Curcol Op Nde De

Jadi pagi tadi aku makan belimbing. Masih ada asam-asamnya. Maka perut melilit ini segera menaikkan darah ke ubun-ubun.

Jadi kemarin kan sudah kukatakan aku makan tengah malam? Subuh-subuh perut melilit ini sudah minta diantar ke toilet berkali-kali. Kan jadi pegal kakiku?

Jadi dua hari yang lalu itu aku menunggu lama sekali akan sebuah bus kota. Ada seorang petugas yang bersepatu boot hitam mengilap sekali, melarang bus-bus berhenti di halte bus. Kan aneh? Kan bagaimana nanti aku harus naik bus? Sampai pegal kakiku menunggui bus lama sekali. Akhir pun aku naik taksi.

Petugas Lalu Lintas Bersepatu Boot Hitam Mengilap di Sebuah Halte

Petugas Lalu Lintas Bersepatu Boot Hitam Mengilap di Sebuah Halte

Jadi dua hari kemarin itu pula aku makan rujak cakwe. Kan enak? Sambalnya manis pedas-pedas sedikit. Kacang dan cakwenya renyah. Kan membuat perut ini sedikit melilit pula? Tapi tak apalah, toh malah ketagihan.

Rujak Cakwe yang Rame

Rujak Cakwe yang Rame

Rupa-rupanya sudah hampir satu tahun waktu berkurun sejak pertama kali aku menikmati rujak cakwe ini, Saudara.

Kesimpulan:

Hari ini pantatku panas karena aku paksa dia untuk duduk nyaris seharian sementara aku menatap monitor sembari ngiler karena gambar apel kroak di komputer sungguh membuat ludahku bergejolak. Ingin rasanya aku mengamuk; tetapi pada siapa? Lagi-lagi (sepertinya) aku harus lebih mengedepankan dedikasi pada pekerjaan dibandingkan permohonan ibu untuk pulang ke kampung halaman.

About these ads

5 pemikiran pada “Curcol Op Nde De

  1. seperti jalur yang sering ane lewatin dulu nih om, jalur yang mo ketanjung priok bukan ???

    #WpWalkin

Silakan berkomentar sesuka hati

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s