…
Sejurus kemudian dia datang kembali. Kali ini dengan membawa segerombolan preman bermuka sangar. Aku ketakutan. Tungkaiku gemetaran. Tanganku tak bisa diam. Gigi-gigiku gemertak bertubrukan. Aku benar-benar ketakutan setengah modar!
Preman-preman itu bertubuh kekar. Seorang ada yang lengannya ditato gambar naga, ada pula yang lehernya ditato sisik ular kobra. Ada satu yang bertelanjang dada, hingga terpampang jelas tato gambar pisau seakan menikam dadanya. Preman yang paling depan malah punya codet di pelipis kanannya. Di pinggangnya tersarung sebuah golok. Mimpi buruk apa aku semalam didatangi para monster Kampung Rambutan?
Dia yang bercodet itu dengan santai mendekatiku. Ditariknya kerah bajuku, didekatkannya mulutnya ke telinga kananku. Bulu kudukku sudah berdiri, dan bunyi gemertak itu makin menjadi-jadi. Dibisikkanlah olehnya:
“Jadi elu yang nyelametin adek gua? Tengs berat, ya.”
…
Terinspirasi dari postingan beberapa bulan yang lalu dan sedikit kisah nyata.