Perjalanan The-Penampakanz Band Episode 3¾

Dalam ¾ episode sebelumnya telah dikisahkan kehidupan karier AANK, BNGKY, dan KRISNAAA sebagai musisi jalanan. Kemudian bergabunglah IRRR ke dalam grup pengamen mereka tersebut. Pada episode kali ini, akan diceritakan bagaimana kelima calon personil The-Penampakanz Band memulai kariernya dari bawah. Bagaimana keempat grup pengamen cikal bakal The-Penampakanz Band yang beranggotakan BNGKY, AANK, KRISNAAA, dan IRRR menjalani hari-harinya. Juga dikisahkan bagaimana FARIJS menjalani kehidupannya di pengungsian. Dalam episode ini juga akan dikisahkan … //Ah, kelamaan nih intronya. Buru atuh, Bang Penulis. Sok masuk ke ceritanya.//

Oke. Sekarang mari kita mulai episode kali ini. Sebelum kita lanjutkan, terlebih dahulu penulis informasikan bahwa ini adalah episode 3¾ dari total 4 episode “Perjalanan The-Penampakanz Band”. Harap pembaca catat bahwa penulis tidak bermaksud ikut-ikutan Bang Andrea Hirata dengan tetralogi “Laskar Pelangi”-nya yang sangat terkenal itu. Penulis memang membuat kisah ini menjadi empat episode karena memang sudah tidak ada ide lagi dalam meneruskan kisah perjalanan mereka. Dan harap pembaca catat juga bahwasanya setelah episode ini masih ada sekitar ¼ episode lagi untuk menggenapkan tetralogi Perjalanan The-Penampakanz Band.

Dalam episode terakhir tersebut nantinya akan diceritakan kehidupan pribadi masing-masing personil The-Penampakanz Band. Mulai bagaimana pertobatan FARIJS, apakah tobat yang sungguh-sungguh. Bagaimana juga kisah percintaan antara AANK dengan ITEMZ. Tentang KRISNAAA dengan sepeda kuntet kesayangannya, apakah akan dipertemukan kembali, tentang…. //Ah, kelamaan! Udah dong. Penonton udah nggak sabar, nih!//

Ya sudah kalau begitu. Akan kita lanjutkan kisah “Perjalanan The-Penampakanz Band” ini, tentunya setelah kita saksikan pesan-pesan berikut ini. //Huuuu! Penonton kecewa! Kembalikan uang kami! Kembalikan uang kami! [nimpuk-nimpukin telor mata sapi ke penulis]//

AANK, BNGKY, KRISNAAA, dan juga IRRR kini menjadi empat sekawan. //Nah, yang ini baru benar. Sekawan itu empat.// Kemana-mana tak terpisahkan. Bahkan untuk ke toilet pun mereka bersama. Alasannya adalah agar membayar uang kepada penjaga toiletnya cukup untuk ongkos satu orang. //Kok sepertinya pernah baca? Yah, ini mah mengulang script di episode sebelumnya. Gak kreatif nih, penulisnya. Huuuu! [nyambit penulis pake telor dadar gulung]//

Dalam menekuni pekerjaan mengamennya, mereka memegang satu prinsip yaitu “rawe-rawe rantas, malang-malang putung.” //Sekali lagi ngulang script, kami sambit pake telor setengah mateng yang baru dibrojolin ama ayam beranak, lo!// Sabar, para pembaca yang budiman. Suer! Kali ini tidak mengulang. Kali ini artinya benar. Artinya adalah “bersatu kita teguh, bercerai kawin lagi.” Eh, keliru. Yang benar “bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh.” //Nah, ini baru bener….//

Dalam mengamen mereka selalu bersatu demi satu tujuan: sekeping-duakeping receh demi sesuap-duasuap nasi. Si AANK pada vocal, BNGKY pada guitar, sang KRISNAAA pada bass, dan IRRR pada backing vocal dan juga kantong plastik. //Itu lho, buat mintain uang amenan.// Semuanya saling mengisi, saling kompak dalam aksi mengamennya.

