Kawan Masa Kini

Katanya, kawan itu sudah lama saling kenal.
Katanya, kawan itu sering berhubungan.
Lantas, apakah yang sudah lama saling kenal tetapi tidak lagi sering berhubungan?
Sebuah dilema masa kini: ketika perkawanan menjadi pudar lantaran perbedaan haluan dalam memilih layanan jejaring sosial.

Haha. Nasib ya nasib. Kalau ingin meneruskan perkawanan, apakah harus mengaktifkan semua layanan jejaring sosial? Dari Fa-cebok, Tuiter, Nge-pet, Lain, Wacap, Wecat, In-sakgram, Piber, Pelurek, Bebem, dan lain-lain, haruskah kita punya semua akunnya?

Ah, alangkah indahnya masa yang sudah lampau, yaitu masa ketika kawan hanya memiliki satu alamat pos, satu nomor telepon rumah, satu alamat pos-el, satu nomor SMS, satu profil ACS, dan satu muka.

Kawan gelak tiada,
Kawan menangis jarang bersua.

+-+-+
Berdasarkan maraknya permintaan, maka dengan ini kujelaskan bahwa dua baris terakhir di atas adalah plesetan sebuah peribahasa yang bunyi aslinya yaitu “Kawan gelak banyak, kawan menangis jarang bersua”. Adapun arti peribahasa asli tersebut adalah kira-kira seperti ini: kawan di saat senang banyak, kawan di saat sedih sedikit.

Perjalanan The-Penampakanz Band Episode 4

Iseng melihat-lihat Draft Posts. Eh nemu tulisan ini. Tak terasa, sudah lebih dari tiga tahun. Revisi terakhir tulisan ini kulihat tanggal 10 Juli 2008 pukul 16:58.

Sebenarnya dulu sudah punya ide jalan cerita dan pengkhataman kisahnya. Akan tetapi… Ya sudahlah. Berikut ini adalah sebuah tulisan tak-terselesaikan dari rangkaian kisah garing nan lapuk (langsung dari kotak draft tanpa disunting):

===

Ini adalah episode terakhir dari tetralogi kisah “Perjalanan The-Penampakanz Band”. Setelah dua bulan lebih beberapa hari akhirnya penulis menyelesaikannya juga. Untuk itu pertama-tama penulis ingin mengucapkan puji syukur Alhamdulillâh kepada Allâh Subhânahu wata’âla. Tak lupa pula penulis ucapkan terima kasih kepada kedua orang tua, adik-adik, handai taulan. Juga kepada para guru yang telah berhasil mengantarkan penulis hinga menjadi gak-genah writer seperti sekarang ini. Dan yang lebih penting, penulis ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada para pembaca sekalian, para fans The-Penampakanz Band, atas segala cacian dan makiannya yang sungguh menusuk kalbu serta segala sambitan yang ditujukan kepada penulis. Thank you very much. Ateng ngguyu makan tomat. Syukran jiddan. Ahlan wa sahlan. Ilal-liqa’. (^_^)v

Seperti telah dijanjikan dalam ¼ episode sebelumnya, pada episode terakhir ini nantinya akan diceritakan kehidupan pribadi masing-masing personil The-Penampakanz Band, mulai bagaimana karier copetnya FARIJS, kisah cintanya AANK, KRISNAAA dengan sepeda kesayangannya, IRRR dan para babysitter-nya, serta BNGKY dan gitar tuanya. Pada episode ini juga akan dikisahkan awal mula The-Penampakanz Band menampakkan diri di tengah gegap gempita panggung hiburan dunia demitz, bagaimana mereka mulai memasuki dapur rekaman hingga dapur warteg, dst. Jadi tunggu apa lagi, anak muda serta kaum perempuan kudu gabung dan kudu menang! //Yah, kek kampanye salah satu parpol baru bikinan Mister Sys Ente aja. Buru atu Bang Penulis, segera ceritakan kepada kami!// Lanjutkan membaca “Perjalanan The-Penampakanz Band Episode 4”

Lelah Sekali Lagi, Lagi-lagi Lelah Sekali, Sekali Lagi Lelah

Malam ini kurasakan keletihan yang teramat sangat. Pinggang ini terasa seperti baut yang dicengkeram kencang oleh tang. Kedua kaki ini seakan mesin yang sudah aus, susah digerakkan. Dan lengan ini, ikut-ikutan susah ditekuk-luruskan. Hanya jemari ini yang masih semangat menggencet keypad ponsel, merangkai huruf demi huruf postingan ini.

