One Million

Lima belas menit aku melangkahi jalanan becek tanpa ojek. Suasana pagi ini di Rawamangun sungguh sangat menggairahkan untuk lari pagi. Mendung membuat matahari bersinar temaram, persis seperti sinar purnama semalam.

Aku sedang memamah sarapanku di dalam sebuah toko donat. Di luar sana terdengar keras musik remix yang mengiringi sekumpulan orang melakukan senam aerobik, mengganggu kekhusyukanku dalam menyaksikan film Doraemon di televisi saja. Maka aroma secangkir kopi panas ini yang meredamkan amarahku.

Adalah topik Post a Day hari ini yang ingin sebentar kubahas:

What would you do with a million dollars, tax free?

Tentu saja satu juta dollar itu akan segera kutukar dengan rupiah karena aku cinta rupiah. Aku keluarkan sebagian untuk zakat. Tak lupa pula sebagian aku sedekahkan. Karena tidak dipungut pajak, maka itu artinya Pemerintah tidak mendapatkan bagian.

Sisa uang itu akan kugunakan sebagian untuk merenovasi ulang rumah ayah-ibuku. Semoga ibuku akan senang dengan dapur barunya yang kuperluas. Sisanya lagi akan kupergunakan untuk membuat pesta pernikahan. Adalah pesta pernikahanku yang akan kuadakan secara sederhana. Cukup memotong beberapa ekor kambing untuk dihidangkan kepada tamu-tamu yang tidak banyak-banyak.

Kalau kalian ingin tahu, tentu saja uang yang tadinya satu juta dollar itu masih bersisa. Maka kepada istriku aku serahkan semua sisanya. Oleh istriku uang itu bisa jadi akan dipakainya untuk membiayai perpustakaan keliling yang dari namanya saja kita sudah bisa menyangka kalau perpustakaan itu akan berkeliling dari desa ke desa membawakan jendela untuk dibuka oleh anak-anak agar dapat melihat dunia.

Bisa jadi uang itu digunakannya untuk membangun sekolah-sekolah gratis yang kemudian ia kepalai sendiri. Karena tidaklah mungkin bagi istriku itu mengepalai sebuah sekolah yang dibangun bukan olehnya sendiri.

Istriku mudah-mudahan tidak lupa mengalokasikan sisa uang membangun sekolah itu untuk biaya membangun rumah kami. Tidak perlu rumah mewah yang besar lagi megah, cukuplah rumah kecil yang sederhana. Karena kami hanya perlu tempat berteduh yang hangat yang dapat dihuni dengan nyaman dan aman oleh kami dan anak-anak kami kelak.

2 pemikiran pada “One Million

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s