Perjalanan The-Penampakanz Band Episode 2½

Pada episodeepisode sebelumnya, telah dikisahkan awal-mula kelima personil The-Penampakanz Band menginjakkan kakinya di Jakarta. FARIJS van Java yang masih tinggal di pengungsian, BNGKY yang sekarang menjadi pengamen jalanan, KRISNAAA yang menjadi tukang minta-minta, IRRR yang menjadi tukang obat, serta AANK yang cintanya kandas di tengah jalan.

Sebagaimana dikisahkan dalam episode sebelumnya, AANK pupus harapan untuk meminang ITEMZ. Selanjutnya ia tidak pulang ke kampungnya, melainkan menetap di Jakarta. Bertambahlah jumlah pengangguran di Jakarta. Bertambahlah pula jumlah gelandangan di ibukota. Semakin sedikitlah jatah oksigen untuk tiap-tiap penduduk Jakarta karena harus berbagi dengan si AANK. Padahal persediaan oksigen di Jakarta sudah semakin terbatas. Ya, mau bagaimana lagi. Lha wong area hijaunya saja sedikit. Belum lagi polusi asap kendaraan bermotor ada di mana-mana. Bisa-bisa oksigen menjadi barang langka dan hampir punah. Kemudian oleh oknum-oknum penimbun sembako, oksigen akan dijadikan komoditas dagang.

Oksigen sangat mungkin akan dipasarkan dalam bentuk dibotolkan sebagaimana halnya dengan air minum. Harganya perbotol dipastikan akan jauh melebihi harga perliter bensin yang sekarang harganya sedang naik-daun. Kemudian salah satu advertising agency akan membuat iklan produk oksigen botolan tersebut:

“Apapun makanannya, nafasnya Oksigen Botol SoSlow.”

Oksigen Botol SoSlow

Lanjut!

Di bawah naungan lembayung senja AANK menyusuri jalanan Tanahabang. Sempat beberapa preman mencoba memalak AANK. Namun para preman tersebut mengurungkan niatnya setelah melihat rona kepedihan di wajah AANK. Dua preman malah sempat mengucurkan air mata melihat keharuan yang teramat sangat pada diri AANK. Salah satu preman bahkan memberikan AANK sejumlah uang, katanya:

“Kasian bener lo, Thong. Gw aje yg preman sedari orok sampe nangis ngeliat kusutnye muke lo. Nyang tabah aje, ye. Jakarta emang kejam. Nih, gw kasih duit sekadar buat jage-jage kali aje preman-preman nyang lain pade cobe-cobe malakin elo. Cup cup cup….”

Dikasihani oleh preman malah semakin membuat AANK sedih. Menangislah si AANK. Kejer. Bahkan sang penulis pun tidak bisa menggambarkan kesedihan hati AANK waktu itu. Terlampau tragis. Yang jelas, kala itu AANK dirundung duka yang teramat mendalam. Hatinya terselimuti oleh kabut kepedihan. Kepedihan seseorang yang dicampakkan. //Malang nian nasibmu, Nak.//

Hingga tibalah waktu malam. Langit waktu itu terang benderang. Sinar bulan purnama memancar mengenai wajah AANK. Bintang-bintang di langit berkelap-kelip seakan-akan memahami duka yang sedang dirasakan oleh AANK. Lambaian sang angin malam mengurai rambut AANK yang memang sudah berantakan. Udara malam itu begitu menusuk hingga tulang-belulang.

AANK yang waktu itu duduk di emperan toko bersama para gelandangan, mulai memecah kesunyian malam. Mulutnya bergumam seperti sedang menyenandungkan sebuah lagu. Dan ternyata memang benar. Keluarlah suara dari mulut AANK; sebait-duabait lagunya The Rock yang berjudul Munajat Cinta:

