Masjid di Kala Ramadhan

Kran Air
Kran Air Tempat Wudhu @ Masjid Baitut Taqdis - Kompleks Pusdiklat BC

MASJID DI KALA RAMADAN

Masjid di awal bulan Ramadan
Tumpah-ruah dengan manusia yang butuh peningkatan iman
Masjid di awal bulan Ramadan
Ajang fashion show dan pameran

Masjid di tengah bulan Ramadan
Tempat berkumpul dan mengadakan pengajian
Masjid di tengah bulan Ramadan
Menjadi saksi atas orang-orang yang benar-benar beriman

Masjid di akhir bulan Ramadan
Kembali lengang seperti kebiasaan

Hari kedua Ramadhan Empat Belas Dua Puluh Sembilan. Di luar kepanasan, di dalam kedinginan. Alhamdulillâh, aku tidak kelaparan. Hwehe.

Ingin membicarakan kebiasaan masyarakat kita dalam hal be-Ramadhan dan bermasjid, nih. Tapi mungkin saudara-saudara sudah tahu semua. Bukan begitu? //Bukaaaaaan.//

Fenomena apakah yang sedang hot belakangan ini? Ialah fenomena membanjirnya manusia-manusia di masjid. Khususnya ketika waktu Isyâ’ tiba, orang-orang sudah berada di masjid. Tarawih berjamaah menjadi rutinitas di awal bulan Ramadhan ini. Bagus. Bagus sekali. Tapi sebentar, kita tengok mall, swalayan, dan supermarket. Oh, ternyata manusia-manusia itu masih membanjiri pusat-pusat perbelanjaan tersebut. Ya, tapi setidaknya sudah banyak orang-orang yang kadar keimanannya meningkat. Tapi, tunggu dulu, saudara. Akankah orang-orang yang mulai membanjiri masjid ini akan tetap bertahan hingga Ramadhan berakhir kelak?

7 pemikiran pada “Masjid di Kala Ramadhan

  1. hehe,,,
    mang gitu kan ris?? dari masa ke masa

    Farijs van Java berkata,
    hoho. ya makanya, ir. memprihatinkan. padahal dah banyak sekarang masjid-masjid yang berdiri dengan megahnya. berkubah emas pula dibikin. tapi…kalo sepi lenggang-lenggang kangkung, buat apa coba? mending uangnya dikasih buat anak yatim.

    (^_^)v

    Suka

  2. Mending gitu mas, kalau mesjid penuh terus sampai akhir bulan Ramadhan, berarti mereka akan masuk surga semua. Jika demikian, jangan-jangan kita tidak kebagian tempat di surga nanti.

    Farijs van Java berkata,
    waduhaduh™…

    emang yakin “kita” masuk surga? hwehe…

    (^_^)v

    Suka

  3. gw bete.
    kemaren ke pusdiklat bece, (ga ada oje, capede)
    ternyata beda ama kantor pusat bece
    jauuuuh
    panas
    aus

    Farijs van Java berkata,
    lho, ngapain kau ke pusdiklat, ta?
    ya emang beda, lah. tapi deketan.

    (^_^)v

    kalo aus, dikasih oli aja, ta. hwehe…

    Suka

  4. […] Adalah seorang seniorku membuat puisi ini dan mendeklamasikannya di hadapan khalayak dan para dewan juri. Aku ingat sekali bunyi bait pertama puisinya karena secara diam-diam aku menyalinnya untuk kumasukkan dalam kotak memorabiliaku. Aku pun berkali-kali mendendangkan bait puisi ini dalam alunan nada dari sebuah lagu berbahasa Arab. Seingatku lagunya mengenai sebuah penyambutan karena terdapat kata “marhaban”. Besar kemungkinan bahwa lagu itu tentang penyambutan kedatangan bulan Ramadan. […]

    Suka

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s