Solus

Baru tahu hari ini, kalau ada satu distro GNU/Linux yang tampaknya sedang naik daun \macam ulat\. Yakni distro yang bernama Solus, yang logonya unik dengan gambar semacam roket sebagai penggantu huruf “l” pada namanya. Barangkali nama Solus ini semacam parodi dari roket Soyuz (@ Wikipedia), ya?

Screenshot dari desktop Solus (solus-project.com).

Lihatlah tampilan dari sistem operasi Solus ini. Cantik, bukan?

Distro ini menggunakan Budgie desktop, yang kodenya ditulis dari nol alias bukan garpu-an dari proyek lain. Cantik sih, ya. Tetapi sepertinya masih dalam pengembangan yang intensif. Masih beta, jadi belum berani coba. Kita tunggu saja kabar baik selanjutnya.

Kabarnya distro ini dulu bernama “evolve os” yang entah bagaimana kemudian berganti nama menjadi Solus. Entah ada kaitannya dengan SolusOS yang sudah diskontinyu itu atau tidak, aku pun tidak tahu. Sepanjang hari ini belum kutemukan informasi terkait.

Jack Wallen di techrepublic.com menambahkan Solus di nomor empat pengganti alternatif dari sistem operasi Windows. Dan kalau di lihat di DistroWatch.com hari ini, Solus menduduki peringkat ke-39 urutan distro paling popular.

Solus di DistroWatch.com
Solus di DistroWatch.com

Multitasking

image

‘Multitasking’ di era pesawat dan mobil bisa ‘nyetir’ sendiri seperti sekarang ini barangkali seperti yang sedang aku lakukan berikut ini:

Sambil duduk di Damri aku menelepon ibu sambil bermain #minecraft sambil posting tulisan di blog sambil secara otomatis ‘update’ status di Facebook sambil menyimak suara sumbang seorang pengamen menyanyikan lagu entah apa.

Seharusnya semua itu bisa kulakukan sembari mengunyah kudapan. Akan tetapi berhubung sekarang bulan Ramadan maka anjuran menghormati orang yang sedang berpuasa pun kulaksanakan dengan sepenuh hati.

Ada satu hal yang patut disayangkan, sungguh, yaitu semua kegiatan itu tidak bisa kulakukan sambil tidur apalagi sambil kayang.

Selamat mudik.

Fakta Asyik OpenTTD #1

Masih ingatkah kalian dengan permainan yang membuatku kecanduan beberapa waktu lalu yaitu OpenTTD? Sekarang aku kecanduan permainan itu lagi. Dari “belajar kembali” mengenai bermain OpenTTD, aku menemukan beberapa fakta mengasyikkan seputar permainan ini. Berikut adalah salah satunya.

Terkadang pemerintah daerah di suatu kota tidak mengizinkan kita mendirikan terminal bus, stasiun kereta api, bandara, atau fasilitas lainnya. Hal ini bisa dikarenakan pemerintah kota tersebut memang terkenal galak, pelit, dan tidak permisif, atau bisa dikarenakan kita telah membuat marah si pemerintah kota dengan menghancurkan bangunan, dsb.

Untuk melunakkan hati si pemerintah kota ini sehingga menjadi lebih permisif dengan kita dan bermurah hati mengizinkan kita membangun prasarana perusahaan transportasi kita, caranya mudah sekali. Tanam saja sebanyak-banyaknya pohon di dalam dan sekitar kota tersebut. Niscaya dengan demikian pemerintahnya akan melunak hatinya. Bagaimana? Mengasyikkan, bukan?

Kecenderungan tersebut mengajarkan kepada kita bahwa dari permainan komputer pun kita bisa mengambil pelajaran kehidupan. Yakni bahwa gerakan penghijauan dan penanaman pohon membawa banyak keuntungan bagi kita semua. Jadi, mulai sekarang tanamlah pohon sebanyak-banyaknya di lingkungan sekitar. Semampunya saja, lah. Tak perlu langsung menanam pohon yang besar semacam cemara atau beringin, Saudara. Mulailah saja dengan menanam pohon taoge di pekarangan rumah. Bagaimana?

Menjawil Layar Jawil

Apabila kalian adalah pengikut sesat setia blog semangat ini sejak semula, tentunya mafhum bahwa aku telah beberapa kali menyinggung perihal teknologi hubungan. Seperti halnya pernah kutuliskan dalam “Tangan = Masa Depan Kita“, “Teknologi Visual Semakin Maju“, maupun “Interaksi Digital“, aku berpikiran bahwa masa depan dunia ini akan semakin aneh.

