Road To Jakarta

Berikut ini adalah sepenggal kisahku berpetualangan di Jakarta. Semoga terinspirasi. Don’t try this at home!

Setelah kondangan kemarin, setelah terkena shock therapy, setelah puas makan-makan, setelah … setelah itulah pokoknya, diriku pergi ke MTA. Mau Tau Aja. Eh, bukan ding. Mal Taman Anggrek. Ya, kami memenuhi ajakan Bengky untuk menghadiri Idol Street Festival 2008 di sana. Pameran game online. Buat yang maniac game online pasti tahu, lah. Acaranya dari tanggal 2 s.d. 6 Juli 2008. Jadi hari ini memang sudah selesai. Sudah tutup.

Lumayan seru juga di sana. Ramai. Di sana ada booth ACS juga, lho. Itulah yang menjadi daya tarik utama kami ke sana. Mo nampang di booth-nya ACS. Katanya sih ada foto bareng punggawa ACS. Eh, ternyata beneran. Lihatlah beritanya di sini.

ACS Mania
Dari kiri ke kanan: Aang, Kang Wawan, Xtian, Antho, Farijs, Tante Itemz, Cello. Tukang potret: Jaim

Dari booth ACS kami dapet oleh-oleh berupa kaos ACS, map ACS, blocknote ACS, dan tentu saja stiker ACS. Hoho. Lumayan….

Merchandise dari ACS
Merchandise dari ACS

Dari MTA, aku langsung meluncur ke Senen. Janjian dengan Si Gendut. Kami mau pergi ke PRJ. Pekan Raya Jakarta. Hohoho. Akhirnya jadi juga aku pergi ke PRJ. Perdana! Pertama kali ke sana.

Sesampainya di sana. Mengecewakan. Antrean di loket tiket sangat panjang. Ramai sekali. Tumpah ruah. Maklum, malam minggu. Sekilas bisa kuabadikan suasana antrean tersebut.

Antrean PRJ
Antrean PRJ

Foto yang kuambil saat mengantre. Yah, penuh sesak orang yang mengantre. Barisan demi barisan antrean. Berjajar dengan rapi, sih. Cuma … ya itu. Kebanyakan hanyalah barisan semu. Alias di depannya bukanlah loket. Misalkan loketnya ada lima, barisan antreannya ada lima belas. Begitulah kondisinya kira-kira. Saat mengantre itu kami berjumpa dengan kawan kami, Nobita, yang datang bersama seorang temannya. Hohoho. Makin ramai saja antrean ditambah empat orang gendut semacam kami. Hwehe….

Setelah mendapatkan tiket dengan susah payah, kami berempat bergegas ke mushola. Belum sholat maghrib kami. Sementara waktu sudah pukul setengah tujuh malam. Kami pun sholat di mushola yang tidak terlalu manusiawi di sana. Yah, darurat.

Seusai sholat, kami pun bergegas pula ke food court. Kami semua kelaparan. Beginilah ekspresi orang-orang gendut yang kelaparan:

Si Sok Manis Nobita
Si Sok Manis Nobita
Si Temannya Nobita
Si Temannya Nobita
Si Ganteng Farijs van Java
Si Ganteng Farijs van Java

dan

Si Gendut
Si Gendut!

Ups! Bukan. Foto yang terakhir itu adalah menu makan malamku. Nasi goreng seafood ama guava juice. Si Gendut susah banget difoto. Ya, meski badannya superjumbo. Hoho.

Setelah puas makan, kami pun terbagi menjadi dua kelompok. Dua orang dua orang. Si Nobita dan kawan ke Sportindo. Aku dan Si Gendut ke “stand-stand daerah”. Pas mau ke “stand-stand daerah” tersebut, eh ada kerak telor. Si Gendut pesan satu. Aku tak mau kalah, pesan satu juga. Pengen mencoba rasanya aku. Belum pernah sih soalnya. Meski perut sudah kenyang. Hoho. Yah, Si Gendut makan dengan lahapnya. Aku makan dengan santainya. Si Gendut ternyata memang susah terkalahkan kalau soal makan. Kerak telornya sudah habis sementara aku masih setengahnya. Karena sudah dirasa tidak kuat lagi perutku ini menampung makanan, sisa kerak telor kukasih ke Si Gendut. Lenyap seketika dilahap Si Gendut. Cuma bisa geleng-geleng kepala saja aku melihatnya.

