Sarapan Itu Penting

Sarapan itu penting. Ya, sarapan itu ternyata penting. Sudah kualami sendiri. Hari ini dan beberapa hari yang lalu, nekad tidak sarapan. Alhasil, perut keroncongan tidak keruan sejak tadi. Bawaannya ingin marah melulu. Kerja tak bisa konsentrasi. Wah, pokoknya nggak enak banget.

Karena bawaannya ingin marah terus, teman-teman yang jadi korban. Dibecandain sedikit, ngambek. Ditanya-tanya, marah. Yah, sudah kek anak perempuan yang lagi PMS (premenstrual syndrome) aja.

Mengenai tiba-tiba bawaannya pengen marah ini sebenarnya tak hanya ketika lagi lapar, ketika kebelet pipis pun iya. Kalau misalnya sedang ber-HIV (HIV = hasrat ingin vivis) sementara kerjaan lagi nanggung, jadinya ya pengen marah-marah aja. Keganggu sedikit, langsung ngomel. Ngomongnya pakai nada tinggi. Bahkan sampai kesenggol sedikit pun langsung naik tensi. Waduhaduh™….

Makanya, sebaiknya ketika akan shalât pipis dulu. Nggak lucu kan menghadap Tuhan dengan kondisi marah-marah melulu. Juga kalau misalnya lagi lapar banget, ya makan dulu secukupnya. Jangan sampai kekenyangan tapi, nanti malah malas shalât jadinya.

(^_^)v

“Bukanlah orang yang kuat itu orang yang kuat dalam berkelahi, tetapi orang yang kuat adalah yang bisa menguasai hawa nafsunya ketika marah.” <HR. Muslim>

Satu pemikiran pada “Sarapan Itu Penting

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s