Ngangguk vs Geleng

Tahukah saudara-saudara akan lagunya Project Pop yang berjudul “Dugem vs Metal”? Ingatkah saudara-saudara akan salah satu lagu dalam album Six-A-Six tersebut? Lucu, kan? Sepakat tak? //Pembaca serempak menjawab: “Taaaaaak…!”//

Kita anak metal
Kalo joged sukanya mental-mental
Tabrak sana tabrak sini seperti kuda binal
Kita bisa lincah walaupun cuma pake sendal
Habis joged pegal-pegal
Kita selalu optimis
Ayo semua ngangguk-ngangguk
Apa saja kita setuju
Ayo semua ngangguk-ngangguk
Guk ngangguk-ngangguk-ngangguk-ngangguk, guk
Guk ngangguk-ngangguk kayak ayam lagi matuk, tuk
Guk ngangguk-ngangguk-ngangguk-ngangguk, guk
Guk ngangguk-ngangguk kayak orang lagi batuk, tuk tuk tuk

Entah mengapa setelah mendengar syair yang ini aku jadi teringat dua kejadian. Kejadian pertama adalah kala SMA. Entah sejak kapan kebiasaan itu bermula. Kebiasaan ngangguk-ngangguk sewaktu guru menerangkan di muka kelas. Kebiasaan yang sungguh tidak biasa. Apa maksud mengangguk-angguk itu? Paham akan materi yang disampaikan sang guru? Tidak juga. Terus apa? Sok paham? Sok tahu? Tidak begitu juga. Lalu? //Lalu lalu, lalu lintas!// Entahlah, sudah semacam refleks saja. Spontan. Memang kebiasaan yang aneh.

(^_^)v

Kejadian kedua adalah ketika aku terakhir kali mudik. Sewaktu kembali ke Jakarta lagi, aku naik bus, tanpa tempat duduk, sehingga aku dengan sukses berkali-kali “mematuk” orang sebelah. Ngangguk-ngangguk terkantuk-kantuk kala itu. Sungguh mengharu-birukan. Si orang-sebelah marah-marah kepalanya kupatuk, diriku yang menahan kantuk itu hanya bisa memasang muka memelas. Oh, tragisnya….

Kita anak dugem
Pagi atau malem
Bisa tetep dugem walau badan bau asem
Kita anak dugem
Tidak macem-macem
Tetep bisa kalem walau diajak berantem
Kita anak dugem
Pagi atau malem
Bisa tetep dugem walau badan bau asem
Kita anak dugem
Tidak macem-macem
Tetep bisa kalem lek gelud ora gelem
Kita selalu pesimis
Ayo semua geleng-geleng
Apa saja tidak setuju
Lebih suka geleng-geleng
Leng geleng-geleng-geleng-geleng-geleng-geleng
Leng geleng-geleng kayak ayam lagi jereng
Leng geleng-geleng-geleng-geleng-geleng-geleng
Leng geleng-geleng kayak orang ditempeleng

Hoho. Kalau yang ini jadi teringat adikku di rumah. Suka geleng-geleng kalau disuruh makan. Yah, miris diriku melihat kondisi dirinya. Diriku yang subur-makmur-gemah-ripah-loh-jinawi ini serasa sangat kontras dengan dirinya yang kurus-kering-kerontang. Duh, adikku sayang. Mengapa dikau tidak suka makan? Makan itu enak, lho. Apalagi gratisan. //Yah, ngajarin ga bener nih.// Hoho.

(^_^)v

Sekarang kok ada lagi lagu yang membahas tentang angguk-geleng. Ialah Ahli Fiqir, dari negeri tetangga, dengan lagu “anehnya” bertajuk “Angguk-angguk Geleng-geleng”. Mirip, kan? Hoho. Tapi tetaplah Project Pop yang made in dalamnegeri yang sedap punya. //Narsis!// \(^_^)/

Angguk-angguk geleng-geleng
Tunduk-tunduk ikut tunjuk
Iya iya saya saya
Kiri kanan ikut saja

Kita tunduk pabila diketuk
Biarkan terhantuk tak usah dipujuk
Relakan dipatuk ingat pesan atuk
Sabar sabar sabar sabar!

Tak apa, tak kisah
Tak rugi, tak mati
Tak ambil peduli
Berserah dan pasrah biar dada didabik adat pasang turun naik
Didera dijajah
Terus kita dipenjara
Jadi hamba jadi kuli jadi batu diam diri
Kita tunggu kita lihat kita nanti kita perhati
Jangan merungut biar bertangguh
Diam akur kita mesti patuh

Acuh tak acuh endah tak endah
Buat lawak bodoh selamba
Biar kita melopong biar kita menganga
Biar mereka buat apa mereka suka
Biar saja
Jangan melawan jangan membantah
Janganlah degil kena ikut perintah
Kena banyak diam
Biar apa orang kata kita tawa dalam duka
Kecut takut kalut kolot terkunci mulut
Terkatup tertutup
Kalah sabung menang sorak senduk nasi tinggal kerak

Terus terang aku tak ambil maksud //halah bahasanya// nggak ngerti apa maksud lirik ini. Bahasa melayu Malay yang susah. Dan lirik ini sepertinya berarti dalam, ya. Orang-orang yang patuh, tunduk, turut perintah, tak ada improvisasi diri. Sabar. Yah, mungkin semacam itulah maksudnya. Benar tak? //Lagi-lagi para pembaca menjawab: “Taaaaaaak…!”//

Dua pelajaran hari ini: OPTIMIS dan SABAR. Semangat!

===

“Angguk bukan, geleng ia.”

===

Postingan terkait:
Pekalongan Aku ‘Kan Kembali
Ke Jakarta Aku ‘Kan Kembali

6 pemikiran pada “Ngangguk vs Geleng

  1. Eh, baru tahu lirik lengkap lagu malaysia yang itu.
    Keren juga. Sama sih, ga ngerti maksudnya, tapi diksinya kuat (menurutku)

    ^^

    Farijs van Java berkata,
    itu belum lengkap, mbak. masih ada terusan sesudahnya. masih panjang lagi.

    (^_^)v

    iya sih, sepertinya memang bagus diksinya.

    Suka

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s