My wife is dying (2)

<< Episode sebelumnya

Sekarang sudah hampir dua minggu kau terbujur kaku. Tubuhmu tergeletak lemah di sebuah ranjang bersepraikan kain merah jambu. Menyaksikanmu seperti itu sungguh membuat hatiku bagai tersayat sembilu. Kutahan tangisku, kuteguhkan akal pikirku, agar aku tidak bertindak nekad dan terburu-buru. Karena aku teringat akan sebuah lagu:

Mengapa terjadi kepada dirimu
Aku tak percaya kau telah tiada
Haruskah kupergi tinggalkan dunia
Agar aku dapat berjumpa denganmu

(Peterpan – Kisah Cintaku)

Kuputar otakku. Memikirkan cara menyembuhkanmu; menyadarkanmu. Namun otakku beku. Segalanya terasa mustahil untuk menyadarkanmu, untuk kembali melihat simpul senyummu. Aku pun semakin pilu. Teringat aku akan Tuhanku. Tuhanku Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang itu. Kupanjatkan pintaku. Munajatku tengah malam selalu. Berpengharapan agar kau pulih kembali, Cintaku. Hingga malam ini Tuhanku seakan berkata padaku. Selama ini ternyata aku telah keliru. Bahwa selama ini aku telah berlebihan dalam mencintaimu. Bahwa aku telah membuat-Nya “cemburu”. Bahwa aku telah menciderai cinta kasih-Nya yang seputih susu. Kau telah melenakanku, Sayangku. Kau telah mencuri semua cintaku! Atau akulah sendiri yang sebenarnya meninggalkan-Nya selama ini, Istriku?

Tuhanku,
Dalam termangu
Aku masih menyebut nama-Mu
Biar susah sungguh
Mengingat Kau penuh seluruh

(Chairil Anwar – Doa)

2 pemikiran pada “My wife is dying (2)

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s