Mandi Disemprot Air

Aku berjalan menuju kantor dengan bermandikan sinar mentari pagi. Itulah yang memberiku energi.

man·di v 1 membersihkan tubuh dng air dan sabun (dng cara menyiramkan, merendamkan diri dl air, dsb): hari libur banyak orang — di laut; 2 ki bermandi; 3 ki dipenuhi oleh (cahaya, uang, dsb): kota yg — cahaya;

Aku tidak terlalu mengerti mengenai topik Post a Day hari ini, apakah membahas mengenai mandi sebagaimana umumnya pengertian mandi di Indonesia, atau hanya khusus mengenai mandi disemprot air.

How long do you think you could go without a shower?

Did you know: The modern domestic shower was invented in the early 1800s( via wikipedia). For hundreds of years before that, in most of the world, people went their entire lives without ever taking a shower (and even today some of your coworkers probably still don’t shower enough).

Kalau yang dimaksudkan adalah mandi disemprot air, maka jawabanku tentu saja bisa seumur hidup. Tidaklah mengapa seumur hidup tidak pernah mandi disemprot air. Mengapa? Karena kalau kita menuruti apa kata Joshua, apabila muka terkena semprotan air, maka kita haruslah mandi lagi. 😀


Disemprot-semprot airnya disemprot-semprot
Kena mukaku aku jadi mandi lagi

Joshua Suherman – Air

Adalah seorang kawanku yang membuat GERAKAN SATU JUTA FACEBOOKERS UNTUK MANDI SEHARI SEKALI. Menurutku ia dan gerakannya ini sangatlah jorok dan tidak manusiawi. Betapapun aku hidup di Indonesia yang beriklim tropis, terlebih tinggal di Jakarta yang penuh dengan polusi dan juga polisi. Tentu aku akan merasa sangat tidak nyaman apabila mandi hanya sekali sehari.

Kata WordPress tadi shower ditemukan pada awal abad 19 di Eropa. Kalau kataku, di Indonesia shower sudah jauh lebih dahulu ditemukan, antara lain di sungai-sungai yang memiliki air terjun.

Pada zaman dahulu, orang Indonesia dipastikan mandi di sungai. Tak hanya manusia yang begitu, bahkan katanya para bidadari pun mandi di sungai. Tak ayal bakat mengintip ala Jaka Tarub pun diturunkan dari generasi ke generasi. Maka kalian janganlah heran apabila menemui orang-orang kita bermata bintit sebelah. 😀

Air terjun di sungai-sungai tak hanya dimanfaatkan oleh orang kita zaman dahulu untuk take a shower. Banyak pendekar penghuni telaga dunia persilatan memanfaatkan air terjun itu untuk mengasah ilmu olah kanuragannya dengan cara bersemadi di bawahnya.

Yah, apapun alasannya, aku sarankan terutama kepada kalian yang tinggal di kota-kota besar penuh polusi untuk mandi dua kali sehari. Apalagi sekarang zaman sudah berubah. Mandi tidak perlu lagi di sungai, kecuali oleh kalian yang ingin mandi bersama bidadari yang sampai sekarang pun konon masih mandi di sungai pada malam bulan purnama.

11 pemikiran pada “Mandi Disemprot Air

  1. Hehehehhe lucu juga. Air melimpah ruah, bahkan di Jakarta bisa kelebihan sampai tumpah ruah ke pemukiman, jalan-jalan raya, dan ruang-ruang lain di alam Jakarta itu, kok ngajak mandi sekali sehari. Kalau untuk hemat air ya cara mandinya yang diperbaiki. Perilaku menggunakan air yang mesti disesuaikan dengan anjuran PDAM, Greenpeace, WWF, dsb…. dsb… (gak nyambung ya :D)

    🙂 Salam,

    Mochammad

    Suka

Tinggalkan Balasan ke Farijs van Java Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s