pincang kenapa, sik?
si_gadis: kan kakiku kesiram minyak
sang_pemuda: kesiram minyak gimana?
si_gadis: lagi goreng perkedel
si_gadis: kesiramsang_pemuda: makanya, kalo bisanya cuma masak air jangan masak yg laen
si_gadis: huh!
si_gadis: kak, sekarang aku lapersang_pemuda: minta makan sono
si_gadis: bunuh orang lagi, kak
sang_pemuda: mau orang yg gimana?
sang_pemuda: yang botak mau?si_gadis: mau
si_gadis: ngantuk
si_gadis: lapersang_pemuda: yaudah, bobo dulu
si_gadis: zzZ
Ah, sepertinya memang enak tidur pada malam dingin-dingin begini. Di atas kasur lapang nan empuk, sementara kedua belah kaki terbalut oleh sepasang kaos kaki. Tak lupa dengan ditemani dua pasang guling di kanan dan kiri. Serta sebuah selimut tebal yang melingkupi diri. Lampu kamar dimatikan hingga kegelapan menghampiri. Tak perlu khawatir karena temaram cahaya purnama masih bisa menerobos kaca jendela, menandakan kalau bidadari-bidadari malam menemani kita tidur menggapai mimpi.
jangan takut akan gelap
kar’na gelap melindungi diri kita
dari kelelahan
===
Episode-episode yang lalu:
- Egoisme: Pemuda vs Gadis
- Pesimisme: Gadis vs Pemuda
- Ye houdt van mij?
- Dewasa Itu…
- Gadis vs Pemuda: Sensitivitas
- Gadis vs Pemuda: Ceroboh Itu Lugu
- Gadis vs Pemuda: Munafik
- Gadis vs Pemuda: Baiyonara!
- Gadis vs Pemuda: Ho’oH
- Gadis vs Pemuda: SMS Salam Lebaran
- Gadis vs Pemuda: Sapi vs Kucing
- Hanya Dia yang Bisa Membuatku Jatuh Cinta
- Si Gadis Nakalku
- Gadis vs Pemuda: Kentut
RSS - Posts
Posted by fauziah85 on 13 April 2009 at 8:26
Hm… si gadis yang dulu…
Kenapa ga dilamar aja sih? kan udah sama2 kerja ini… kqkqkq ^-^v
Posted by Farijs van Java on 13 April 2009 at 12:25
si gadis yang dulu mana? emang siapa, mbak? jah, ngelamar? pan udah kerja semua, ngapain ngelamar lagi?
v(^_^)
Posted by achoey on 13 April 2009 at 9:05
lucu ya cara kalian itu
ah indah
Posted by Farijs van Java on 13 April 2009 at 12:26
lucu? indah? cara yang apa? hwehe…
v(^_^)
Posted by irrr on 15 April 2009 at 9:02
farijs ra dong
ckckckck…
Posted by garing on 15 April 2009 at 12:33
Ah…. andai saja bahasa gadisku seperti bahasa gadismu…..
Posted by Farijs van Java on 15 April 2009 at 14:51
emang lo punya gadis, ring? dia pake bahasa apaan emang? bahasa alien, yak? hwehe…
v(^_^)
Posted by garing on 18 April 2009 at 8:07
Dia lebih suka ngomong pake bahasa tubuh. hihihih
Posted by Farijs van Java on 18 April 2009 at 23:31
hwehe. bahasa tubuh… bener juga. tumben banget lo cerdas gini, ring. hoho.
v(^_^)
Posted by Gadis vs Pemuda: Sebal-Sebal Sambal « semangat! on 4 Juni 2009 at 23:22
[...] Gadis vs Pemuda: Kanibal [...]