Baru Tahu: Sinestesia

Hai, pesemangat!

Kuberi kalian tahu akan sesuatu bernama sinestesia: bukan majas atau gaya bermetafora; bukan makanan apalagi mainan, melainkan sebuah fenomena bercampurnya dua rasa yang ditangkap oleh satu indra seakan-akan satu indra yang lain ikut pula merasakannya.

Apabila dengan anestesi/a/ kita mati rasa, maka dengan sinestesia kita mendengar suara sekaligus melihat warna. Terkadang dengannya kita menghidu suara, atau malah melihat aroma.

Kata sinestesia, angka itu berona dan aksara itu penuh warna. Tak ayal lagi, baginya musik serupa nyala kembang api di malam tanpa purnama.

Bahan bacaan:

Buku Paket

Ada yang tahu istilah buku paket? Entah di tempat dan masa kalian disebut apa, tetapi di tempatku dan pada masaku dulu buku referensi utama yang digunakan di sekolah disebut sebagai buku paket.

Ketika bersekolah di SD Inpres dulu, ada sih buku paket, bisa dikatakan cukup menurut jumlahnya, tetapi setelah dicermati sekarang rasa-rasanya keadaan semasa dulu itu bisa digolongkan kurang. Buku paket ada, tetapi rasa-rasanya (lagi-lagi) kurang saja dari segi kualitas. Apa mungkin kurikulumnya yang menjadi masalah, ya? Banyak materi yang harus dipelajari, tetapi seakan dangkal karena tidak mengupas secara rinci. Apa, ya?

Begitu sajalah. Bukan hal ini yang sejatinya hendak kusampaikan pada kesempatan kali ini. Ingin kalian aku aja menyimak penuturan video berikut ini; mengenai textbook (buku paket).

Dulu pernah aku dan kawan-kawan semasa SMA sama-sama bayangkan \atau lebih tepat dikatakan impikan\ bahwa buku paket di sekolah-sekolah akan semenarik sebagaimana penggambaran di video tadi. Penuh dengan warna-warni dan hal-hal rinci dan penyusunannya sangat sistematis. Tidak membosankan jadinya. Belajar pun semakin menyenangkan. Lanjutkan membaca “Buku Paket”

Penemuan Hari Ini: Bak

Anda memiliki sebuah bak di kamar mandi? Sering merasa kesal ketika isi bak tinggal sedikit sehingga Anda harus berjuang ekstrakeras untuk menggayungnya?

Memperkenalkan… AUTOBAK!

Sebuah bak mandi otomatis yang dilengkapi fitur canggih dan modern yang dapat mengangkat air di bak hingga selalu penuh. Anda tak perlu lagi menunduk demi menggayung air untuk mandi. Anda tak perlu lagi takut jatuh tersungkur atau merasa capai. Dengan Autobak mandi terasa lebih menyenangkan.

Coba dan rasakan sendiri pengalaman mandi yang menyenangkan bersama Autobak!

Teknologi Visual Semakin Maju

Menyambung postingan mengenai tangan adalah masa depan kita, berikut kutampilkan sebuah video menarik ini:

Lagi-lagi teknologi visual semakin melangkah ke depan.

Sebenarnya hal ini merupakan sebuah kabar baik bagi umat manusia. Peradaban sudah semakin maju, dan selayaknya memang harus terus maju. Demi kesejahteraan seluruh umat manusia di segenap penjuru dunia. \Yah, meski memang teknologi sedemikian maju ini tidak pernah bisa dinikmati oleh seluruh umat manusia yang tersisa.\

Waktu masih kurus dahulu, zaman-zaman SMA, aku dan beberapa kawan sering menghayalkan teknologi masa depan. “Ah, kira-kira apa ya teknologi canggih yang akan tercipta kelak di masa depan? Ah, bagaimana kalau kita punya kemampuan membuat teknologi itu, apa yang kira-kira akan kita ciptakan?” Pemikiran-pemikiran semacam itulah dorongan terkuat bagiku dulu untuk gemar mempelajari fisika. Lanjutkan membaca “Teknologi Visual Semakin Maju”

Unsolved Mysteries (part 2)

Melanjutkan tulisan yang sebelumnya, kali ini aku mencoba membahas file kedua yang dikirim oleh QQC. Pada bagian kedua ini, Pak Rajendra mulai mengajukan pertanyaan-pertanyaan:

