Musim Terik

Sudah beberapa lama ini tersiar kabar betapa kekeringan sudah sedemikian meluas di wilayah Indonesia. Sudah beberapa lama ini pula hujan jarang sekali turun (atau sudah lama tak turun?), setidaknya di Jakarta.

Sudah beberapa lama ini pula nyamuk-nyamuk kurus berkembang biak dengan baik sehingga para ibu yang butuh kehangatan banyak menyedot darah manusia dan juga kambing. Adapun nyamuk-nyamuk kurus itu biasanya memilih manusia yang belum mandi sehingga berbau seperti kambing untuk dijadikan korbannya.

Alhasil kita dianjurkan untuk mandi minimal dua kali sehari pada masa-masa kemarau semacam ini, Saudara. Selain agar kulit kita menjadi lembab dan badan menjadi segar, juga agar kita terhindar dari serbuan nyamuk-nyamuk kurus yang tak segan dan ragu untuk menyedot darah kita.

Banyak pohon perindang trotoar di Jakarta menggugurkan daunnya. Hal ini sama dengan yang kita pelajari semasa SD dahulu pada pelajaran IPA alias Ilmu Pengetahuan Alam, bahwa pohon jati menggugurkan daunnya pada musim kemarau untuk mengurangi penguapan.

Mengapa hal-hal demikian dapat terjadi?

Itulah kemarau, Saudara. Kemarau adalah masa dimana hujan sedang bermusuhan dengan bumi sehingga seakan ogah-ogahan mengunjungi bumi. Maka banyak petani padi yang terancam gagal panen maupun tidak dapat menanam padi. Beruntunglah bagi petani yang cerdas memanfaatkan lahannya untuk bertanam palawija yang dapat tumbuh dan berkembang pada lahan kering.

Maka daripada kering kerontang, mendingan dengerin ini aja, Saudara:

2 pemikiran pada “Musim Terik

Silakan berkomentar sesuka hati

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s