Mereka giat mengamen dari satu metromini ke metromini yang lain, dari kopaja yang satu ke kopaja yang lain, dari bus satu ke bus yang lain. Bahkan bus TransJakarta pun tak luput dari target amenan mereka. Mereka sempat mengamen di dalamnya, sebelum akhirnya diturunkan secara paksa oleh petugas PAM TransJakarta. Kata si petugas, “Gile lo ye! Ngamen di busway…. Kagak boleh!”

Kasihan juga mereka. Mereka sebenarnya tidak salah. Toh tidak ada larangan tidak boleh mengamen di dalam busway. Tidak ada stiker yang bertuliskan “Dilarang Mengamen” di halte-halte maupun di dalam bus TransJakarta itu sendiri. Paling banter cuma peringatan “Dilarang Makan dan Minum”, “Dilarang Membawa Hewan Peliharaan”, “Dilarang Merokok”. Juga ada anjuran untuk memprioritaskan lansia, orang cacat, dan ibu hamil untuk duduk. Sama sekali tidak ada tulisan “Dilarang Mengamen Di Sini” ataupun logo/icon yang mengacu kepada pelarangan tersebut. Jadi sebenarnya sah-sah saja mereka mengamen di dalam busway. Tapi apa boleh buat, lah. Petugas tidak boleh dilawan.

Pernah suatu ketika, atas rekomendasi tukang penjual rokok di tepi jalan, mereka berempat mengamen di kawasan Taman Lawang.

“Dateng aje malem-malem ke Taman Lawang. Di sono rame banget, apalagi pas malem minggu. Tukang ngamen pasti laku dah di sono. Lagian nyang dateng ke sono tuh orang-orang tajir semua. Banyakan pada naik BMW, coy. Pasti elo-elo bakalan kebanjiran order, dah….” kata si tukang penjual rokok sok meyakinkan sembari ngempet nahan cekikikan.

Tergiur akan banyaknya orang yang bakal didapat, mereka berempat pun mengikuti saran dari si tukang penjual rokok. Maka pada suatu malam minggu, dengan kepedean yang memuncak, mereka melangkah pasti ke Taman Lawang.

Baru beberapa detik kaki-kaki mereka menginjak tanah keramat Taman Lawang, firasat-firasat buruk langsung menghujani mereka. Yang mereka lihat di sana adalah segerombolan badut-badut menyeramkan yang berdandan seperti waria. //Emang waria kaleee…!// Oh, maaf. Maksud penulis adalah di sana terdapat segerombolan orang-orang kekar bertingkah kemayu menjurus ke arah genit mengenakan pakaian ala Tato Dadu yang berwarna mencolok “mejikuhubiniu” berbicara menggunakan bahasa alien. Tampak beberapa dari mereka sedang mengerumuni sebuah mobil mewah BMWC berwarna merah.

“Kok inyong rasa-rasanya kagak enak, ya kawan-kawan,” kata AANK yang waktu itu berkeringat dingin 10 derajat Celcius.

“Iye nih, sama. Kita salah tempat kali,” timpal KRISNAAA.

“Jangan-jangan si tukang jualan rokok itu manipu kito, kawan-kawan,” kata BNGKY menduga.

“Yok pergi saja dari sini, konco-konco. Aku takut sanget, é….” tambah IRRR dengan logat medhoknya.

Tak dinyana, salah seorang waria warga negara Republik Taman Lawang berjalan mendekati mereka.

“Hey, brondong….” sapa sang waria yang sontak membuat mereka berempat kagetnya naudzubillah.

“Bareng akika aja, nek. Mursida, bo’! Tinta maharani,” bujuk sang waria menggemaskan.

Tanpa ada yang memberi komando satu dua tiga, mereka berempat kompak ngibrit kabur dari tekape. Setelah beberapa kilo barulah langkah seribu mereka berhasil. Sungguh sebuah pengalaman yang menggenaskan….