Heh…. Badan pegal-pegal, pikiran letih. Batin ini lesu, gairah menurun. Setelah “Sibuk Sekali Lagi” pekan lalu, pekan ini aku akan semakin sibuk. Bertumpuk pekerjaan, bertumpuk permasalahan, bertumpuk pula keinginan.

Persiapan menjelang Ramadhan agaknya semakin terteter. Buku tentang Ramadhanku belum kusentuh sama sekali. Sementara file tentang Ramadhan belum sempat kupelajari. InsyaAllah kuposting di sini agar saudara-saudara sekalian bisa turut membaca dan turut mengerti.

Tadi seharian di Ancol. Berkumpul lagi dengan anak-anak The Penampakanz. Seperti biasanya, lagi-lagi aku over-ontime. Setengah jam datang lebih awal, sementara kami semua baru masuk ke Pantai Ancol dua jam setelah lewat waktu yang dijanjikan. Banyak yang tidak bisa atau tidak jadi datang. Namun, Alhamdulillah, cukup menyenangkan. Sedikit menghiburku di kala jenuhku akan rutinitas kesibukanku. Oya, di Ancol aku bertemu pula dengan seorang kawan lama, teman SMA dulu. Seperti sudah diduga, dia shock melihat perubahan pada tubuhku. Terlalu banyak perubahan. Terlalu banyak lemak tumbuh dan berkembang di bawah kulitku.

Esok hari tibalah kembali masa harus kujelang hari-hari sibukku. Doakan aku saudara-saudara, semoga aku bisa melewatinya dengan baik dan semoga Allah SWT melimpahkan barakahnya untuk kita semua. Semoga esok kelelahan ini sirna. Sudah kuminum jamu beras kencur yang mak nyus itu. Jadi InsyaAllah besok pagi aku ‘kan bugar kembali….

(^_^)v

Semangat!

Road To Jakarta

Berikut ini adalah sepenggal kisahku berpetualangan di Jakarta. Semoga terinspirasi. Don’t try this at home!

Setelah kondangan kemarin, setelah terkena shock therapy, setelah puas makan-makan, setelah … setelah itulah pokoknya, diriku pergi ke MTA. Mau Tau Aja. Eh, bukan ding. Mal Taman Anggrek. Ya, kami memenuhi ajakan Bengky untuk menghadiri Idol Street Festival 2008 di sana. Pameran game online. Buat yang maniac game online pasti tahu, lah. Acaranya dari tanggal 2 s.d. 6 Juli 2008. Jadi hari ini memang sudah selesai. Sudah tutup.

Lumayan seru juga di sana. Ramai. Di sana ada booth ACS juga, lho. Itulah yang menjadi daya tarik utama kami ke sana. Mo nampang di booth-nya ACS. Katanya sih ada foto bareng punggawa ACS. Eh, ternyata beneran. Lihatlah beritanya di sini.

ACS Mania
Dari kiri ke kanan: Aang, Kang Wawan, Xtian, Antho, Farijs, Tante Itemz, Cello. Tukang potret: Jaim

Dari booth ACS kami dapet oleh-oleh berupa kaos ACS, map ACS, blocknote ACS, dan tentu saja stiker ACS. Hoho. Lumayan….

Merchandise dari ACS
Merchandise dari ACS

Dari MTA, aku langsung meluncur ke Senen. Janjian dengan Si Gendut. Kami mau pergi ke PRJ. Pekan Raya Jakarta. Hohoho. Akhirnya jadi juga aku pergi ke PRJ. Perdana! Pertama kali ke sana.

