Farijs van Java Gaat Naar de Dierentuin (Deel Een)

//Saudara-saudara, tau ga tuh arti judul di atas? Sekadar inpormasi aje ye, judulnye entu pake bahasa Londo alias bahasa Belanda. Artinye kalo menurut kamus Oxford (loh?) yaitu “Faris yang cakep pergi ke kebun binatang”.//

The Penampakanz @ Ragunan

Alkisah di sebuah negeri dongeng, hiduplah segerombolan manusia dari dunia demitz (Semandadumitz). //Glosarium: “Demitz” adalah manusia tak kasatmata yang bisa kasatmata.// Mereka suka sekali nongkrong di dunia saiber untuk sekadar kongkow-kongkow dan saling mencela. //Glosarium: “Saiber” adalah tak kasatmata alias halusinasi alias maya.// Pada suatu ketika Semandadumitz sepakat untuk menampakkan diri, melancong ke dunia binatang. Tepatnya di sebuah daerah yang dikenal dengan nama Ragunan. Semandadumitz pun mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh para demitz agar bisa menampakkan diri ke sana. Dari hasil musyawarah untuk mufakat, tersebutlah syarat-syarat tersebut sebagai berikut:

  1. Memakai batik; //Glosarium: “Batik” adalah kain tradisional aseli dari sebuah negeri nun jauh di sana bernama Endonesiya.//
  2. Memasang tampang cupu; //Glosarium: “Cupu” adalah kependekan dari culun punya.//
  3. Bertingkah aneh bin gila;
  4. Membawa cemilan atawa kudapan. //Glosarium: “Kudapan” adalah sejenis makanan kuda yang berprotein tinggi dan kaya akan serat.//

Dikisahkan bahwa dari Semandadumitz ini terdapat seorang lelaki tampan bernama Farijs van Java. //Glosarium: “Tampan” adalah tempat untuk menyajikan makanan atau minuman, terbuat dari kayu, logam, dsb, ada yang berkaki dan ada yang bertelinga; baki; talam; dulang.// Adapun Farijs van Java merasa bimbang dan gelisah atas ajakan para kawannya sesama Semandadumitz untuk melakukan penampakan. Di hadapannya terdapat empat pilihan:

Pilihan Pertama. Pergi ke pesta ulang tahun yang kesepuluh sebuah partai yang berkeadilan lagi menyejahterakan. Karena Farijs van Java bercita-cita ingin menjadi duta besar dunia demitz, ia ingin pergi ke pesta itu. Siapa tahu di sana ia bertemu dengan bakal calon presiden masa depan yang di kemudian hari dapat mengangkat Farijs untuk menjadi seorang duta besar.

Pilihan Kedua. Berkunjung ke dunia tumbuh-tumbuhan di sebuah negeri bernama Bogor, tepatnya di Kebun Raya Bogor. Farijs van Java diundang sebagai tamu kehormatan oleh Presiden RI para juniornya dari IMAKABA untuk melakukan pelesiran. //Glosarium: “IMAKABA” adalah singkatan dari Ikatan Mahasiswa Pekalongan-Batang yang di kemudian hari berganti nama menjadi ALAMBAKA singkatan dari Aliansi Mahasiswa Batang-Pekalongan.//

Pilihan Ketiga. Melakukan hibernasi selama satu hari penuh. //Glosarium: “Hibernasi” adalah pilihan selain Restart dan Shutdown.//

Pilihan Keempat. Melancong di dunia binatang bersama Semandadumitz.

Farijs van Java pun akhirnya memilih pilihan terakhir ini karena satu dan lain hal. //Glosarium: “Satu dan lain hal” adalah sebuah frase ungkapan untuk menyebutkan sesuatu alasan yang tidak jelas serta tidak masuk akal.//

Pada hari yang telah ditentukan, yaitu hari Ahad Pahing tanggal 4 bulan Mei tahun 63 SM (Sesudah Merdeka), berangkatlah Farijs van Java seorang diri. Dengan menunggangi busway, sampailah ia di Ragunan tepat pukul 8.40 WDD (Waktu Dunia Demitz). //Glosarium: “Busway” adalah sejenis kendaraan lebih besar sedikit daripada truk pengangkut pasir.// Seperti biasa, Farijs van Java overontime. //Glosarium: “Overontime” artinya kelewat tepat waktu. Pada kasus ini berarti Farijs van Java datang jauh lebih awal daripada jadwal.//

Tempat kumpul yang dijanjikan adalah dekat halte busway di situ. Karena menurut otak cemerlah Farijs tempat terdekat dari halte tersebut adalah halte itu sendiri, jadilah Farijs menunggu di dalam halte seorang diri. Pukul 9 tepat; itulah waktu janjian para makhluk dunia demitz kumpul. Tapi ternyata … tak ada tanda-tanda kehidupan makhluk demitz di Ragunan. Hingga sampailah pukul 10.03 di mana datanglah dua sosok makhluk dunia demitz, Aank Johannam dan adik perempuannya yang bernama Neeta, keluar dari busway. Terdapatlah tiga makhluk demitz di halte tersebut.

Aank dan Neeta (Pelayan Warung Nasi Padang)

Setelah dilakukan kontak telepati telepon dengan Naia van Mollen, sang mantan pramugari Adem Air, mereka bertiga akhirnya pergi ke Gerbang Utara. Di situ ternyata telah ada Naia dan Keluarga van Mollen (Syaugi van Mollen, Max van Mollen, dan Ichi van Mollen), Irrrr Setiangatjir, dan Masari Bhakti.

