Musim libur lebaran begini harga-harga kebutuhan pokok merangkak naik. Salah satunya adalah cabai merah ini.
Mengapa cabai merah termasuk kebutuhan pokok? Karena masakan-masakan Indonesia terutama makanan Jawa, apalagi waktu lebaran begini, hampir pasti memberdayakan buah tanaman perdu yang satu ini.
Salah satu sajian khas lebaran, yaitu sambal goreng hati, menggunakan banyak cabai merah sebagai bahan bumbu pembuatannya. Nah, inilah rutinitasku di kampung halaman, Saudara-saudara, ketika lebaran hampir tiba: mengolah cabai merah dan bahan-bahan lainnya menjadi bumbu sambal goreng hati. Atau dengan kata lain: mengulek.
Mengulek merupakan hal penting dalam dunia perkulineran Indonesia. Segala bahan bumbu yang sebagian berupa rempah-rempah hampir pasti diolah dan dihaluskan dengan cara diulek. Itulah salah satu warisan budaya nenek moyang kita di bidang masak-memasak.
Menghaluskan bumbu dengan cara diulek ternyata memiliki kelebihan dibandingkan dengan cara diblender. Selain rasa bumbu yang lebih sedap, mengulek juga dapat memperlama daya tahan bumbu terhadap kebasian //buset dah, bahasanya khas aneh banget//.
Nah, dengan alasan inilah Ummiy rela menanti kepulanganku. Ya, blender ajaibnya yang tak lain tak bukan adalah aku sekarang telah pulang. Itulah saatnya bagi Ummiy memberdayakan eksistensiku dengan menyuruhku menghaluskan beraneka ragam bumbu.
Nasib oh nasib menjadi pengulek ulung yang tenar seantero kelurahan… T~T
Oke, Saudara-saudara. Selamat mempersiapkan sajian spesial untuk lebaran esok hari. Setelah menghaluskan cabai merah ini, aku masih harus menghaluskan beragam rempah-rempah seperti kunyit, lengkuas, jahe, merica, dan lain-lain.
Selamat menjalankan ibadah puasa hari terakhir.

RSS - Posts
Posted by Huang on 19 September 2009 at 17:18
awa… pedas.. :p
Posted by Farijs van Java on 25 September 2009 at 13:25
pedas awas
Posted by edratna on 22 September 2009 at 13:22
Waah….pinter ngulek ya..
Kapan2 mesti minta tolong nih
Posted by Farijs van Java on 25 September 2009 at 13:26
waduh/ jangan dong/ bu. dah capek nih. hwehe