Seribu Detik

Seribu detik yang akan datang setelah detik ini
Tak sedetik pun aku akan memikirkanmu

Seribu detik yang akan datang setelah detik ini
Takkan kubiarkan kau membuyarkan konsentrasiku

Seribu detik yang akan datang setelah detik ini
Jangan harap kau bisa masuk ke dalam otak kiriku

Seribu detik yang akan datang setelah detik ini
Selama itu aku takkan pernah ragu untuk melenyapkanmu

Berbekal tekad membaja untuk mengakhiri kekuasaanmu atas benakku
Berharap kemerdekaan itu akan segera datang menyapaku
Hingga seribu detik yang akan datang setelah detik ini
Aku takkan gentar sedikit pun untuk melawanmu

Seribu detik yang akan datang setelah detik ini
Dan aku akan dengan sukses melupakanmu

Bye bye lapar!

v(^_^)

18 pemikiran pada “Seribu Detik

  1. kalo lenyapnya lapar cuma 1000 detik, berarti makannya dikit dunk… cuma bertahan 16.67 menit kenyangnya πŸ™‚ gak nyangka deh arah puisinya

    Farijs van Java berkata,
    maksudnya setelah 1000 detik aku ga laper lagi, gitu. setelah 16,67 menit itu aku bakalan kenyang. gitu… jangan disalahtafsirkan, dong. hwehe…

    v(^_^)

    Suka

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s