Gondrong

Aku sudah pernah menceritakan betapa rambutku ini memiliki kualitas yang bagus di tulisan Teori Kepribadian dan Rambut Chrisye. Dan aku pun sudah pernah memperlihatkan potongan rambutku yang rapi di tulisan Rambut Doraemon. Maka sekarang aku ingin menceritakan kepada kalian bahwa telah beberapa waktu rambutku ini tidak aku potong sehingga menjadi seperti ini:

Rambut Gondrong Ala Ahmad Albar

Rambut Gondrong Ala Ahmad Albar

Sudah banyak orang yang mengeluhkan potongan rambutku yang katanya berantakan ini. Sudah banyak pula yang nyaris muntah hanya dengan menatapnya lama-lama. Sudah banyak yang menyuruhku mencukurnya, bahkan ada yang mengiminginya dengan imbalan tertentu. Akan tetapi aku tetap bertahan. Aku inginkan kebebasan. Aku inginkan kemekaran. Maka, barangkali, rambutku akan bertahan seperti ini setidaknya sampai bulan depan. Semangat! :D

NB.
Beberapa orang mengatakan rambutku mirip rambut Ahmad Albar, Bang Haji, atau bahkan Giring Nidji. Akan tetapi, aku tetap berkomitmen bahwa aku mirip Mr. Satan!

Rambut Doraemon

Dikarenakan banyaknya rikues alias permintaan untuk menampilkan foto rambut baruku yang sudah tidak Chrisye lagi, maka dengan malu-malu kucing bangga kupersembahkan foto berikut ini:

Farijsvanjava dan Kantong Doraemon

Farijsvanjava dan Kantong Doraemon

Bagaimana, Saudara? Semakin ganteng, bukan? :D Jadilah aku sekarang tidak perlu sisiran lagi. Hwehe.

Siang ini aku dikejutkan akan sebuah amplop cokelat besar di atas meja kerjaku. Tentu saja aku senang tak terkira, karena aku mendapatkan tambahan koleksi berupa dua prangko berikut ini:

Isi amplop tersebut tak lain tak bukan ialah tas kecil berbentuk Doraemon sebagaimana kutunjukkan dalam foto paling atas. Bagus sekali, bukan? Jadi di depannya berbentuk serupa perut Doraemon yang berkantong \kantongnya beneran kantong loh ya\ sementara di bagian belakang bergambar kepala Doraemon yang lucu.

Kepada pengirimnya, aku ucapkan terima kasih banyak. Semoga Tuhan membalas amal kebaikanmu. Dan tidak kekanak-kanakan kok mengirim barang semacam ini. Apapun barang pemberian, terlebih bertema Doraemon, tidaklah terlalu kekanak-kanakan dan akan kuterima dengan hati riang.

Batik

Barangkali hari ini hari-hariku penuh dengan batik. Serba batik.

1. Pakai baju batik:

Pulpen Parker Frontier-ku tersangkut di saku kemeja batik. Kalian lihat, kan, ujung klipnya masuk ke dalam jahitan di saku. Ujung anak panah yang menjadi khas pulpen Parker menusuk ke situ.

2. Membasahi map batik dengan tumpahan kopi:

Aku sedang asyik memotong dan menempel kertas motif bunga-bunga di suatu bidang balok tadi pagi. Tak sengaja siku kiriku menyenggol gelas besar penuh kopi panas. Tumpahlah itu kopi. Haha.

3. Ke kota penghasil batik?

Kalau tak ada aral melintang dan gendala menghadang, malam ini aku berangkat ke salah satu kota penghasil batik. Sampai jumpa di sana, Saudara!

Puisi Ketimus

Jadi ceritanya aku sedang menganggut-anggut sendiri, membenarkan bahwa sekarang ide-ide sportif kreatif dalam hal berpuisi sudah banyak terkikis dari otak.

Lantas seorang kawan yang tidak perlu kita sebut namanya dan tunjuk batang hidungnya pun berkata bahwa menulis (puisi) adalah sebentuk cara untuk meluapkan emosi dan perasaan, dan apabila tidak punya emosi serta perasaan lebih baik tidak menulis (puisi) karena hasilnya akan jelek.

Karena pada siang tadi perasaanku adalah lapar dan emosi karena kelaparan, jadilah puisi ini:

Tertulis seribu pesan untukmu
Aku menuliskannya pada daun pisang
Lalu kubungkus dan kukukus
Maka jadilah ketimus

Bagi yang belum tahu makhluk apakah gerangan ketimus itu, silakan penasaran. Seingatku ketimus adalah penganan yang dibungkus oleh daun pisang seperti halnya lemper. Hanya saja ketimus tidak terbuat dari ketan melainkan parutan singkong.

Cara membuatnya aku kira gampang, Saudara. Pertama-tama, carilah terlebih dahulu kebun singkong. Lantas pilih kira-kira mana yang singkongnya sudah matang. Kemudian cabut, ambil singkongnya, bersihkan. Setelah itu kupaslah hingga telanjang. Baru setelah itu singkong bisa diparut menggunakan parutan. Baca lebih lanjut

Pembuat Tawa Sore Ini: Wanita

Sore ini pun rupa-rupanya ada saja yang membuatku tertawa terpingkal-pingkal.