Sesampainya di sana. Mengecewakan. Antrean di loket tiket sangat panjang. Ramai sekali. Tumpah ruah. Maklum, malam minggu. Sekilas bisa kuabadikan suasana antrean tersebut.

Antrean PRJ
Antrean PRJ

Foto yang kuambil saat mengantre. Yah, penuh sesak orang yang mengantre. Barisan demi barisan antrean. Berjajar dengan rapi, sih. Cuma … ya itu. Kebanyakan hanyalah barisan semu. Alias di depannya bukanlah loket. Misalkan loketnya ada lima, barisan antreannya ada lima belas. Begitulah kondisinya kira-kira. Saat mengantre itu kami berjumpa dengan kawan kami, Nobita, yang datang bersama seorang temannya. Hohoho. Makin ramai saja antrean ditambah empat orang gendut semacam kami. Hwehe….

Setelah mendapatkan tiket dengan susah payah, kami berempat bergegas ke mushola. Belum sholat maghrib kami. Sementara waktu sudah pukul setengah tujuh malam. Kami pun sholat di mushola yang tidak terlalu manusiawi di sana. Yah, darurat.

Seusai sholat, kami pun bergegas pula ke food court. Kami semua kelaparan. Beginilah ekspresi orang-orang gendut yang kelaparan:

Si Sok Manis Nobita
Si Sok Manis Nobita
Si Temannya Nobita
Si Temannya Nobita
Si Ganteng Farijs van Java
Si Ganteng Farijs van Java

dan

Si Gendut
Si Gendut!

Ups! Bukan. Foto yang terakhir itu adalah menu makan malamku. Nasi goreng seafood ama guava juice. Si Gendut susah banget difoto. Ya, meski badannya superjumbo. Hoho. Lanjutkan membaca “Road To Jakarta”

Petualangan 23 Jam

1 JUNI 2008

00:01
Petualangan dimulai [mimpi mode on]. Farijs Rider bertarung melawan Monster Doobeedoo yang memporak-porandakan Pekalongan City wilayah barat. Pertarungan berlangsung sengit. Farijs Rider sempat terpojok, namun akhirnya berhasil membalikkan serangan yang dilancarkan Monster Doobeedoo. Saat Farijs Rider mencoba menembakkan Sinar Surya Tenggelam yang merupakan senjata andalannya, tiba-tiba … kriiiing, kriiiiiiiiingggg! (Bunyi telepon berdering.) Farijs Rider kembali berubah menjadi Farijs van Java yang bertugas menjadi konsultan keluarga. T_T //Tragis sekali hidupmu, Nak.//

04:03
Farijs van Java kembali terbangun. Kali ini karena beker alamiahnya.

04:37
“Bang, bangun! Dah subuh…!”

05:02
Farijs van Java baru menjadi dirinya seutuhnya. Menghadaplah ia kepada Sang Mahakuasa. Bersujudlah ia di hadapan-Nya.

06:00
Pertarungan Farijs Rider melawan Monster Doobeedoo pun berlanjut. Kali ini Farijs Rider berhasil menguras tenaga Monster Doobeedoo. Di saat-saat genting tersebut Monster Doobeedoo mengundang bala bantuan. Datanglah Monster Doopappap dari angkasa. Farijs Rider dikeroyok oleh kedua monster kakak-beradik itu. Farijs Rider kembali terpojok. Dihantamnya berkali-kali dari segala penjuru oleh kedua monster. Farijs Rider terjerembab. Di saat keterpurukan tersebut, kekuatan Farijs Rider tiba-tiba meningkat secara drastis. Kekuatan alam diserap dan dikumpulkannya. Tak ayal, sih. Secara Farijs Rider suka makan bayam. Farijs Rider pun berdiri. Kuda-kuda. Mengumpulkan segala tenaga dalamnya. “MANTRA AJI!” tiba-tiba Farijs Rider berteriak. Di saat bersamaan, keluarlah cahaya silau dari kedua telapak tangan Farijs Rider yang diarahkan ke kedua monster. Cahaya tersebut semakin silau sesaat sebelum akhirnya meluncur mengenai kedua tubuh monster. Monster Doobeedoo dan Monster Doopappap terpental. Karena takut, kedua monster tersebut akhirnya melarikan diri terpontang-panting. Pekalongan City kembali terselamatkan dari amukan kedua monster. Penduduk Pekalongan City pun kembali tenteram. Semuanya berkat Farijs Rider, sang pahlawan mereka, yang gagah perkasa. Sang pahlawan pembela kebenaran pembasmi keonaran.

