Perjalanan Terbaik

Pekan keempat bulan Februari. Senin Kliwon ini aku sarapan dengan lima potong roti.

Seperti inilah topik Post a Day hari ini:

Describe the best road trip you’ve ever taken.

Bonus: If you’re feeling all glass half empty, the worst road trip. Or describe a road trip you’d like to take and why you want to take it.

Perjalanan darat terpanjang yang pernah kualami adalah ketika liburan kenaikan kelas 2 SMA: Darmawisata ke Bali! Berhubung berkas catatan perjalanannya telah terhapus dari komputer dan sudah tidak mungkin dibangkitkan kembali, juga karena sebagian besar ingatanku tentang perjalanan itu terhapus pula bersamaan dengan lenyapnya berkas catatan perjalananan itu, maka liburan ke Bali itu tidak bisa dikatakan sebagai perjalanan darat terbaikku. 😦

Awal bulan April tahun lalu aku dan kawan-kawan The Penampakanz melakukan perjalanan darat ke Yogyakarta. Perjalanan dimaksudkan sebagai kunjungan balasan atas kunjungan kolega kami dari Kota Gudeg itu dua bulan sebelumnya. Selain itu kami juga bermaksud menjadikan beberapa area di Yogyakarta sebagai latar belakang dalam dua film yang akan kami buat. Yak! Benar sekali, kami syuting di Jogja!

Berangkat dari Jakarta menggunakan sebuah mobil dan supir sewaan. Total kami berenam, termasuk supir sewaan bernama Kang Badi. Perlu aku sampaikan di sini bahwasanya Kang Badi ini adalah seorang supir yang “gila”. Betapa tidak gila, hobinya mengebut, memanuverkan mobil ke kiri dan kanan secara cepat, dan menglakson sepeda-sepeda motor yang ada di depan dan samping mobil kami. Kang Badi telah sukses membuat kami menjadi semakin mendekatkan diri pada Sang Khalik dalam perjalanan itu.

Sepanjang perjalanan kami bernyanyi dan bercanda ria. Sesekali kami mengelus dada dan beristighfar manakala Kang Badi menyalip truk atau bus di depan kami dengan kecepatan yang luar binasa. Yah, dalam perjalanan itu kami semua bergembira.

Tak banyak yang ingin kuceritakan mengenai perjalanan ini. Yang jelas kami di sana berhasil menyelesaikan syuting film pendek perdana kami yang berjudul “Wasiat”. Kami berkunjung ke kompleks Candi Prambanan, Pantai Parangtritis dan Pantai Depok, Jalan Malioboro, Pasar Beringhardjo, Tamansari, dan objek-objek menarik lainnya di Yogyakarta.

Meski sangat menguras tenaga, kami puas. Kami bergembira. Aku berharap semoga pada kesempatan lain dalam perjalanan hidupku bisa bersama-sama lagi dengan mereka melakukan perjalanan yang serupa. Entah ke Jogja lagi, entah ke kota lain. Entah tahun ini, tahun depan, lima tahun lagi, sepuluh tahun lagi.

Maka berikut inilah sedikit dokumentasi perjalanan waktu itu:

3 pemikiran pada “Perjalanan Terbaik

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s