malam ini kusendiri
tak ada yang menemani
seperti malam-malam
yang sudah-sudah

hati ini selalu sepi
tak ada yang menghiasi
seperti cinta ini
yang s’lalu pupus

Tuhan jodohkanlah aku
dengan si Itemz Sarkinemz
yang mencintai aku
apa adanya

Cinta memang memberikan arti yang sangat istimewa bagi pasangan pria dan wanita. Namun cinta kepada lawan jenis ini hendaknya tidak melebihi cinta kepada Tuhan Yang Maha Esa. Cinta lawan jenis adalah perasaan yang lahir dari tuntutan fitrah manusia. Dan cinta ini memang merupakan sebuah karunia dari kelembutan hati dan perasaan manusia. Suatu karunia yang diberikan oleh Sang Maha Pencipta yang tentunya membutuhkan bingkai yang jelas. Sebab terlampau banyak dari para pengagung cinta ini yang kemudian menjadi hamba-hamba yang tersesat.

Kerusakan moral generasi muda bangsa ini, sebagian besar terjadi karena persepsi yang salah tentang cinta. Seks bebas di kalangan muda-mudi yang marak belakangan ini adalah salah satu buktinya. Sungguh sudah terlalu banyak penyimpangan yang terjadi. Semuanya karena pemujaan yang berlebihan akan cinta dan cinta dijadikan sebuah pembenaran untuk melakukan pelanggaran.

“Gw cinta ama lo. So, so what gitu loh? So what kalo kitcha berganjengan changan, saling berpelukhan, kemujian chiuman, and then kitcha lanjutchkan permainan kitcha di atchas ranjhang. Nikmach, bukhan?”

Kebanyakan dari kita mendeklarasikan cinta dengan dangkal. Hanya ada cinta untuk sebuah persaingan. Sementara cinta untuk sebuah kemuliaan, kerja keras dan pengorbanan, serta jembatan jalan menuju surga dan kemuliaan dari Tuhan, tak pernah terdeklarasikan.

Duhai Tuhanku
Bila kelak aku jatuh cinta
Jangan biarkan cintaku untuk-Mu berkurang
Sehingga aku terlena memuja-Mu
Duhai Tuhanku
Bila kelak aku jatuh cinta
Pertebal rasa cintaku kepada-Mu
Sehingga aku tidak melupakan-Mu

Duhai Tuhanku
Bila kelak aku jatuh cinta
Pilihkanlah seseorang yang juga mencintai-Mu
Sehingga aku semakin mencintai-Mu

Kau begitu sempurna
di mataku Kau begitu indah
Kau membuat diriku akan s’lalu memuja-Mu

di setiap langkahku
ku ‘kan s’lalu memikirkan diri-Mu
tak bisa kubayangkan hidupku tanpa cinta-Mu

“Ya Tuhanku, jadikanlah cintaku kepada-Mu jauh melebihi cintaku pada harta, tahta, dan wanita.”

Pagi pun datang menjelang. Sang mentari mulai bekerja menyinari seantero Jakarta. AANK berjalan seorang diri. Berjalan mencari tempat tinggi di Jakarta, untuk melancarkan aksinya bunuh diri. Ya, lagi-lagi si AANK berencana untuk mengakhiri hidupnya. //Dan lagi-lagi sebuah penyimpangan karena cinta yang dangkal.//

Dilihatnya dari kejauhan tampak sebuah menara berpuncak emas. Itulah Monas. Monumen Nasional; salah satu kebanggaan warga Jakarta. Bergegas si AANK ke sana. Hingga sampailah ia di Monas. AANK pun mengantri untuk membeli tiket masuk ke Monas. Sambil mengantri, AANK mendendangkan sebuah lagu. Sebuah lagu lawas gubahan P Project sebagai berikut:

Di pintu masuk Monas
Banyak calon pengunjung
Yang berdesakan takut nggak kebagian
Karcis pun hampir habis
Calon pengunjung kaget
Saling dorong saling ngimpit saling gencet

Hati-hati jangan panik
Suasana bisa kacau…

Antrilah di loket
Untuk beli tiket
Siapkan dompet
Awas ada copet
Antrilah semua
Biar disiplin
Walau k’pala pusing
Betis varises
Asal dapat tiket

Lagi-lagi orang-orang yang sedang mengantri memberikan uang kepada AANK seakan-akan AANK sedang mengamen. //Yah, memang dasar nasib dikira pengamen.// Sebenarnya bukan karena suara AANK yang merdu orang-orang tersebut memberikan uang. Tapi lebih karena wajah murungnya AANK yang membuat orang menjadi iba.