Naia van Mollen

Keluarga van Mollen

Irrrr dan Masari

Tak berapa lama, datanglah Kiky dan temannya. Kemudian berduyun-duyun datang pula Bengky Ramadhan dan Nenek Winda Satonaka.

KikiBengky dan Winda

Setelah membeli tiket, mereka ber-13 pun memasuki dunia binatang Ragunan. //Glosarium: “Tiket” adalah lembaran kertas pengganti uang sebagai tanda diperbolehkan masuk ke dunia binatang. Tiket sudah termasuk asuransi sebesar Rp15 juta bagi yang meninggal dunia di dalam dunia binatang.//

Loket & Asuransi

Di dalam dunia binatang ternyata sudah ada makhluk-makhluk demitz yang lain. Sudah ada Pak Dhe Dhimas dan Bu Dhe Rani, Tante Itemz, Mbah Dukun Antho dan adiknya Wulan, serta Syasya Dorami.

Bu Dhe Rani dan Pak Dhe Dhimas

Tante Itemz

Mbah Dukun Antho

Wulan

Di situ para makhluk demitz kemudian bersosialisasi. Hingga akhirnya datang jua para makhluk demitz yang lain. Adalah Rudi Aljaim, Tini, Krisna Dimanamana, dan Dwi.

Jaim dan Tini (dari depan)

Krisna

Dwi

Bertambah ramailah Semandadumitz di dunia binatang Ragunan. Bersosialisasilah mereka sebagaimana biasa. Saling mencela dan menghina itu sudah biasa. Seperti “Buanglah Krisna pada Tempatnya” dan “Save Your Face From Jaim & Aang”. Benar-benar brutal….

Buanglah Krisna pada Tempatnya

Save Your Face From Jaim & Aank

Di tengah keramaian itu, Farijs malah keluar dari grup. Tahukah saudara-saudara sekalian Farijs pergi ke mana?

Jangan beri makan Farijs

Ooow! Ternyata oh ternyata … Farijs sedang mengamati gadis cilik tak berdosa yang menjadi target untuk ia culik! Berbahaya, saudara-saudara…. “MOHON UNTUK TIDAK MEMBERI PAKAN APAPUN KEPADA PAEDOFIL DAN TIDAK MELEMPAR BENDA APAPUN KE DALAM KANDANG KARENA BERBAHAYA BAGI KESELAMATAN ANAK KECIL”

Setelah puas mencaci dan mencela, akhirnya Semandadumitz ini menuju ke daerah di mana para sesepuh mereka tinggal. Setelah sempat nyasar, akhirnya mereka pun berhasil menemukan tempat tersebut.

Nyasar

Tibalah ia di dekat tempat para sesepuh Semandadumitz tersebut tinggal. Tempat tersebut adalah “Pusat Primata Schmutzer”.

Pusat Primata Schmutzer

Namun sebelum masuk ke sana, mereka kembali berkumpul di sebuah tepian telaga. Kembalilah mereka bersosialisasi dan saling memperkenalkan diri serta menampakkan wujud asli mereka masing-masing. Di saat itulah, datanglah seorang penghulu dari dunia demitz, Kang Wawan.

Kang Wawan

Pada saat berkumpul-kumpul itulah, Krisna dihubungi melalui telepati telepon oleh sesosok makhluk langka dunia demitz. Ternyata oh ternyata dia adalah Garing Berderingdering yang katanya datang ke dunia binatang Ragunan bersama Tante cakepnya. Namun dengan sangat menyesal dikatakan bahwa mereka berdua gagal menampakkan diri mereka di antara Semandadumitz. Sungguh disayangkan….

Kisah Selanjutnya (Deel Twee) >>

Tulisan yang mungkin terkait:

Kondangan di Ragunan (by Irrrr)
Bad Sunday (by Garing)

(^_^)v

10 pemikiran pada “Farijs van Java Gaat Naar de Dierentuin (Deel Een)

  1. wekekeke….
    lengkap bin akurat.
    kayak Dunia Demitz Berita.

    “kisah ini sungguh menyentuh kalbu, mencerahkan bagi semua pembacanya. Nama varijs van java sudah menjadi jaminan akan tulisan2nya yang penuh gambar dan saling terkait dengan ceritanya.”

    –hloh, kok kayak halaman testimony di buku2 gitu– 😛

    Suka

  2. wkwkw..kok aku berasa agak2 aneh ya baca postingan nya :mrgreen:
    tapi, ok dee.. gape bhs Kumpeni ya? keren abis..
    lam kenal 🙂

    Suka

  3. #art87
    ok, semoga si tante cepet2 ngasih foto2nya.

    bakar menyan? bakar orang ada….

    (^_^)v

    #nie
    berasa aneh gimana, nie? yah, emang kalo baca cerita ttg orang2 aneh ya gitu auranya. hwehehe….

    (^_^)v

    salam kenal juga.

    Suka

  4. hm, menunggangi busway pake batik? weleh kerenlah! ga jatoh? *berharap* ha8x..

    /glosarium: menunggangi adalah…. /

    minggu dpn mo k erasmus euy!

    Suka

  5. #gandhi
    sori ya, aku pas berangkat naik busway lom pake batik. tapi pake kaos garuda pancasilaku. hehe…. ssstttt, jangan bilang2.

    (^_^)v

    jatoh gimana maksudmu?!

    minggu depan di sana ada apa emang? konser musik yg si Gendut bilang itu? yah, malam sih. jadi malas aku.

    Suka

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s