Lanjut! Di stand daerah ramai sekali. Beragam stand dari berbagai daerah di Indonesia ada. Ada stand Solo, Yogyakarta, Brebes, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Banten, Pekalongan, wah pokoknya banyak deh. Ke sana beli peci khas Banten. Itu, yang di atasnya pakai kulit sapi. Mau kukasih Abiy. Terus beli bros bunga sepuh perak khas Yogya. Ga tau mo dikasih siapa. Di stand Pekalongan, kepengen beli kemeja batik yang pakai pewarnaan alami. Cuma sayang, mahal. Ya, cuma beli dua barang itu. Tapi masih lumayan, daripada Si Gendut yang hanya beli sapu lidi. Yah, dasar. Ke PRJ cuma beli lidi buat bersihin tempat tidur. Nggak banget!

Nih kukasih lihat foto-fotonya. Kebanyakan jelek sih hasilnya. Dan dikit pula. Maklum saja, lah.

Stand Kota Pekalongan 1
Stand Kota Pekalongan 1
Stand Kota Pekalongan 2
Stand Kota Pekalongan 2
Stand Sumatera Utara
Stand Sumatera Utara
Stand Solo
Stand Yogyakarta
Stand Kabupaten Pekalongan
Stand Kabupaten Pekalongan
Stand Depkominfo
Stand Depkominfo

Hoho. Ada juga stand Departemen Kominfo di sini. Lumayan, dapat sedikit “pencerahan” dan beberapa barang jarahan. Hwehehe….

Setelah berkeliling, eh ada stand yang unik. Unik-unik. Di antaranya adalah:

Stand Parfum Impor
Stand Parfum Impor

Ada beberapa stand yang menjajakan parfum yang katanya impor dari luar negeri itu. Entahlah, itu parfum asli atau palsu. Botolnya sih ga penuh berisi parfum. Ada kemungkinan itu parfum bekas para artis beken luar negeri yang belum habis tapi keburu dibuang karena ada artis pendatang baru yang parfumnya nyama-nyamain.

Pas mau motret parfum, terjadilah adegan berikut ini:

Mbak SPG: (dengan gaya sok centilnya) “Mas, jangan difoto dong. Saya kan bukan foto model….”

Farijs van Java: (nyengir-nyengir kuda, terus buru-buru kabur).

Ih, kegeeran banget tuh SPG. Sapa juga nyang mo motret dia. Uhh!

Ada juga ini nih, stand kaktus. Kaktus-kaktus mungil itu dihiasi dengan mata, hidung, dan bahkan dasi! Lucunya….

Stand Kaktus
Stand Kaktus

Kira-kira pukul 23 lewat 10 menit sampailah aku di kos. Naik taksi dari PRJ. Nyaris 50k! Mahalnya…. Tak apalah, yang penting sampai dengan selamat. Agak was-was juga sendirian naik taksi larut malam. Untung bapak supir taksinya baik. Enak diajak ngomong pula. Kata si Bapak Jakarta malam itu macet banget. Terutama di Bundaran HI. Ada acara band katanya. Jadilah si taksi tadi lewat jalan tol. Untung aja waktu itu sudah larut malam. Si Komo sudah tidur. Jadinya jalan tol tak lagi macet. Hwehehehe….

4 pemikiran pada “Road To Jakarta

  1. Makanannya kayaknya enak…saya ngincer jus jambu nya

    Farijs van Java berkata,
    hohoho. iya bu. makanannya enak, tapi menurut saya ada yang kurang. iya, ada yang kurang. kurang banyak. hwehe.

    (^_^)v

    jus jambunya? uh, mak nyusss tenan!

    Suka

  2. Foto yang tulisannya “Pasar Beringharjo” salah judul tuh…
    haruznya itu “Stand Jogja” bukan Solo, kan pasar tuh adanya di Jogja (My Lovely City), aq ga terima. Harap segera diedit.

    Farijs van Java berkata,
    salah judul gimana? kan itu judulnya stand yogyakarta? apanya yg salah, neng? hwehehe…

    (^_^)v

    Suka

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s