Sementara itu, di bagian luar Monas turunlah seorang pemuda dari metromini. Pemuda dengan gitar tuanya tersebut, tak lain tak bukan adalah BNGKY. Rupanya BNGKY baru saja mengamen di dalam sebuah metromini, yang tentunya lagi-lagi sepi penumpang. Sebenarnya alasan mengapa BNGKY lebih suka mengamen di dalam bus atau metromini yang sepi penumpang bukanlah karena lebih leluasa mengeksplorasi bakat bermusiknya sebagaimana tersebut dalam episode sebelumnya. Alasan sebenarnya adalah bahwa BNGKY terlampau pemalu untuk sekadar berbicara, apalagi bernyanyi. Maklum saja, BNGKY adalah salah seorang penggemar jengkie alias jengkol sehingga apabila ia membuka mulutnya, keharuman nafasnya mampu membuat orang pingsan lima hari lima malam tak sadarkan diri. Oleh sebab itu, seringkali si BNGKY mengamen tanpa bernyanyi, hanya dengan petikan-petikan gitar saktinya yang mengeluarkan melodi yang sangat sedap dipandang mata. //Loh kok?//

Jenuh dan lelah, itulah yang dirasakan BNGKY. Kemudian ia berniat untuk sekadar me-refreshing-kan diri dengan pergi ke puncak Monas. Sewaktu di depan loket, BNGKY baru menyadari bahwa untuk naik ke puncak Monas tidaklah gratis. //Di Jakarte mane ade nyang gratis, coy!// Sementara BNGKY seharian tidak mendapatkan uang dari hasil mengamen. //Yaiyalah, secara mengamennya di bus yang kosong. Mana ada yang ngasih, men….//

AANK yang saat itu juga tengah mengantri, melihat gelagat si BNGKY yang mencurigakan tersebut. “Sepertinya orang ini tidak punya uang,” pikir AANK. Setelah yakin akan perkiraannya, akhirnya AANK pun menawarinya bantuan berupa pinjaman lunak dengan bunga ringan dan tanpa syarat. BNGKY pun menyanggupi. Itulah asal-muasal perjumpaan mereka berdua. Perjumpaan yang tidak disengaja, dan dengan relationship pertama mereka yaitu antara lender dan debitor.

Setelah mendapatkan tiket, mereka pun bergegas masuk. Untuk naik ke puncak Monas, AANK, BNGKY, dan para pengunjung lain harus mengantri lagi. Kali ini mengantrinya jauh lebih lama dan lebih membosankan daripada mengantri di loket. Karena jenuh mengantri, BNGKY iseng-iseng memetik dawai-dawai gitarnya //kek mangga aja dipetik//. Dimainkanlah melodi-melodi terindah yang pernah dimainkannya. Sebuah melodi dari lagunya Sheila On 7 yang berjudul Pria-Pria Kesepian. Secara spontan, AANK mengiringi petikan gitar si BNGKY dengan bernyanyi:

Kami adalah pria-pria penampakan
Jauh dari rumah dan ditinggalkan cinta
Coba dengar keluhan kami
Pria penampakanAku t’lah berjanji
Akan jadi selebritis
Tapi kau s’lalu pergi
Bersama impian artismu

Nanananananananana
Nanananananananana

Aku t’lah berjanji
Jadi artis malam ini
Tapi hujan badai
Telah datang menemaniku

Setelah selesai satu lagu, para pengunjung yang sedang mengantri itu pun bersorak-sorai. Mereka bertepuk tangan, serta melemparkan recehan ke arah AANK dan BNGKY. AANK dan BNGKY bahagia mendapatkan standing applause dari para hadirin. //Yaiyalah, secara itu kan lagi ngantri. Pasti berdiri, kaleee….// Kemudian BNGKY berkata kepada AANK:

“Sobat, kau memang yahud. Suaramu lantang, selantang kernet angkot. Suaramu merdu, semerdu derap langkah serdadu. Suaramu lembut, selembut lelembut. Sudikah kiranya dikau berkolaborasi dengan ambo? Kita pasti bakal menggebrak dunia musisi jalanan. Kita pasti bakal menjadi pengamen terkenal! Bagaimana?”

