Usaha Bohong

Di atas bumi ini, di mana tumbuh di hamparannya beragam tanaman indah semacam flamboyan dan kamboja, ternyata ada orang memiliki pendapat tidak sama dengan pendapatku perihal berbohong. Mengherankan, memang.

Orang-orang ini adalah mereka dengan pendapatnya sendiri bahwa berbohong adalah sebuah usaha. Apabila mereka menghendaki dirinya aman dan tenteram, berbohong merupakan salah satu cara berusahanya. Maka di antara mereka inilah profesi penipu ditekuni sebagai sebuah penghidupan.

Ada satu hal pembuat keherananku menjadi berlebih, Saudara. Yaitu apabila orang-orang ini meminta usaha berbohong mereka diapresiasi sehingga tak hanya harus segera diampuni dan dimaafkan melainkan pula layak untuk dipuji. Orang-orang inilah sejatinya berbohong hanya demi melindungi diri mereka pribadi meskipun dilisankan bahwa usaha mereka ini untuk melindungi kekasihnya.

Dengan habisnya batagor dalam piringku, berakhir pula kesan dan pesanku mengenai usaha bohong ini. Kita jumpa lagi di lain kesempatan. Selamat sore.

Jadi?

Jadi barusan aku berniat hendak memberitahukan sebuah kabar atau sesuatu hal kepada kalian. Akan tetapi, berhubung lupa, maka bolehlah foto cemeng alias kucing anakan berikut:

Anakan Kucing #1

Anakan Kucing #1

Aku kasih bonus satu, nih:

Anakan Kucing #2

Anakan Kucing #2

Setelah memajang foto kucing kasihan ini, jadilah aku ingat kelupaanku tadi. Aku ingin mengabarkan kepada kalian bahwa tepat satu bulan ke depan adalah hari baik untuk melangsungkan segala acara, karena bertepatan dengan tanggal sepuluh bulan sebelas tahun dua belas. Kan?

Sekian.

Hari Batik Tidak Beruntung

Jika kemarin adalah harinya Pancasila, maka hari ini adalah harinya batik. Sedangkan besok adalah harinya debu dan lusa adalah harinya orang-orang berkumis.

Maka pembuat diriku spesial di hari ini adalah aku mengenakan kemeja batik bukan dalam rangka merayakan Hari Batik melainkan karena hari ini adalah Selasa. Dengan demikian barangkali inilah penyebab diriku tidak atau kurang beruntung meski mengenakan baju batik.

Pada suatu malam di mana langit mendung sehingga purnama hanya tampak sesekali dan itu pun buram, hawa gerah menyelimuti bumi Rawamangun. Hatta, malam tersebut dapat dikatakan sebagai tadi malam sehingga berlaku persamaan sebagai berikut:

Dalam pada itu, tiba-tiba kartu SIM pada ponselku rusak sehingga tidak bisa kugunakan untuk menelepon atau sekadar mengirim SMS iseng dan jahil. Maka konon kabarnya banyak kawan menjadi kesal karenanya, yaitu karena tidak bisa membalas kejahilanku. Lanjut membaca

Klem Kertas

Klem Kertas (Binder Clip)

Klem Kertas (Binder Clip)

Klem kertas (binder clip) sering dianggap sebagai benda remeh-cemeh karena tersedia banyak di kantor. Padahal fungsinya sebagai pemersatu lembar demi lembar kertas tidak dapat digantikan oleh benda lain. Apabila lembaran kertas tidak begitu banyak, boleh saja menggunakan klip kertas (paper clip). Akan tetapi kalau ingin menyatukan lembaran kertas bertumpuk-tumpuk sehingga tebal, tentulah klip kertas tak sanggup mengerjakannya. Kan begitu?

Klem kertas sering digunakan untuk menggabungkan lembaran-lembaran naskah kontrak atau dokumen lainnya sebelum kemudian dijilid atau dikokot (staple). Bisa juga digunakan untuk menjepit kertas atau tumpukan kertas pada sebuah papan landasan menulis (writing pad) sehingga bisa dibawa ke mana-mana dan mudah untuk ditulisi. Apabila sedang tidak dibawa bepergian, boleh juga disimpan dengan cara digantung di dinding karena klem kertas memiliki dua buah tangkai berlubang sebagai kaitannya. Demikianlah sehingga fungsi klem kertas dapat dikatakan semipermanen.

