Buku Layang-Layang

Kalian tahu tidak kalau aku ada ketertarikan dengan dunia buku-buku, perkertasan, dan cetak mencetak? Akulah orangnya yang juga suka aroma buku-buku baru dan juga aroma uang kertas cetakan baru. :D

Nah, dengan begitu akan kutunjukkan kepada kalian sedikit pertunjukan mengenai kelahiran sebuah buku sebagai berikut.

Bagaimana? Bagus sekali, bukan?

Kalian tahu tidak kalau sekarang di sini masih musim layang-layang? Kan sudah kukatakan kepada kalian dalam postingan “Tahukah Kalian” beberapa waktu lalu itu? Sudah pula kuperlihatkan bukti dalam postingan “Senar Layangan” itu?

Nah, dengan begitu akan kutunjukkan kepada kalian sebuah desain layang-layang yang unik buah karya seniman Inggris Daniel Frost sebagai berikut.

Desain layang-layang oleh Daniel Frost

Desain layang-layang oleh Daniel Frost

Bagi kalian yang berkenan melihat desain-desain lainnya yang tak kalah unik, silakan saja pergi ke laman berikut ini:

Layang-layang (updated)

Sekarang musim layang-layang, ya? Kok banyak kulihat di angkasa banyak beterbangan layang-layang merahkuninghijaubiruputihungujinggahitamabuabu. Waktu ke Bandung Ahad kemarin juga kulihat layang-layang beterbangan. Bak burung bulbul yang sedang mencari mangsa, kata kawanku. //Emang tau burung bulbul tu yang kek mana?? Yah, jadi teringat. Belum kulanjutkan cerita waktu aku kondangan ke Bandung itu, ya? Waduhaduh™, besok deh InsyâAllâh.//

Teringat masa-masa ‘ku muda dulu nih jadinya. //Sekarang juga masih muda. Hwehe.//

Waktu zaman dahulu kala, ketika diriku ini masih belia, aku seringkali berpanas-panasan di tanah lapang. Berjemur? O, tentu tidak. Dengan berbajukan kaos berkolorkan celana pendek dan bersandalkan jepit tanpa ingus di hidung, //halah bahasanya// aku melangkah pasti dengan menenteng kaleng bekas yang dililiti senar yang tersambung dengan layangan. Bersama kawan-kawan senasib seperjuangan, aku bermaksud menerbangkan layang-layang kesayangan yang kubeli di desa seberang. //Soalnya layangan buatan sendiri ga bisa terbang. Hoho.//

Kusiapkan layanganku, kutarik-tarik senarnya. Tapi oh tapi, layangan kawan-kawanku sukses terbang tinggi sementara layanganku selalu nyungsep ke sana ke mari. Tak gentar tak putus harapan, layanganku kusiapkan kembali. Kutarik senar kembali. Dan…ia pun nyungsep lagi. Buhuhu. Nasib oh nasib. Ternyata tak berbakat aku menerbangkan layangan. Karena itulah cita-citaku menjadi pilot kubatalkan. Kacian. //Sampai sekarang aku sama sekali belum pernah dengan sukses menerbangkan layang-layang, lho. Memalukannya diriku.//

Wah, jadi ingat lagu masa-masa SD ini:

Kuambil buluh sebatang
Kupotong sama panjang
Kuraut dan kutimbang dengan benang
Kujadikan layang-layang

Bermain, berlari
Bermain layang-layang
Bermain kubawa ke tanah lapang
Hati gembira dan riang

Benar kagak tuh liriknya? Judulnya apa, ya? Penciptanya siapa pula? Hoho. Kagak ngarti.

Lagu tentang layang-layang ada satu lagi yang kutahu. Lagunya Koes Plus:

Layang-layang yang kusayang
Layang-layang yang kusayang
Jauh tinggi sekali
Melayang-layang

Layang-layang benang panjang
Layang-layang benang panjang
Kutarik kencang sekali
Putus di tangan

Layang-layang
Layang-layang yang kusayang
Jauh tinggi melayang
Akhirnya jatuh di hutan

Benang panjang
Benang panjang ikut melayang
Hancur lebur berantakan
Karena datangnya hujan

Entah mengapa, kupikir lagu ini lucu. Ya lucu aja, liriknya tentang layang-layang, tapi alunan nadanya mellow. Yah, orang dewasa ngomong layang-layang begini jadi aneh. Hoho.