The Panasdalam Bank – Wanita

Wanita.. wanita.. karenamu lahirlah manusia
Wanita.. wanita.. menirumu jadilah waria
Wanita.. wanita.. karenamu lahir majalah dewasa
Wanita.. wanita.. tidak semua pakai mukena

Tetapi tanpa wanita Adam hidupnya sunyi
Tetapi karena wanita aku ada di bumi

Wanita.. wanita.. tidak semua aktif PKK
Wanita.. wanita.. pahlawanmu harum namanya
Wanita.. wanita.. tidak semua Dharma Wanita
Wanita.. wanita.. punya toilet khusus wanita

Tetapi tanpa wanita Adam hidupnya sunyi
Tetapi karena wanita aku ada di bumi

Wanita.. wanita.. tahu banyak soal tetangga
Wanita.. wanita.. atur-atur soal belanja
Wanita.. wanita.. ibuku juga seorang wanita
Wanita.. wanita.. istriku juga seorang wanita

Tetapi tanpa wanita Adam hidupnya sunyi
Tetapi karena wanita aku ada di bumi

Ada pula sore ini membuatku senang. Tiba-tiba saja terdapat sepucuk surat, yang katanya dari Kantor Pos Kotagede Yogyakarta, ini di atas meja kerjaku. Wanita, terima kasih atas sore yang menyenangkan.

Pelikano

Jadi Sabtu kemarin itu aku pergi ke sebuah mal. Sebut saja Mall Kelapa Gading. Barangkali memang karena ada di kawasan Kelapa Gading maka mal tersebut diberi nama demikian. Apa yang menjadi tujuanku datang ke situ tidaklah kujumpai. Akan tetapi beruntunglah aku karena ketika aku iseng memasuki toko buku berlogo klip kertas di situ aku menemukan pulpen Pelikan Pelikano ini! Yey!

Pelikan Pelikano di toko alat tulis

Pelikan Pelikano di toko alat tulis

Barangkali aku terkejut karena kupikir tidak akan ada pulpen-pulpen semacam ini di sini (Indonesia). Aku sudah cukup terkejut ketika pergi ke toko alat tulis di Malang beberapa pekan lalu kudapati tinta botol Pelikan 4001 di situ.

Pulpen Pelikan Pelikano yang kutemukan Sabtu kemarin ini barangkali adalah model lama. Karena di situs resminya Pelikan Pelikano tidaklah berbentuk demikian.

Sampai saat ini pulpen inilah yang menjadi pulpen (fountain pen) yang paling murah yang kupunyai. “Cuma” Rp65k. Sudah termasuk 6 tinta “peluru”.

Di toko alat tulis ini aku pun menemukan mata pena berikut:

Senangnya akhir pekan lalu…

My Recent Acquisition

Jadi, Saudara. Tadi malam itu aku ke MOI. Niat janjian dengan kawan-kawan nonton The Internship. Itu loh, filmnya Owen Wilson yang magang di kantornya Google.

Sebelum ke bioskop aku sempatkan mampir dulu ke Gramedia. Ternyata persis di bawahnya bioskop. Aku pun lihat-lihat di bagian pulpen. Setelah lihat sana lihat sini, aku pun tertarik dengan pulpen Sheaffer warna merah bening. Pulpen yang kumaksud di sini tentu saja adalah vulpen atau fountain pen.

Entah Sheaffer seri apa, yang jelas bukan produk keluaran baru. Ringan sekali pulpen ini. Terkesan murahan. Akan tetapi berhubung aku menyukai warna merah transparannya (belum punya pulpen yang transparan), aku beli pulpen ini. Aku rasa harganya Rp265k, tanpa converter.

Si Mbak Pramuniaga aku tanya tentang tinta. Dikeluarkanlah beberapa tinta cartridge dan beberapa tinta botolan. Aku tidak tertarik dengan tinta cartridge, maka aku tidak membelinya. Aku lebih tertarik dengan tinta botolan yang diperlihatkan oleh si Mbak. Karena ada dua botol yang merupakan tinta produk lama Sheaffer. Botolnya unik, seperti botol selai dengan tutupnya yang kaleng.

Aku tanya harga tinta botol itu berapa, si Mbak jawab Rp60k. Aku tahu harga tinta botol Sheaffer yang baru, yang bentuk botolnya mengerucut itu, memang segitu. Tetapi ini kan produk lama, dan di salah satu botol masih tertera label harganya pula. Tertera Rp24k, bukan Rp60k!

Aku coba protes dong ke si Mbak. Si Mbak kemudian BBM ke “bos”-nya. Lama sekali aku menunggu balasan. Aku pikir terlalu mahal membeli tinta “biasa” seharga Rp60k begitu. Tinta Pelikan 4001 lama yang kubeli di Malang dua pekan lalu saja harganya Rp17,3k. Belum lagi tinta Parker Quink harganya cuma Rp27k. Maka tentulah harga tinta Sheaffer Skrip ini memang benar cuma sebesar Rp24k.

Akhirnya si “bos” membalas, dan harga kedua botol tinta ini Rp60k masing-masing. Aku pun mengalah dan membelinya seharga segitu. Lumayanlah untuk menambah koleksi.

Jadi, inilah koleksiku terbaru:

Pulpen Sheaffer dan Botol Tinta Sheaffer Skrip

Pulpen Sheaffer dan Botol Tinta Sheaffer Skrip