Teknologi Visual Semakin Maju

Menyambung postingan mengenai tangan adalah masa depan kita, berikut kutampilkan sebuah video menarik ini:

Lagi-lagi teknologi visual semakin melangkah ke depan.

Sebenarnya hal ini merupakan sebuah kabar baik bagi umat manusia. Peradaban sudah semakin maju, dan selayaknya memang harus terus maju. Demi kesejahteraan seluruh umat manusia di segenap penjuru dunia. \Yah, meski memang teknologi sedemikian maju ini tidak pernah bisa dinikmati oleh seluruh umat manusia yang tersisa.\

Waktu masih kurus dahulu, zaman-zaman SMA, aku dan beberapa kawan sering menghayalkan teknologi masa depan. “Ah, kira-kira apa ya teknologi canggih yang akan tercipta kelak di masa depan? Ah, bagaimana kalau kita punya kemampuan membuat teknologi itu, apa yang kira-kira akan kita ciptakan?” Pemikiran-pemikiran semacam itulah dorongan terkuat bagiku dulu untuk gemar mempelajari fisika.

Salah seorang kawan, penerawangannya terlalu jauh sepertinya. Dia ingin menciptakan mobil yang hanya bisa dijalankan oleh sang pemilik, dengan menggunakan sensor DNA. Jadi pintu mobil hanya bisa dibuka oleh si pemilik DNA yang terdaftar. Waktu itu bagi kami hal semacam itu sungguhlah menakjubkan. Namun sekarang, ah, mana bisa hal semacam itu? Justru tidak aman. Karena kalau demikian, bahkan sehelai rambut si pemilik pun dapat membuka pintu dan menghidupkan mobil.

Salah seorang kawan lainnya, membayangkan bahwa di masa depan akan ada teknologi yang dapat mengubah suara menjadi lukisan. Ada lagi seorang kawan yang lainnya lagi membayangkan tentang teknologi memindahkan ingatan atau data dengan sentuhan kulit (misal berjabat tangan).

Penerawanganku waktu itu tidaklah terlalu rumit semacam itu. Aku jauh lebih tertarik dengan teknologi visual. Misalnya saja aku membayangkan tentang sebuah perangkat semacam laptop, tetapi berbentuk seperti buku tulis. Sebentuk buku, apabila dibuka menjadi berbentuk satu layar kaca. Nah, dengan papan itu kita dapat menggoreskan apa saja, mencatat apa saja, dengan pulpen khusus.

Pulpen inilah yang menyimpan segenap memori atau data yang kita catat pada layar itu tadi. Jadi tiap orang (bayanganku waktu itu untuk pelajar) punya sebuah pulpen sementara buku layar kaca itu bisa saling pinjam. Praktis, tidak perlu membawa catatan pelajaran atau softcopy buku-buku pelajaran dalam bentuk trimatra yang besar.

Boleh dibilang semacam iPad sekarang itu, lah. Tapi bentuk visualnya sangat mirip dengan Microsoft Courier, produk yang tak jadi diluncurkan ke tengah masyarakat dunia. Kalau di Courier, layarnya kan masih dua dan terpisah. Kalau pembayanganku dulu itu, layarnya berupa satu layar fleksibel sehingga dapat dilipat menjadi sebentuk buku. Seperti layar fleksibelnya Samsung di video tadi itu, Saudara.

Harapanku, semoga saja putra-putri bangsa Indonesia dapat menjadi pionir, pembaharu, dan penemu teknologi-teknologi masa depan semacam ini. Kalau harapan kalian, bagaimana? Apakah kalian pernah juga membuat penerawangan teknologi masa depan seperti aku dan kawan-kawanku itu?

About these ads

6 gagasan untuk “Teknologi Visual Semakin Maju

    • Haha. Kalau tentang sejarah semacam itu, kami juga begitu, Bu. Kami pan menyukai filosofi sejarah juga. Jadi terkadang merekonstruksi fakta-fakta sejarah. Terus kita cari relevansinya dengan masa kini. Kadang-kadang nemu kesamaan. Jadilah kami berkesimpulan, memang dunia itu serba berputar. :D

  1. Percayakah Anda? TV masa depan selain bersuara, berwarna, juga bisa beraroma. Otak manusia membagi aroma menjadi 30 lebih jenis, misalnya aroma kayu, aroma bunga, aroma rumput dan lain sebagainya. Itulah perkembangan produk teknologi di masa depan.

  2. Ping-balik: Interaksi Digital | semangat! (coba-coba)

  3. Ping-balik: Masa Depan yang Aneh | semangat! (coba-coba)

  4. Ping-balik: Menjawil Layar Jawil | semangat! (coba-coba)

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s