Lagi-lagi Sibuk Sekali, Sibuk Sekali Lagi, Sekali Lagi Sibuk

Hwehe. Sudah tiga postingan ini judulnya seragam. Sekali xxx Lagi, xxx Sekali Lagi, Lagi-lagi xxx Sekali. Hoho. Kreatip sekali, lagi-lagi kreatip….

(^_^)v

Hari ini supersibuk. Benar-benar supersibuk. Sampai-sampai kerjaan sampingan pun keteteran. //NB. Kerja sampinganku adalah di bidang makan-memakan, menerima order menghabiskan makanan, alias jadi tukang makan. Hwehe….//

Pagi-pagi setelah sampai di kantor langsung terbebani akan kesalahan yang kemarin. Berusaha segera diperbaiki, namun tak terburu karena kerjaan lain sudah menunggu. Langsung ke lantai dua gedung kelas, menjadi Petugas Tata Usaha Ujian Komprehensif Presentasi Laporan PKL. Gagah nian kelihatannya jabatanku ini. Hoho. Selama hampir tiga jam saya duduk diam, sesekali menekan tuts ponsel: chatting! Hwehe. Yah, mau bagaimana lagi. Perut keroncongan karena tidak sarapan, dihadapkan dengan para bapak dan ibu yang berbicara panjang-lebar dari utara ke selatan nggak ada juntrungannya mengenai pengawasan kepabeanan di sebuah bandara internasional. Huh, sungguh menjemukan.

“Lapor, tugas telah dilaksanakan. Laporan selesai!”
/Sikap siap, kaki rapat, dada dibusungkan, perut dikempeskan (dengan sangat gampang), posisi tangan hormat./

“Kembali ke kerjaan lain!”

“Kembali ke kerjaan lain!”
/Perut sudah keroncongan diselingi dangdutan…./

Kukerjakan kesalahan itu dengan perasaan tertekan, diburu waktu, diburu atasan. Belum selesai, disuruh mengerjakan pekerjaan lain yang tak kalah seru pusingnya. Akhirnya karena lambung sudah menggonggong dan usus mengembik //halah// serta karena memang sudah waktunya juga, sih, makan sianglah diriku. Kemudian sholatlah aku.

“Lapor, makan siang telah dilaksanakan. Laporan selesai!”
/Sikap siap, kaki rapat, dada dibusungkan, perut dikempeskan (sekarang sudah sangat susah), posisi tangan hormat./

“Lanjutkan kerjaan tadi!”

“Lanjutkan kerjaan tadi!”
/Perut kekenyangan, jadi susah jalan…./

Kukerjakan berbagai pekerjaan sekaligus. Untung otakku ada enam, tanganku tiga, dan nyawaku sembilan. //Loh??// Hwehe. Belum selesai pekerjaan yang ini, muncul pekerjaan yang itu. Ditambah ternyata ada beberapa masalah yang kemudian muncul sehingga mengharuskanku mengulang kembali pekerjaan yang tadinya sudah kuselesaikan. Waduhaduh™…. Repot sekali.

Yang paling tidak mengenakkan adalah tertekannya itu. Diburu-buru oleh waktu, diburu-buru oleh kemauan atasan. Yah, mungkin memang aku belum siap mental. Mungkin mentalku ini memang sudah waktunya diasah. Kuterima saja perlakuan ini. Hoho. Semangat!

Kemudian mempersiapkan upacara penutupan. Yah, agak sedikit mengendurkan urat saraf yang tadi tegang. Beralih dari tukang pijat keyboard menjadi tukang cari muka alias fotografer amatiran. Ada banyak orderan pula, jadi agak keteteran. Untung dibantu oleh Pak Ali yang sudah agak profesional. Setelah upacara penutupan, saatnya makan-makan. Akhirnya…. Baru kopi susu kuseruput, sudah diburu lagi oleh waktu. Ashar tiba, dan setelah ashar harus langsung rapat. Pekerjaan yang tadi juga belum kuselesaikan. Deadline hari ini padahal. Waduhaduh™…. Lari tunggang-langgang ke masjid, lari tunggang-langgang ke gedung kantor, lari di tangga, lari di koridor, untung tidak tertabrak motor. //Halah//

Rapat dimulai, sedang aku masih disuruh menuntaskan kesalahan yang itu. Bismilläh…kukerjakan dengan lebih hati-hati meski terus tertekan. Selesai! Bergegas ikut rapat meski telat. Di rapat, ada kue serabi solo. Alhamdulillâh…tadi pas upacara penutupan tak sempat makan kudapannya dan tadi di ruangan banyak pisang gencet yang tak sempat ku’gencet’ juga, eh dapat makanan di ruang rapat. Sungguh nikmat!

Rapat berakhir setelah lima belas menit berlalu dari jam pulang kantor. Lega, meski malamnya masih harus mengecek makan siswa. //Kok berhubungan ama makanan mulu, ya? Yaiyalah, secara gw pan aktipis makanan. Hwehe….//

Sekian sibuk kali ini. Lain kali dilanjutkan kembali. Ayo sana gosok gigi!

(^_^)v

7 pemikiran pada “Lagi-lagi Sibuk Sekali, Sibuk Sekali Lagi, Sekali Lagi Sibuk

  1. Siapin mental, anak muda. Dunia kerja itu penuh tekanan, lho…

    Terus, jangan sampai pekerjaan yang mengendalikan dirimu, tapi dirimulah yang harus bisa mengendalikan pekerjaan.

    Sok bijak, ya, diriku? 🙂

    Farijs van Java berkata,
    kenapa, dek? iya, dunia kerja emang penuh tekanan. hwehe…

    (^_^)v

    InsyâAllâh. semoga saja diriku bisa mengatasi. doakan.

    Suka

  2. iya… ini kalau dibaca isinya soal sibuk makan ya.. 🙄

    Farijs van Java berkata,
    yah, ga semuanya soal makan, bu. justru gara2 sibuk kerja jadi mengesampingkan kerjaan sampingan saya itu. //kerjaan sampingan ya emang musti dikesampingan, tho ya…//

    (^_^)v

    Suka

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s