Petualangan 23 Jam

1 JUNI 2008

00:01
Petualangan dimulai [mimpi mode on]. Farijs Rider bertarung melawan Monster Doobeedoo yang memporak-porandakan Pekalongan City wilayah barat. Pertarungan berlangsung sengit. Farijs Rider sempat terpojok, namun akhirnya berhasil membalikkan serangan yang dilancarkan Monster Doobeedoo. Saat Farijs Rider mencoba menembakkan Sinar Surya Tenggelam yang merupakan senjata andalannya, tiba-tiba … kriiiing, kriiiiiiiiingggg! (Bunyi telepon berdering.) Farijs Rider kembali berubah menjadi Farijs van Java yang bertugas menjadi konsultan keluarga. T_T //Tragis sekali hidupmu, Nak.//

04:03
Farijs van Java kembali terbangun. Kali ini karena beker alamiahnya.

04:37
“Bang, bangun! Dah subuh…!”

05:02
Farijs van Java baru menjadi dirinya seutuhnya. Menghadaplah ia kepada Sang Mahakuasa. Bersujudlah ia di hadapan-Nya.

06:00
Pertarungan Farijs Rider melawan Monster Doobeedoo pun berlanjut. Kali ini Farijs Rider berhasil menguras tenaga Monster Doobeedoo. Di saat-saat genting tersebut Monster Doobeedoo mengundang bala bantuan. Datanglah Monster Doopappap dari angkasa. Farijs Rider dikeroyok oleh kedua monster kakak-beradik itu. Farijs Rider kembali terpojok. Dihantamnya berkali-kali dari segala penjuru oleh kedua monster. Farijs Rider terjerembab. Di saat keterpurukan tersebut, kekuatan Farijs Rider tiba-tiba meningkat secara drastis. Kekuatan alam diserap dan dikumpulkannya. Tak ayal, sih. Secara Farijs Rider suka makan bayam. Farijs Rider pun berdiri. Kuda-kuda. Mengumpulkan segala tenaga dalamnya. “MANTRA AJI!” tiba-tiba Farijs Rider berteriak. Di saat bersamaan, keluarlah cahaya silau dari kedua telapak tangan Farijs Rider yang diarahkan ke kedua monster. Cahaya tersebut semakin silau sesaat sebelum akhirnya meluncur mengenai kedua tubuh monster. Monster Doobeedoo dan Monster Doopappap terpental. Karena takut, kedua monster tersebut akhirnya melarikan diri terpontang-panting. Pekalongan City kembali terselamatkan dari amukan kedua monster. Penduduk Pekalongan City pun kembali tenteram. Semuanya berkat Farijs Rider, sang pahlawan mereka, yang gagah perkasa. Sang pahlawan pembela kebenaran pembasmi keonaran.

09:06
Tenonenonet net not tet tetnotnet, tenonenonet tottetet not net. Suara dering Take Me Higher, OST Ultraman Tiga, mengakhiri aksi sang Farijs Rider. Sebuah SMS masuk.

“RALAT! Kumpul di Mall Taman Anggrek, bukan Citraland.”

Tersadarlah Farijs van Java. Segeralah ia mandi, tak lupa menggosok kaki dan gigi.

10:01
Bersiap berangkat! Namun tujuan perjalanan ke MTA terpaksa dibelokkan sedikit hingga akhirnya Farijs van Java tiba di kantor. Mengontrol, dan mengontrol. Sempat juga ngobrol panjang-lebar di pos PKD mengenai kehidupan alam lain di kompleks kantor. Dari cerita tentang Tante Kunti hingga Om Genderuwo. Ternyata saudara-saudara, tempat terangker di kompleks kantor adalah di lobi utama. Lobi yang tertata rapi itu ternyata adalah tempat berkumpulnya para dedemit nyata dari alam sana. Seramnya….

11:00
Di dalam angkot. Farijs van Java ditaksir ama pasangan muda-mudi. Hi…. Farijs bingung milih yang mana. Yang cewek atau yang cowok, ya? Hwehe….