Namun dari situlah mereka kemudian membuat sebuah lagu, terinspirasi dari kehidupan malam para penghuni Taman Lawang. Lagu ini nantinya yang akan menjadi hits andalan mereka setelah mereka menjadi The-Penampakanz Band. Bahkan lagu ini nantinya bakal dijadikan original soundtrack sebuah film karya sutradara Hanny R. Saputra yang berjudul “Hati-Hati!”. Berikut ini adalah lirik lagu yang dimaksud:

Kutemukan dalam pencarian
Cinta sejati untuk hidupku
Kurang lebih yang seperti dia
Kuharap dalam cintaku

Ku tak mau menjanjikannya
Pasti bahagia bila denganku
Biar dia rasakan sendiri
Betapa gilanya cintaku

(Chorus)
Aku memang pencinta waria
Namun ku bukan buaya
Yang setia pada seribu pria
Ku hanya mencintai dia

Aku memang pencinta waria
Yang lembut seperti dia
Ini saat kuakhiri semua
Pencarian dalam hidup
Dan cintaku ternyata
Yang kumau hanyalah dia

Mari kita beralih sejenak kepada satu tokoh utama dalam kisah ini, FARIJS van Java. Telah cukup lama tokoh FARIJS ini tidak muncul dalam episode-episode Perjalanan The-Penampakanz Band. Tentunya para pembaca kangen, bukan? //Para pembaca kompak menjawab, “Bukan….”//

Pada Episode 2 terakhir diceritakan bahwa FARIJS tinggal di pengungsian sambil sesekali kerja paruh waktu menjadi manekin di pusat-pusat perbelanjaan. Kehidupannya di pengungsian memang sungguh keras. Banyak terjadi konflik dan kesenjangan sosial. Juga terdapat persaingan yang ketat di antara penghuni pengungsian. Ketika mendapatkan bantuan sosial dari masyarakat daerah lain berupa makanan, pakaian, uang, dan banjir kiriman, mereka saling berebut. Tak ada yang namanya mengantre rapi seperti orang-orang yang sedang mengantre minyak tanah yang sekarang ini langka. Yang ada adalah propaganda-propaganda yang dilancarkan beberapa oknum untuk mengacaukan antrean. Walhasil, FARIJS dan beberapa penghuni pengungsian lainnya tidak kebagian jatah bantuan tersebut.

Malangnya nasib FARIJS. Ia masuk ke dalam kelompok masyarakat yang terpinggirkan.

Orang pinggiran, o a i o
Ada di trotoar, o a i o
Ada di bis kota, o a i o
Ada di pabrik pabrik, o a i o

Orang pinggiran
Di terik mentari
Di jalan becek
Menyanyi dan menari

Lagunya nyanyian hati
Tarinya tarian jiwa
Seperti tangis bayi dimalam hari

Sepinya waktu kala sendiri
Sambil berbaring meraih mimpi
Menatap langit langit tak perduli
Sebab esok pagi kembali

Orang pinggiran, o a i o
Di dalam lingkaran, o a i o
Berputar-putar, o a i o
Kembali kepinggiran, o a i o

Lagunya nyanyian hati
Tarinya tarian jiwa
Seperti tangis bayi dimalam hari

Sepinya waktu kala sendiri
Sambil berbaring meraih mimpi
Menatap langit langit tak perduli
Sebab esok pagi kembali

Orang pinggiran
Bukan pemalas
Orang pinggiran
Pekerja keras
Orang pinggiran
Tidak mengeluh
Orang pinggiran
Terus melenguh

Sepertinya cocoklah lirik lagu “Orang Pinggiran”-nya Iwan Fals, Ian Antono & Franky Sahelatua di atas. Merasa terpinggirkan, akhirnya FARIJS minggat dari tempat pengungsian yang selama ini membesarkannya (membesarkan perutnya maksudnya). Tak tentu arah, FARIJS terus saja berjalan di sepanjang jalanan ibukota. Hingga akhirnya ia tiba di suatu tempat … bertemulah ia lagi dengan mBah Dukun HIU. Itu lho, mBah Dukun yang pada episode 1 pernah ditolong FARIJS.

FARIJS dan mBah Dukun HIU

“Wah, sepertinya kita pernah bertemu, Anak Muda.”

“Oh, iya mBah. mBah kan pernah ditolong dan menolong saya.”

“Waduhaduh™…. Mengapa mukamu kusut demikian, Anak Muda? Apakah dirimu ada masalah?”

