Sampailah jua saatnya aku sempat dan berhasrat mengetik. Maka aku akan ceritakan keadaanku pada saat ini.
Dalam kemeriangan, kunaiki angkot sehabis pulang dari klinik dokter gigi. Adapun teman satu angkot denganku di antaranya terdiri dari dua wadam pengamen. Seperti tempo hari pernah kuceritakan itu, tampaknya mereka baru saja pulang dari mengais rezeki di dunia hiburan jalanan ibukota.
Sejenak kutatap sendu bulan sabit merah di langit mendung. Sementara itu telingaku seperti dengan sengaja menyimak, mendengarkan kedua wadam tengah asyik mengomentari pemilukada DKI Jakarta Raya. Bahkan atas dasar data di layar ponselnya, salah satu wadam mengoreksi wadam satunya mengenai angka persentase penentu kemenangan Orang Solo atas Orang Berkumis.
Tak berhenti di situ, Saudara, kedua wadam pun asyik melontarkan pendapatnya masing-masing mengenai bagaimana jadinya nanti Pilpres 2014. Hebat, bukan? Rupa-rupanya obrolan politik sudah bukan hanya penguasaan kaum pengacara.
hahaha wadamnya melek politik ya..
Haha. Iya, pada melek politik nih.
wadamnya cerdas tuh.. baca koran terus dan nonton tv ya…
Mengikuti perkembangan politik dah tuh