//Beneran! Pas dari kantor mo ke halte busway, aku kan naik angkot. Di dalem angkot ternyata cuma ada dua penumpang, satu laki ma satu perempuan. Pasangan, lah. Yang aku heran, kok mereka berdua mandangin aku terus. Terus bisik-bisik. Wah, kenapa nih, kenapa nih? Sekilas aku tengok-tengok ke mereka. Mereka senyum, saudara-saudara. Yang cewek senyumnya…. Wuih, manis banget! Kalah deh kakak cantik. Kakak yang ini cantik banget. Sumpah! Keknya tuh kakak manis naksir aku, nih. Geer banget jadinya. Cuman setelah kutengok orang di sebelahnya…loh, kok cowoknya senyum juga ke aku? Ada apa ini?? Waduhaduh™…. Jadi salting sendiri.//

11:32
“Ris, di mane?”

“Di busway, Beng. Sory, tadi disuruh mampir ke kantor bentar. Keknya sih bakalan telat banget. Tungguin, ya.”

“Oke.”

12:00
“Beng, gw dah nyampe di Citraland. MTA ke arah mane, sih?”

“Yah, kagak tau gw, Ris. Lo tanya-tanya orang aje.”

“Okelah.”

“Dah tau gw, Beng. Katanya deket. Lo di posisi mane?”

“Gw lagi nongkrong di (toilet) MTA. Lo ke depan kantor TELKOM aja. Ntar gw nyusul ke sono.”

“Oke. Tungguin, yah.”

12:15
Di trotoar utara, dalam perjalanan kaki dari halte busway Jelambar menuju MTA. Ternyata jauh! Capeknya….

12:22
“Beng, gw dah di depan TELKOM.”

“Oke. Tungguin, gw ke sono.”

12:30
Dalam perjalanan menuju sebuah waroeng bakso yang pelayannya adalah Tante Itemz. Sebelah kantor TELKOM ada jalan, lurus, ada Indomaret, belok kiri.

12:35
Akhirnya ketemu juga … musholanya. Hwehe. Keluarlah seorang gadis sok manis berbaju warna ungu sambil cengar-cengir khas dari sebuah waroeng sebelah mushola.

12:58
Makan bakso racikan aseli Tante Itemz. Bumbu rahasianya adalah … u.p.*.l. Mantap juga. Bengky makan dengan sangat lahap, karena mengikuti saran Farijs van Java untuk tidak sarapan sebelumnya agar lebih leluasa menjarah waroeng tersebut. Sayang barusan makan jam 9.30. Kalau tidak, tawaran untuk nambah takkan ditolak oleh Farijs van Java. Hoho.

13:13
Pembicaraan semakin menghangat, kalau tidak boleh dikatakan memanas. Segala sambitan, cacian, dan makian terlontar. Semuanya dapat ditangkis dengan baik. Layaknya pemain bulu tangkis yang kemarin menang Uber Cup, mereka bertiga, Farijs van Java, Bengky, dan Tante Itemz, dengan cantiknya saling mengoper shuttlecock. Benar-benar persahabatan yang indah. Huek!!

14:04
Sang Krisna datang tak diundang dengan mengendarai sepeda motor curiannya.

14:12
Sang Krisna makan bakso dengan membabibuta. Nyaris sendok beserta mangkoknya ia telan juga.

15:00
Pembicaraan semakin bertambah hot dengan bertambahnya satu anggota. Sembari nonton sinetron yang amat sangat nggak banget, mereka berempat masih sempat adu jotos.

//Sinetron Hikayah ato Hidayah, ya? Yang jelas judulnya “Suci Yang Ternoda”. Dah ketebak pasti ngeliat judulnya doang gimana jalan ceritanya. Yah, pokoknya bener-bener nggak banget, deh.//

16:00
Pembicaraan semakin hot markohot dengan dikeluarkannya rujak. Dan pembicaraan makin tak beraturan dan tak seimbang dengan adanya satu orang yang terpojokkan. Ke-desperate-an Krisna dimanfaatkan dengan sangat apik oleh ketiga rekannya. Hancurlah ia. Makin patahlah hatinya. Hoho.

Yah, ada odong-odong. Siapa mau naik? (^_^)v

17:00
Krisna sudah berhasil menguasai keadaan. Skor kembali seimbang dengan adanya pemain bayangan yang dimunculkan. Adalah si JohanAang yang terseret masuk ke dalam permainan. Sayang sekali JohanAang tidak berada di tengah-tengah mereka.

