Apa yang kita sebut rintangan dalam hidup pada dasarnya adalah sebuah pembatas antara masa suram dengan masa jaya. Setelah rintangan terlewati, berjayalah kita. Kan begitu? Begitu, tidak?
Arsip Kategori: Foto-foto
Jatuh, Mancur, dan Terjun
Air terjun adalah air yang sememangnya terjun, maka ia melompat terlebih dahulu untuk kemudian turun dengan bebas. Turun tentu saja ke bawah, bukan?
Air mancur adalah air pancur, yaitu air yang sememangnya mengalir dengan deras dari atas ke bawah. Lantas apa bedanya dengan air terjun? Mengapa ia tidak disebut sebagai air jatuh?
Bala-Bala
Kan kalian tahu kalau aku selain suka ubi juga suka dengan laba-laba?
Jadi kemarin-kemarin itu aku pergi ke daerah tinggi di Bogor sana dan memotret beberapa laba-laba.
Foto di atas adalah foto laba-laba, Saudara, meski kakinya ada tiga pasang. Entah kemana kakinya yang sepasangnya. Kan tidak mungkin laba-laba ini memakan kakinya sendiri?
Foto di atas juga adalah foto laba-laba, Saudara, bukan coretan pulpen tinta hitam di atas kertas buram. Foto hitam semacam ini lazim disebut sebagai foto siluet. Kira-kira demikian, kalau tidak salah. Masih ada lagi foto laba-labanya, Saudara…
Tempat Roti dan Gambar Mini
Inilah tempat rotiku.
Foto di atas aku padatkan menggunakan layanan JPEGmini. Kan sudah pernah aku beritahukan kepada kalian perihal ini? Silakan membaca lagi postingan Mini Kecil kalau kalian tidak ingat.
Sekarang JPEGmini sudah tersedia aplikasinya. Baru khusus Mac OS X saja sih. Sudah tersedia di Mac App Store. Akan tetapi aplikasi ini berbayar, Saudara sekalian. Aku sungguh kecewa sekaligus menyayangkan. Akankah fasilitas di situs webnya dalam masa kedepan berbayar juga? Jangan sampai itu terjadi, Saudara-saudara!
Monsuta
Curcol Op Nde De
Jadi pagi tadi aku makan belimbing. Masih ada asam-asamnya. Maka perut melilit ini segera menaikkan darah ke ubun-ubun.
Jadi kemarin kan sudah kukatakan aku makan tengah malam? Subuh-subuh perut melilit ini sudah minta diantar ke toilet berkali-kali. Kan jadi pegal kakiku?
Jadi dua hari yang lalu itu aku menunggu lama sekali akan sebuah bus kota. Ada seorang petugas yang bersepatu boot hitam mengilap sekali, melarang bus-bus berhenti di halte bus. Kan aneh? Kan bagaimana nanti aku harus naik bus? Sampai pegal kakiku menunggui bus lama sekali. Akhir pun aku naik taksi.
Jadi dua hari kemarin itu pula aku makan rujak cakwe. Lanjut membaca
Beli Embing Makanan Aneh
Berbicara menu makanan aneh dan tak wajar, pengamalanku sudah berbilang. Kalian pernah makan burger jambu biji? Itu dia salah satunya.
Dulu di pekarangan rumahku ada pohon jambu biji. Setiap musim berbuah, aku betah berlama-lama nangkring di salah satu dari dua cabangnya. Pohonnya kecil sebenarnya. Kalau ada dua orang bocah nangkring di masing-masing cabangnya, pastilah itu pohon akan goyah. Untung saja dulu aku tergolong petinju kelas kapas.
Lanjut membaca
Senja
Senja di batas kota ♪
Selalu teringat padamu ♪
Saat kita ‘kan berpisah ♪
Entah untuk berapa lama ♫
Adakah yang tahu lagu di atas?
Senja itu indah. Indah itu membahagiakan. Maka silakan berbahagia menurut selera dan kepercayaan masing-masing. Kan berbahagia tidak begitu susah?
Kedua foto di atas adalah sememangnya bukan aku sendiri yang memotret. Keduanya telah pun ada pada kameraku. Maka tentu tak ada salahnya kalau foto ini aku taruh di sini. Kan begitu, Gembul?