09:06
Tenonenonet net not tet tetnotnet, tenonenonet tottetet not net. Suara dering Take Me Higher, OST Ultraman Tiga, mengakhiri aksi sang Farijs Rider. Sebuah SMS masuk.

“RALAT! Kumpul di Mall Taman Anggrek, bukan Citraland.”

Tersadarlah Farijs van Java. Segeralah ia mandi, tak lupa menggosok kaki dan gigi.

10:01
Bersiap berangkat! Namun tujuan perjalanan ke MTA terpaksa dibelokkan sedikit hingga akhirnya Farijs van Java tiba di kantor. Mengontrol, dan mengontrol. Sempat juga ngobrol panjang-lebar di pos PKD mengenai kehidupan alam lain di kompleks kantor. Dari cerita tentang Tante Kunti hingga Om Genderuwo. Ternyata saudara-saudara, tempat terangker di kompleks kantor adalah di lobi utama. Lobi yang tertata rapi itu ternyata adalah tempat berkumpulnya para dedemit nyata dari alam sana. Seramnya….

11:00
Di dalam angkot. Farijs van Java ditaksir ama pasangan muda-mudi. Hi…. Farijs bingung milih yang mana. Yang cewek atau yang cowok, ya? Hwehe….

//Beneran! Pas dari kantor mo ke halte busway, aku kan naik angkot. Di dalem angkot ternyata cuma ada dua penumpang, satu laki ma satu perempuan. Pasangan, lah. Yang aku heran, kok mereka berdua mandangin aku terus. Terus bisik-bisik. Wah, kenapa nih, kenapa nih? Sekilas aku tengok-tengok ke mereka. Mereka senyum, saudara-saudara. Yang cewek senyumnya…. Wuih, manis banget! Kalah deh kakak cantik. Kakak yang ini cantik banget. Sumpah! Keknya tuh kakak manis naksir aku, nih. Geer banget jadinya. Cuman setelah kutengok orang di sebelahnya…loh, kok cowoknya senyum juga ke aku? Ada apa ini?? Waduhaduh™…. Jadi salting sendiri.//

11:32
“Ris, di mane?”

“Di busway, Beng. Sory, tadi disuruh mampir ke kantor bentar. Keknya sih bakalan telat banget. Tungguin, ya.”

“Oke.”

12:00
“Beng, gw dah nyampe di Citraland. MTA ke arah mane, sih?”

“Yah, kagak tau gw, Ris. Lo tanya-tanya orang aje.”

“Okelah.”

“Dah tau gw, Beng. Katanya deket. Lo di posisi mane?”

“Gw lagi nongkrong di (toilet) MTA. Lo ke depan kantor TELKOM aja. Ntar gw nyusul ke sono.”

“Oke. Tungguin, yah.”

12:15
Di trotoar utara, dalam perjalanan kaki dari halte busway Jelambar menuju MTA. Ternyata jauh! Capeknya….

12:22
“Beng, gw dah di depan TELKOM.”

“Oke. Tungguin, gw ke sono.”

12:30
Dalam perjalanan menuju sebuah waroeng bakso yang pelayannya adalah Tante Itemz. Sebelah kantor TELKOM ada jalan, lurus, ada Indomaret, belok kiri.

12:35
Akhirnya ketemu juga … musholanya. Hwehe. Keluarlah seorang gadis sok manis berbaju warna ungu sambil cengar-cengir khas dari sebuah waroeng sebelah mushola.