1. Di awal pembentukan alam semesta (big bang) jumlah materi dan antimateri adalah sama. Namun mengapa saat ini semesta galaksi ini hanya terdiri dari materi (antimateri sangat-sangat sedikit ditemukan)?
2. Penemuan blackhole memunculkan solusi-solusi wormhole dan superstring, yang secara teori memungkinkan adanya perjalanan lintas waktu. Mungkinkah diciptakan mesin waktu di dunia ini?
3. Penemuan riak (ripple) pada struktur microwave background radiation menunjukkan bahwa semesta galaksi ini mempunyai massa yang jauh lebih besar dari yang terlihat. Kemana hilangnya massa yang besar ini?
4. Proyek SETI (Search for ExtraTerrestrial Intelligence) belum berhasil mendengar suara kehidupan dari semesta galaksi. Apakah semesta ini tidak berpenghuni?
5. Untuk menampung big bang dibutuhkan ruang kosong (false vacuum). Sifat false vacuum ini memungkinkan terjadinya big bang atau alam semesta lain, sehingga akan banyak alam semesta, dan tidak akan pernah berhenti. Benarkah?
6. Teori Relativitas dan Teori Quantum mempunyai arah yang berbeda. Adakah teori yang bisa menyatukan keduanya?
7. Ada harapan teori bahwa ruang dan waktu bersifat self-organized. Konsekuensinya adalah adanya sistem yang sangat kompleks. Mungkinkah ruang dan waktu self-organized?

Pak Rajendra mencoba mencari “clue” untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dari Al-Quran. Beliau mengatakan bahwa di dalam Quran, langit (yang identik dengan galaksi) dinyatakan dalam dua kata: Samâ’ dan Samâwât. Perbedaan dari pemakaian dua kata ini, menurut beliau, kata pertama mengacu pada langit dari sudut pandang manusia menatap ke atas langit. Sehingga kata Ardh yang menjadi pasangannya berarti bumi tempat manusia berpijak.

Untuk kata yang kedua, Samâwât, mengacu langit dipandang dari sudut pandang penciptaan alam semesta. Sehingga Ardh adalah benda-benda selain langit tersebut. Bumi, planet, matahari, dan bulan, termasuk dalam artian Ardh ini.

Dalam slide tersebut Pak Rajendra menyebutkan beberapa ayat dalam Quran mengenai Samâ’ dan Samâwât ini. Dari situ, beliau menyimpulkan susunan alam semesta, di mana itu Ardh, di mana itu Samâwât, di mana `Arsy.

Subhânallâh…. 

Klik untuk mengunduh: QCC – Unsolved Mysteries (2)

Unsolved Mysteries (part 1)

Beberapa waktu yang lalu saya mendapatkan e-mail kembali dari QQC (Quranic Quotient Centre). Kali ini Bapak Rajendra Kartawiria mencoba mengupas masalah-masalah yang dihadapi para cosmologist masa kini mengenai misteri-misteri alam semesta:
– Where does matter come from?
– Is time travel possible?
– Where is the missing matter?
– An inhabited universe?
– An eternity of bubbles?
– Is there a Theory of Everything?
– What is the future of cosmology?

Beliau mencoba membantu para cosmologist dalam memberikan “clue” dari pertanyaan-pertanyaan di atas. Tentunya melalui pendekatan Islam, merujuk pada Quran.

Untuk file pertama yang beliau kirim, beliau mencoba mengingatkan kita betapa kecilnya kita dibandingkan alam raya yang Allâh ciptakan. Mulai dengan melihat ruangan kantor tempat kita bekerja, kemudian menerawang ke luar, ke cakupan yang lebih luas yaitu kota, kemudian ke planet bumi. Dari planet bumi, ke tata surya, ke galaksi Bima Sakti (Milky Way), kemudian cluster galaxy, galaxy globe, ….

Subhânallâh!

Betapa kecilnya kita dibandingkan dengan alam raya yang mahaluas ini. Sungguh, betapa Mahabesarnya Allâh yang telah menciptakan alam semesta raya ini. Alhamdulillâh, semua itu diciptakan untuk manusia. Kita harus bersyukur untuk itu.

“Dia-lah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS Al-Baqarah [2]: 29)

Wallâhu a’lam.

Andai ada kekurangan, semata karena kedangkalan ilmu.
Andai ada yang kurang berkenan, semata karena awam berkomunikasi.
Mohon maaf atas segala kelemahan.
Semoga bermanfaat.
qqc_v@yahoo.com

Silakan unduk di sini: QQC-UnsolvedMysteries(1)