Kan kalian tahu aku pulang ke tanah kelahiran, kampung halaman? Sudah lama aku tidak pulang. Sekarang seakan tak percaya sedang berdiri di halaman belakang memandangi ayam-ayam yang berebutan mencucuki beras yang kutebarkan.
Di bawah kerindangan pohon belimbing yang sedang berbuah, aku was-was karena tiap saat bahaya senantiasa mengintai. Adalah kejatuhan buah belimbing yang ranum matang di pohon itulah bahaya yang kumaksudkan. Kan tidak lucu seandainya itu terjadi lantas aku ditertawakan oleh kawanan anak ayam ini? Istilah kata “diguyu pitik” akan semakin mudah membuatku menjadi bahan ejekan ketika keluarga besar kumpul saat lebaran. Kan begitu?
Rumah manis rumah dah ini mah…
Selamat menikmati mas, salam untk bibinda.
Hwehe. Terima kasih, dek.
senengnya yang lagi mudik…
Senangnya…
pulang sendirian?!
Maksudnya? Ya pulang biasa sendiri, lah.
kirain mau ada “acara”…