Berkaitan dengan perihal di atas, semenjak ulen-ulen \yaitu istilahku untuk menyebutkan bagian trackpad\ pada BeriBeri-ku rusak sehingga dengan demikian menyebabkanku dengan sangat terpaksa menggunakan layar jawilnya untuk melakukan pengarahan alias navigasi, maka aku pun kembali memikirkan bahwa masa depan akan semakin aneh.

Betapa tidak, segala perangkat komunikasi, dekak-dekak modern alias komputer, perangkat hiburan penglihatan, hampir memang akan tetapi mesti, segala pengembangannya lebih banyak diarahkan untuk melatih keterampilan jari-jari kita dalam menjawil. Kan?

Padahal aku tahu dengan pasti \karena aku mengalaminya sendiri\ bahwa menggunakan ulen-ulen untuk melakukan pengarahan sudah jelas-jelas lebih mudah dan lebih menghemat tenaga dibandingkan dengan menggunakan keseluruhan bidang luas pada layar jawil. Dengan ulen-ulen maka seluruh pelosok layar dapat “kujawil” dengan jauh lebih sedikit pergerakan jempol dibandingkan dengan menjawil seluruh pelosok layar tersebut secara nyata.

Aku memang pencinta kemudahan. Siapa tidak menyukai kemudahan dan keindahan, coba? Bagiku, berdiam diri jauh lebih menghemat energi daripada bergerak. Kan?

Itulah sebabnya, alih-alih menggunakan landasan jawil pada Nova, aku lebih suka menggunakan jendol-jendol merah di tengah-tengah papan ketiknya. Karena bagiku hal itulah pangkal “kedayagunaan adalah cermin penghematan.” Lagipula, bukankah hemat pangkal kaya?

Penampang Papan Ketik pada Nova
Penampang Papan Ketik pada Nova

dd

Berita Hari Ini

Hujan tampaknya kembali akan menyambangi memetuki menghadiri acara jamuan makan malam di sini, Saudara. Tepat nanti malam adalah malam Jumat Kamis, merupakan awal Tahun Baru 1434 Hijriah. Malam ini pula berbarengan dengan malam Satu Sura (Suro), menandai bergantinya tarikh penanggalan Jawa (dari tahun 1945 menuju 1946). Dengan demikian hari ini sampai senja nanti adalah akhir tahun. Maka perlulah kita untuk mengucapkan doa penutup tahun.

Hari ini aku memperoleh beberapa informasi penting di samping mengetahui kenyataan pahit bahwa kebohongan masih merajalela di atas bumi. Orang Jepang, Saudara, telah berhasil mewujudkan khayalanku beberapa tahun lalu dengan menciptakan ‘celana dalam penghilang bau kentut’. Bahkan tidak ada benda ajaib ini di kantongnya Doraemon!

Celana Dalam Penghilang Bau Kentut
Celana Dalam Penghilang Bau Kentut (tangkapan layar pada hariandetik.com)

Mari kita kembali ke musim kemarau delapan tahun lalu, Saudara. Pada saat itu aku sedang terbaring sakit ketika tiba-tiba saja menyadari bahwa kentutku sangatlah bau sehingga membuatku berharap Doraemon memiliki celana ajaib penghilang bau kentut. Dengan terciptanya celana dalam penghilang bau kentut tersebut di atas maka pengharapanku pada saat musim kemarau delapan tahun lalu itu tinggallah satu untuk diwujudkan, yaitu celana ajaib pengecil suara kentut! 😀 Lanjutkan membaca “Berita Hari Ini”

Damayanti Berbicara

Sudahkah kalian membaca postingan Cukur Prihatin, yaitu postinganku tadi malam? Jikalau belum dan sedang malas membacanya, merasalah untuk nyaman karena Damayanti dapat membacakannya untuk kalian:

Damayanti adalah suara berbahasa Indonesia dalam fitur Text To Speech di sistem operasi Mac OS X \semenjak Lion kiranya\. Untuk mengaktifkannya, kalian para pengguna Mac harus mengunduhnya terlebih dahulu. Masuk saja di pengaturan Speech pada System Preferences. Pada tab Text to Speech di pilihan System Voice, pilih Customize. Dari situ, cari saja Damayanti.

