Sahabat Sejati yang Dicari

Sahabat adalah orang yang ketika engkau berada dekat dengannya, kau akan merasa nyaman. Bersama dengannya, kau akan bahagia dan senang. Berbeda dengan sahabat, saudara adalah orang yang sevisi denganmu, memiliki suatu tujuan mulia yang sama denganmu. Kau akan menjadi lebih baik dan terjaga bila bersamanya.

Sekiranya begitu menurut subjektivitas seorang kawanku dan aku. Sahabat belum tentu saudara. Demikian pula saudara belum tentu sahabat. Oh, alangkah indahnya memiliki sahabat yang sekaligus saudara.

Dulu, aku punya beberapa orang sahabat. Berada dekat dari mereka, meski tanpa tingkah tanpa kata, tenteram aku merasa. Bermain dengan mereka selalu menyenangkan. Tangis dan tawa kami jalani bersama. Oh, omelan para orang tua terasa indah bila kami hadapi bersama. Sebuah kenangan indah.

Sekarang, hanya tinggal aku sendiri hidup di dunia fana. Mereka semua ‘lah tiada. Namun separuh jiwa-jiwa mereka terus menggelora di hati sanubariku; membarakan semangatku untuk terus maju!

Ternyata susah untuk berpunya sahabat. Buktinya, sampai sekarang tak ada seseorang yang mana aku di dekatnya saja merasa nyaman. Kupunya banyak kawan. Kawan sepermainan, kawan seperjalanan, kawan dalam berkehidupan. Saudaraku pun tak sedikit. Saudara seiman, saudara seperjuangan, saudara senasib-sepenanggungan. Tidak, bahkan tidak ada seorang pun dari mereka yang layak kugelari julukan sahabat. Tak ada dari mereka yang bisa membuatku nyaman dengan hanya berdiam diri bersamanya.

Sungguh pertalian sahabat memang perkara batin. Dua orang bersahabat agaknya seperti memiliki frekuensi gelombang jiwa yang sama; sesuai. Batin mereka dengan sendirinya akan bersatu. Dan itu tidak bisa dipaksakan. Proses persahabatan memang terjadi secara alamiah.

Sahabatmu bisa jadi orang yang tidak seperjuangan denganmu. Sahabatmu bisa jadi secara tidak langsung mencelakakanmu. Namun tidak demikian halnya dengan saudara. Bisa jadi engkau tidak suka dengan saudaramu, tapi saudaramulah yang membuatmu selamat. Saudaramu akan selalu menyelamatkanmu. Saudaramu akan selalu melindungimu, diminta ataupun tidak. Dan bisa jadi engkau membenci pertolongan saudaramu itu. Namun ketahuilah, hal itulah yang akan menyelamatkanmu di alam baka kelak.

Kupunya saudara-saudara. Berada dekat dengan mereka, aku merasa aman. Meski tidak selalu nyaman, aku merasa terjaga. Nasihat-nasihat yang bijak selalu terlontar dari mulut-mulut mereka. Teguran dan hardikan yang tegas senantiasa mengarah kepadaku jikalau aku khilaf. Kadang terasa menyakitkan. Kadang jenuh juga bersama mereka. Namun aku yakin, bersama merekalah aku bisa menjadi dewasa. Dengan mereka, aku merasa mampu menjalani kehidupanku di dunia ini dengan sempurna.

Sahabatmu memang bisa menyenangkanmu. Sahabatmu selalu bisa membuatmu tersenyum. Sahabatmu adalah temanmu berbagi di dunia yang paling setia. Namun bisa jadi sahabatmu yang menjerumuskanmu ke dalam jurang derita di alam kekal sana.

Saudaramu bisa jadi menjengkelkanmu. Saudaramu bisa jadi selalu menjumpai salah-salahmu. Namun segala nasihat dan teguran darinya dapat membuatmu terjaga. Selamatlah dirimu bila mengikuti segala nasihatnya.

Oh, sungguh bahagia berpunya sahabat. Alangkah enak berpunya saudara. Tapi bukankah jauh lebih indah dan nikmat jikalau berpunya sahabat dari kalangan saudaramu? Sahabat sejatikah itu?

Duhai sahabat sejatiku, di manakah gerangan dirimu?

6 pemikiran pada “Sahabat Sejati yang Dicari

  1. “Tak ada dari mereka yang bisa membuatku nyaman dengan hanya berdiam diri bersamanya.”

    Ah… banyak kok para blogger yang menemani dengan coreta-coretannya 🙂
    Ayo tetap semangat Sobat!!

    Suka

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s