“Inyong emang mantan kernet angkot. Maap, sobat. Inyong sebentar lagi akan mati. Inyong datang ke sini mau bunuh diri. Tapi bolehlah kiranya inyong sama kowe orang berkolaborasi di neraka nanti.”

“Kenapa, sobat? Kenapa dikau berpikiran sepicik itu? What’s wrong with you? What’s the problem? Maybe I can do something to help you? If you do, I will do. So, you and I do-do-an. OK?”

“Hey! What new only you talk? I not know what-what.”

AANK pun menceritakan kisahnya yang tragis kepada BNGKY. Rupanya pembicaraan AANK dan BNGKY sedari tadi dikuping oleh KRISNAAA yang waktu itu memang sedang meminta-minta di sana. Mendengar bahwa AANK akan bunuh diri, sang KRISNAAA menjadi gembira. Dengan ekspresi muka licik, sang KRISNAAA berbisik dalam hati:

“Yah, ada orang yang mo bunuh diri di mari. Kesempatan! Ikutin ah, biar nanti uang asuransi sebesar Rp 6 jutanya buat gw aja. Hehe….”

Ketiga orang tersebut akhirnya sampai jua di puncak Monas. Ternyata di puncak Monas tidak memungkinkan bagi AANK untuk melancarkan aksi bunuh dirinya. Tidak ada celah baginya untuk bisa melompat keluar. Mengetahui hal itu, hati AANK menjadi semakin sedih. Sambil mewek, AANK pun mengeluh:

“Mengapah? Mengapah!? Mengapah aku tidak diizinkan bunuh dirih!? Mengapah!? Mengapah Monas begitu kejam!??”

Mendengar itu, BNGKY pun menasihati:

“Tenanglah, sobat. Dikau jangan berprasangka buruk seperti itu terhadap Monas. Monas tidak bermaksud mengekang hakmu untuk bunuh diri.”

“Tidak! Semuanya sama sajah! Tidak Itemz, tidak Monas, semuanya samah! Semuanya mencampakkanku. Semuah menganggapku nista!”

“Jangan berkata seperti itu, sobat. Nyebut, but, but…. Semua telah digariskan. Kalau dikau memang jodoh dengan si Itemz, pasti Itemz akan kembali ke pelukanmu. Sekarang bukan saatnya untuk bersedih, kawan. Sekarang bukan saatnya untuk mengeluh dan berputus asa. Janganlah saling menyalahkan. Ayo bersemangatlah, kawan. Berteriaklah, teman. Berteriaklah sekencang-kencangnya. Biar hatimu lega.”

Mendengar nasihat dari BNGKY, AANK pun menghentikan isak tangisnya. Kemudian AANK berdiri di pojokan; berteriak keras:

“Yayang Itemz…! Tunggulah Abang! Abang AANK pasti akan kembali kepadamu! Abang AANK pasti akan menjadi terkenal! Bersabarlah, Yayang Itemz…!”

Itemz aku mohon beri kesempatan
‘tuk bisa menjadi pengamen yang terkenal
maafkanlah aku t’lah kecewakanmu
aku tidak pernah menyangka bisa begini

oh, Itemz
dengarkanlah

Itemz, kaulah hidupku
aku cinta padamu sampai mati
Itemz, belahlah dadaku
agar kau tahu
agar kau mengerti

BERSAMBUNG

===

10 pemikiran pada “Perjalanan The-Penampakanz Band Episode 2½

  1. #tante itemz
    yah, tante. ini pan cuma cerita piktip.

    cerita ini hanyalah piktip belaka. nama-nama, kejadian, hanyalah comotan pengarang yang memang disengaja.

    (^_^)v

    pis tante….

    Suka

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s