Singkat cerita, FARIJS pun menceritakan kondisi dirinya yang terpinggirkan. Dan singkat cerita juga, mBah Dukun HIU kemudian merespons positif curhatan si FARIJS. mBah Dukun HIU berniat membantu mengangkat FARIJS dari jurang kesusahan.

Alkisah disebutkan bahwa ternyata mBah Dukun HIU ini adalah pemimpin gembong copet yang beraksi di kawasan Jabodetabek. Dan konon ia memiliki beragam kesaktian dan kedikjayaan sehingga mampu mencopet dengan mudah dan dalam tempoh yang sesingkat-singkatnya. Itulah makanya, FARIJS kemudian direkrut oleh mBah Dukun HIU menjadi salah satu kaki-tangannya. Singkat cerita, FARIJS kemudian dilatih dan digembleng menjadi seorang pencopet yang profesional.

Seperti pernah dikisahkan bahwa FARIJS sebenarnya adalah mantan pencopet. Ia dulu belajar secara otodidak untuk menjadi pencopet. Ia pun melancarkan aksi mencopetnya secara berdikari-mandiri, tidak terikat pada gerombolan pencopet manapun hingga akhirnya ia insap. Namun sekarang, insting copetnya kembali diasah. Ia sekarang dilatih oleh sang mahaguru, master, suhu dari segala suhu copet. Makin mahirlah si FARIJS dalam mencopet. Setelah mempelajari teori copet selama beberapa bulan, FARIJS pun dilepas ke lapangan untuk melakukan praktik kerja lapangan.

Dengan sangat terpaksa sekali dua kali tiga kali //soalnya mikirnya sampe tiga kali!// FARIJS sekarang kembali terjun ke dalam jurang kenistaan yang teramat kelam yang telah lama ia keluar daripadanya //halah, bahasanya….//. Si FARIJS kembali menjadi copet, saudara-saudara! Sungguh mengenaskan!

Jakarta memang sungguh kejam. Sampai hatinya ia mengubah yang sudah putih menjadi hitam kembali. Benar-benar kehidupan Jakarta ini bisa mengubah seorang mantan copet yang sudah insap seperti FARIJS ini //insapnya di Pekalongan yang katanya Kota Santri// menjadi copet kembali. Bahkan kali ini jauh lebih kejam dengan berkolaborasinya si FARIJS dengan gerombolan kapak maut naga geni 212 //senjata pamungkasnya Wiro Sableng, yang hebat, yang siap membasmi orang-orang jahat!//. Eh, salah. Maksudnya gerombolan kapak merah yang saat ini sedang marak meneror para pengendara mobil di perempatan lampu lalu lintas.

BERSAMBUNG

===

10 pemikiran pada “Perjalanan The-Penampakanz Band Episode 3¾

  1. Masih seruan cerita-cerita sebelumnya sih..(kalo menurutku) tapi berhubung aku (entah kenapa) jadi suka banget cerita The Penampakanz ini…ya sudah… DITUNGGU LANJUTANNYA!! ga pake lama! hehehe…

    Suka

  2. #garing
    ye, kegeeran lo, ring. gw kan lagi ngebicarain biskuit nyang garing dan renyah gitu….

    (^_^)v

    tenang, episode terakhir lagi dlm proses. bakal terbit setelah film episode pertamanya dah ditayangin di layar2 tanjep seluruh indonesia. hehe….

    (^_^)v

    Suka

  3. Собираем по сети интернет базы данных потенциальных клиентов
    для всех видов Бизнеса – все контактные данные!
    Индивидуально! Много! Быстро! Из первых рук!
    В базах только те, кто скорее всего и больше всего
    может приобрести Ваших товаров и услуг!
    Базы пригодны для массового извещения Ваших потенциальных клиентов
    о наличии у вас товаров и услуг любым удобным для Вас способом!
    Безлимитная поддержка и обновление баз данных!
    Более подробно Вы можете узнать
    по телефону +79133913837
    ICQ: 6288862
    Email: rassilka.agent@gmail.com
    Skype: prodawez
    С Уважением к Вам и Вашему Бизнесу
    Евгений
    “Базы данных потенциальных клиентов для Вашего Бизнеса”

    Suka

Tinggalkan Balasan ke fauziah85 Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s