Akan tetapi, fungsi klem kertas dapat menjadi permanen apabila tidak ada keinginan dari pemakainya untuk menjilid atau mengokot naskah kontrak atau dokumen tersebut. Atau bisa jadi apabila pemakainya sedang menghemat dana penjilidan atau sekadar malas. Dengan begitu klem kertas kemudian menjadi satu bagian dengan naskah kontrak atau dokumen tersebut. Harap baca tulisan selanjutnya agar tidak tersesat!

Menunggu Nantian Lanjutan

(klik elipsis di samping untuk menyimak kisah sebelumnya)

Hujan sudah lama berhenti. Maka anak-beranak katak atau kodok, entah apa bedanya, serentak menyanyikan lagu ritual semacam ucapan syukur mereka kepada langit atas dicurahkannya berkah.

Suara ‘tek dung’ pun berbaur akur dengan alunan ‘krik-krik’. Adapun ‘dug dug’ bunyi jantungku fungsinya sebagai penjaga tempo dalam orkestra malam ini. Akan tetapi semakin malam semakin cepatlah tempo, menandakan kegelisahanku semakin menjadi-jadi.

Kupejamkan saja mataku. Maka gelap malam pun berubah menjadi seputih kabut. Kututup pula telingaku. Maka detak jantung adalah bunyi satu-satunya. Dengan begitu hidungku semakin peka terhadap bebauan. Maka dapat kuhidu aroma lumpur bercampur dengan bata. Kuhidu pula wangi bunga kemboja di atas kepalaku. Lanjut membaca

Dorongan Menarik

Sedikit ulas bahasa saja.

Kalian tahu apa itu motivasi? Semua dari kalian bisa jadi menjawab bahwa motivasi itu adalah dorongan penyebab seseorang tergerak melakukan sesuatu demi mencapai tujuan tertentu. Kan begitu?

Kalau pertanyaannya “apa motivasinya sehingga kalian bekerja?” apakah jawaban kalian? Kalian bebas menjawab uang, demi menafkahi anak-anak dan istri-istri, kedudukan terhormat, dan sebagainya.

Dengan demikian aku akan berujar: tetapi bukankah itu semua adalah hal-hal capaian atau tujuan raihan kita?

Pernahkah kalian merenungkan apa itu makna dorong-mendorong-dorongan? Sesungguhnya “dorong” itu lebih dekat kepada “tolak”, Saudara. Mendorong adalah menolak sesuatu sehingga sesuatu tersebut bergeser kedudukan dari tempatnya semula.

Maka apabila motivasi adalah sebuah dorongan, bukankah termotivasinya seseorang berarti ia akan menjadi semakin jauh dari motivasinya itu?

Mengapa tidak kita gunakan saja kata “tarikan”, misalnya?

Hawamangun Membakar Harddisk

Kalian tahu siapa berani membakar rambutku? Tak lain adalah teriknya Rawamangun siang ini. Bahkan dengan angin sepoi-sepoi ini penguapan atas cairan di atas kepalaku menjadi semakin cepat berlangsung.

Dalam pada itu, isi kepalaku sedang dalam keadaan kacau berantakan. Hal ini diakibatkan oleh hilangnya data dua tahun terakhir ini sebanyak 600 GB lebih. Bagaimana mungkin aku bisa seceroboh ini?

Halah, ngomong apaan sik?

Kejadian-kejadian semacam ini sudah sering kutakutkan sejak bertahun-tahun lalu. Komputer boleh rusak, tetapi kandungan di dalam harddisk tidak boleh ikut rusak apalagi lenyap. Menyesal adalah sebuah keterlambatan. Maka kata-kata mutiara “lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali” tidak berlaku dalam hal ini. Memang tak ada guna menangisi kepergian data ke alam matrix.

Jadi, Saudara, bagaimana akhir pekan kalian?

Posted from WordPress for BlackBerry.

Analogi Manis

Dalam beberapa kasus, kekerasan dapat diperlunak dengan kelembutan. Akan tetapi dalam kasus-kasus khusus kekerasan dapat diperlunak hanya dengan kemanisan.

Apabila kekerasan hati atau kepala tidak dapat diluluhkan menggunakan kelembutan perasaan, itulah tanda bagi kita untuk menggunakan senjata alternatif yaitu kemanisan senyum dan sikap.

Kalian tak percaya dengan teoriku ini? Bagaimana bisa kalian tidak memercayainya padahal gigi-gigi kerasku telah dapat dilubangi oleh manis senyumnya dan gula-gula pemberiannya!?

Posted from WordPress for BlackBerry.