Aku pun lantas bertanya-tanya, Saudara. Gerangan bilamanakah namanya adalah Damayanti? Siapa pula pemberi namanya? Damayanti adalah nama seorang tokoh pada cerita Mahabharata. Jadi nama itu tidaklah bernuansa Indonesia. Mengapa tidak menamakannya dengan Sari, misalnya? Atau Bunga, Melati, Rima, atau Putri barangkali? Nama-nama itu lebih bernuansa bahasa Indonesia, kan begitu?

Sekadar referensi mengenai text-to-speech, silakan membaca postingan Google Tukang Omong. Sekian.

Papan Optimus Maximus

Beberapa dari kalian barangkali sudah mengetahui bahwa aku menyukai benda-benda maupun perkakas teknologi yang unik dan tidak banyak diketahui orang. Berikut ini aku menemukan satu lagi benda yang dapat digolongkan ke dalamnya.

Adalah papan ketik bernama Optimus Maximus yang aku temukan dari sebuah situs toko daring yang eksklusif TouchOfModern (silakan daftar melewati tautan ini). Bagaimana rupa papan ketik ini hingga menarik minatku? Beginilah ia, Saudara:

Optimus Maximus keyboard
Optimus Maximus keyboard (www.artlebedev.com)
Optimus Maximus
Optimus Maximus (www.touchofmodern.com)

Jadi papan ketik ini, Saudara, adalah terdiri atas tombol-tombol sebagaimana lazimnya papan ketik untuk komputer biasa ditambah beberapa tombol yang dapat kita kustomisasi semau kita. Bahkan semua tombol-tombolnya dapat kita kustomisasi tak hanya fungsinya melainkan pula tampilannya. Bagaimana bisa? Lanjutkan membaca “Papan Optimus Maximus”

Ber-OpenTTD

Tahukah kalian? Saat ini aku sedang kecanduan memainkan OpenTTD.

Apakah itu OpenTTD? Yakni sebentuk pembuatan ulang secara sumber terbuka (open source) dari permainan Transport Tycoon Deluxe (TTD). Barangkali ada di antara kalian yang begitu membaca “tycoon” langsung teringat dengan permainan RollerCoaster Tycoon. Maka yang demikian adalah bukan kebetulan karena yang menciptakan kedua permainan tersebut adalah orang yang sama: Chris Sawyer.

OpenTTD adalah sejenis permainan komputer berupa simulasi transportasi perkotaan. Sebagai pemain, kita didaulat mengoperasikan sebuah perusahaan transportasi. Kita dapat membuat jaringan jalan raya, rel kereta api, membangun bandara, pelabuhan, terminal, pangkalan truk, dan landasan helikopter. Termasuk kita dapat pula membangun jembatan dan terowongan.

Tampilan Permainan OpenTTD - Peta
Tampilan Permainan OpenTTD – Peta

Tersebutlah pada tahun 1950 (atau sesuai pengaturan), kita mendirikan sebuah perusahaan transportasi. Pertama-tama perusahaan transportasi kita diberi pinjaman sejumlah uang oleh bank. Uang tersebut kita pergunakan antara lain untuk membuat sistem dan jaringan transportasi di sebuah negeri antah berantah. Agar perusahaan mendapatkan pemasukan, kita harus mengangkut penumpang dari satu kota ke kota yang lain atau mengangkut bahan baku industri dari daerah pertambangan/ pertanian ke pabrik atau instalasi lainnya. Demikian pula kita dapat mengangkut hasil industri tersebut ke kota. Lanjutkan membaca “Ber-OpenTTD”

Masa Depan yang Aneh

Banyak orang memikirkan dan membayangkan bagaimana teknologi menguasai kehidupan manusia di masa depan. Ada yang membayangkan kelak kita akan tinggal di gedung-gedung yang melayang, ada yang membayangkan kelak kita punya peliharaan berupa robot, ada pula yang membayangkan kelak kita mandi tidak pakai air lagi.

Sah-sah saja memikirkan masa depan semacam itu. Mengapa?

Lantas bagaimana halnya dengan masa depan yang penuh dengan augmented reality? Barangkali pemikiran ini yang belakangan tenar karena kedatangan Kacamata Google.

Berikut ini adalah sebuah video dari Sight Systems yang dapat memudahkan pembayangan kita bagaimana kelak masa depan umat manusia apabila konsep aplikasi, permainan video, dan augmented reality yang menjadi primadona:

Kalau demikian yang benar-benar terjadi di masa depan, dunia ini bukanlah lagi sandiwara seperti yang dilagukan Nike Ardila melainkan adalah permainan.

Baca juga tulisan yang berkaitan berikut ini: