Gadis vs Pemuda: Sebal-Sebal Sambal

Seharian ini sang_pemuda terlihat gusar. Jantungnya berdegup tak beraturan. Duduk tak nyaman, makan pun tak kenyang. Ada apakah gerangan?

sang_pemuda: “Gadis…”

si_gadis: “Apa?”

sang_pemuda: “Gimana kerja di situ?”

si_gadis: “Bosen.”

sang_pemuda: “Bosen gak ada kerja?”

Dua puluh menit pun berlalu.

sang_pemuda: “Bosen juga, nih.”

Sepuluh menit kemudian…

sang_pemuda: “Gadis…”

si_gadis: “Apa?”

sang_pemuda: “Kenapa kau hapus aku dari Bukumuka-mu?”

si_gadis: “Kenapa emangnya?”

sang_pemuda: “Terkejut.”

si_gadis: “Lha, bukannya memang sudah ada insting?”

sang_pemuda: “Insting apa?”

si_gadis: “Di-delete dari Mukabuku.”

sang_pemuda: “Padahal kan aku pengen nge-delete duluan.”

si_gadis: “Ya udah.”

sang_pemuda: “Ulangi. Add dulu, trus nanti aku hapus kau.”

Setelah lima menit berlalu…

sang_pemuda: “Emang kau sebel banget sama aku, ya?”

si_gadis: “Iya.”

sang_pemuda: “Gimana biar kau gak sebel ma aku lagi?”

si_gadis: “Setiap aku berusaha untuk gak sebel, kau buat aku tambah sebel lagi.”

sang_pemuda: “O gitu? Terus gimana biar benar-benar gak sebel lagi?”

si_gadis: “Berubah aja, operasi plastik, berubah kepribadian!”

sang_pemuda: “Berubah jadi apa?”

si_gadis: “Jangan jadi sang_pemuda!”

sang_pemuda: “Kan gak boleh, dosa.”

si_gadis: “Ya udah, berarti gak ada caranya.”

sang_pemuda: “Sekarang aku kan udah jadi sang_pria, Dis.”

Tiga puluh menit pun berlalu setelah itu.

sang_pemuda: “Gadis, ayo berusaha lagi. Berusaha buat gak sebel denganku lagi. Ayolah!”

sang_pemuda: “Aku juga akan berusaha gak buat kau sebel lagi. Mari kita berusaha bersama.”

Sepuluh menit kemudian…

sang_pemuda: “Gadis…”

si_gadis: “Ya?”

sang_pemuda: “Ayo mari kita berusaha. Please!”

si_gadis: “Apaan?”

si_gadis: “Aku gak suka orang yang banyak bicara. Bla bla bla. Apalagi gak ada yang penting!

sang_pemuda: “Iyadeh, gak banyak bicara.”

si_gadis: “Gak suka dinasehatin terus. Gak suka!”

sang_pemuda: “Kau juga, jangan banyak bicara, apalagi gak penting. Kau nasehati, mustinya introspeksi juga.”

si_gadis: “Ya udah terserah lo!”

sang_pemuda: “Picik! Pas mo berusaha ga sebel ma kau, eh kau bikin nambah sebel.”

si_gadis: “Ya udah terserah lo aja!”

sang_pemuda: “Perasaan aku pernah bilang gitu ke kamu. Kenapa kau niruin?”

sang_pemuda: “Ah, kenapa sih kita gak bisa akur?”

Sebulan berlalu setelah kejadian itu. Kini sang_pemuda pun sadar. Bahwa dirinya sendirilah yang menyebalkan. Bahwa mereka berdua benar-benar sebal-sebal sambal!

===

Episode-episode yang lalu:

15 pemikiran pada “Gadis vs Pemuda: Sebal-Sebal Sambal

  1. Begitulah…..
    dan itu yang membuat dunia jadi ramai, coba bayangkan seandainya dunia tidak ada yang gombal-ngegombal maka akan sepi…
    Salam dariku, semoga kita dipertemukan

    Suka

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s