//Dan makan sore pun tersedia. Terima kasih, Tante Itemz. Berkat Tante, kami bertiga jadi kenyang. Yah, si Krisna pake acara malu-malu pas ditawarin nambah, lagi. Malu-malu kucing, lo Kris. Malu-malu tapi garong! Wakakakakak….//

18:00
Maghriban dulu. Wuih, MotoGP yang keren! Sayang tidak dipasang kamera di roda masing-masing motor. Bakalan tambah seru tuh, gambar berputar-putar seiring dengan putaran roda motor yang sedang melaju kencang.

19:00
Tempat berdebat berganti di luar warung. Bengky semakin segar saja karena di depannya berseliweran banyak gadis muda maupun tua. Sementara Krisna berasa senang karena di depannya berseliweran banyak waria bahenol. //Loh?// Farijs juga senang karena dengan leluasa bisa memantau target penculikan anak kecil. Yah, dasar paedofil.

20:00
Semakin malam perdebatan semakin panas. Bintang di langit sudah banyak yang bermunculan. Sementara sang rembulan tidak jua menampakkan batang hidungnya. //Yaiyalah, kagak punya idung, gitu loh!// Di saat-saat inilah Tante Itemz semakin mengokohkan jati dirinya bahwa dialah tuan rumah di situ. Dialah pemegang kuasa premanisme di daerah itu. Anak-anak ingusan yang berisik digertaknya sampai terkencing-kencing. Mungkin karena aura seramnya Tante Itemz itulah bulu-bulu kuduk Farijs berdiri secara kompak tanpa disuruh. Yah, nasibnya Farijs yang duduk di sebelah si Tante.

20:20
It’s time to go. Saatnya cabut! Tapi mengapa Bengky, Farijs, dan Krisna tidak angkat kaki juga? Yah, memang dasar mereka malu-malu kucing garong. Mau pergi saja musti nunggu diusir.

20:36
Setelah melalui perdebatan yang sangat alot disertai isak tangis anak kecil yang tak ingin mereka pergi, akhirnya mereka bertiga terusir juga dari tanah Tomang. Si Krisna ngacir pakai motornya, Bengky naik bus, sementara Farijs van Java naik busway.

21:01
Farijs van Java tiba di halte busway Jelambar. Keadaan masih lengang.

21:15
Farijs van Java masih di halte busway Jelambar. Keadaan semakin ramai dan panas. Busway ke arah Harmony belum nongol juga.

21:21
Akhirnya datang juga! Farijs van Java naik busway yang penuh sesak.

21:33
Sampailah Farijs van Java beserta para penumpang busway yang lain di halte Harmony.

//Jangan sekali-kali naik busway malam-malam kalau terburu-buru. Udah jarang banget busnya, sekalinya ada busnya jalannya pelan banget. Waduhaduh™….//

21:40
Farijs van Java di halte busway Dukuh Atas 2. Dan akhirnya busway terakhir menuju Pulogadung pun datang juga. Untungnya….

22:04
Sampai juga di halte busway Sunan Giri. Turunlah Farijs van Java. Malam itu rupanya di daerah tersebut tidak ditemukan bajaj, yang ada hanya jablay. Dan meski tidak hujan, tidak becek, tapi ojek satu pun juga tidak ada. Yah, dengan sangat terpaksa Farijs van Java berjalan kaki seorang diri ke kos.

22:22
Sampai juga Farijs van Java di depan kamarnya. Dengan berpeluh dan berkeluh, langsung ia menuju tempat pengaduan: kasur! Hwehehe.

//Dah ah ceritanya. Sebenernya masih banyak yang bisa diceritakan. Cuman capek. Sibuk! Ini aja ceritanya  udah ngaco. (^_^)v//

3 pemikiran pada “Petualangan 23 Jam

  1. buahahahahaha lengkap dul..

    jadi kan hari minggu nyerang rumah tante winda ?

    buakakakaka..

    Farijs van Java berkata,
    jah, minggu depan mo ke bandung, dul. kondangan. minggu depannya mo ke pekalongan. kondangan juga. minggu depannya lagi ada kondangan lagi. minggu depannya lagi…lo bunuh di rumahnya naia. wakakakakak….

    (^_^)v

    Suka

  2. haa…. untung kaga ada futunya… puas gw ngeracunin pake upil… :ngakak:

    Farijs van Java berkata,
    iya. kalo ada futunye, bakalan puas tuh anak2 bales ngerjain tante. wkwkwkwk

    (^_^)v

    sayang si akrom gagal kuculik.

    Suka

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s