Obrolan Pekan Ini: Kulkas

Beberapa hari ini wilayah Jakarta dan sekitarnya dihujani cahaya mentari secara berlebihan. Siang hari sungguh terik dan menyilaukan. Begitulah latar yang terjadi pada saat cerita berikut berlangsung.

Dua orang perempuan ABG terlibat dalam sebuah percakapan melalui kawat telepon. Sebut saja mereka Melati dan Kamboja (bukan nama sebenarnya).

Kamboja: “Iya nih, panas banget. Gerah.”

Melati: “BRB. Mo beli es buah dulu. Deket sini ada jual es buah.”

Kamboja: “Lo sih enak. Bisa minum yang seger-seger kalo pas lagi terik gini.”

Melati: “Lah, lo malah lebih enak lah. Di rumah lo kan ada kulkas.”

Kamboja: “Emangnye gue minum kulkas?”

Melati: (woot)

Demikianlah obrolan pekanan kali ini. Cuaca terik rupanya telah membuat otak mendidih hingga lupa mana yang boleh diminum dan mana yang tidak boleh. Sekian.

10 pemikiran pada “Obrolan Pekan Ini: Kulkas

  1. Heheee…
    Kalau kulkasnya gede kan bisa masuk ke kulkas …

    • Hwahaha! Jadi inget Tuyul dan Mbak Yul dulu. :D

  2. haha, akhirnya yang ini dimasukin juga. hmm, keknya tau deh siapa melati dan kamojanya #evilsmirk

    • Jangan sok tau deh kamu, dasar tukang mamam!

  3. Kayaknya sudah masuk kategori parah panasnya :D

    • Iya nih. Eh, tapi barusan Rawamangun keguyur ujan, lho.

  4. Minggu ini memang panasnya nggak ketulungan ya?

    • Iya, Bu. Panas banget. Mata saya jadi sakit kalau di luar, saking silaunya.

  5. panggil mahojek ah

    • Hwahaha! Panggil aja sono. :D

Silakan berkomentar sesuka hati

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s