12:58
Makan bakso racikan aseli Tante Itemz. Bumbu rahasianya adalah … u.p.*.l. Mantap juga. Bengky makan dengan sangat lahap, karena mengikuti saran Farijs van Java untuk tidak sarapan sebelumnya agar lebih leluasa menjarah waroeng tersebut. Sayang barusan makan jam 9.30. Kalau tidak, tawaran untuk nambah takkan ditolak oleh Farijs van Java. Hoho.

13:13
Pembicaraan semakin menghangat, kalau tidak boleh dikatakan memanas. Segala sambitan, cacian, dan makian terlontar. Semuanya dapat ditangkis dengan baik. Layaknya pemain bulu tangkis yang kemarin menang Uber Cup, mereka bertiga, Farijs van Java, Bengky, dan Tante Itemz, dengan cantiknya saling mengoper shuttlecock. Benar-benar persahabatan yang indah. Huek!!

14:04
Sang Krisna datang tak diundang dengan mengendarai sepeda motor curiannya.

14:12
Sang Krisna makan bakso dengan membabibuta. Nyaris sendok beserta mangkoknya ia telan juga.

15:00
Pembicaraan semakin bertambah hot dengan bertambahnya satu anggota. Sembari nonton sinetron yang amat sangat nggak banget, mereka berempat masih sempat adu jotos.

//Sinetron Hikayah ato Hidayah, ya? Yang jelas judulnya “Suci Yang Ternoda”. Dah ketebak pasti ngeliat judulnya doang gimana jalan ceritanya. Yah, pokoknya bener-bener nggak banget, deh.//

16:00
Pembicaraan semakin hot markohot dengan dikeluarkannya rujak. Dan pembicaraan makin tak beraturan dan tak seimbang dengan adanya satu orang yang terpojokkan. Ke-desperate-an Krisna dimanfaatkan dengan sangat apik oleh ketiga rekannya. Hancurlah ia. Makin patahlah hatinya. Hoho.

Yah, ada odong-odong. Siapa mau naik? (^_^)v

17:00
Krisna sudah berhasil menguasai keadaan. Skor kembali seimbang dengan adanya pemain bayangan yang dimunculkan. Adalah si JohanAang yang terseret masuk ke dalam permainan. Sayang sekali JohanAang tidak berada di tengah-tengah mereka.

//Dan makan sore pun tersedia. Terima kasih, Tante Itemz. Berkat Tante, kami bertiga jadi kenyang. Yah, si Krisna pake acara malu-malu pas ditawarin nambah, lagi. Malu-malu kucing, lo Kris. Malu-malu tapi garong! Wakakakakak….//

18:00
Maghriban dulu. Wuih, MotoGP yang keren! Sayang tidak dipasang kamera di roda masing-masing motor. Bakalan tambah seru tuh, gambar berputar-putar seiring dengan putaran roda motor yang sedang melaju kencang.

19:00
Tempat berdebat berganti di luar warung. Bengky semakin segar saja karena di depannya berseliweran banyak gadis muda maupun tua. Sementara Krisna berasa senang karena di depannya berseliweran banyak waria bahenol. //Loh?// Farijs juga senang karena dengan leluasa bisa memantau target penculikan anak kecil. Yah, dasar paedofil.

20:00
Semakin malam perdebatan semakin panas. Bintang di langit sudah banyak yang bermunculan. Sementara sang rembulan tidak jua menampakkan batang hidungnya. //Yaiyalah, kagak punya idung, gitu loh!// Di saat-saat inilah Tante Itemz semakin mengokohkan jati dirinya bahwa dialah tuan rumah di situ. Dialah pemegang kuasa premanisme di daerah itu. Anak-anak ingusan yang berisik digertaknya sampai terkencing-kencing. Mungkin karena aura seramnya Tante Itemz itulah bulu-bulu kuduk Farijs berdiri secara kompak tanpa disuruh. Yah, nasibnya Farijs yang duduk di sebelah si Tante.

20:20
It’s time to go. Saatnya cabut! Tapi mengapa Bengky, Farijs, dan Krisna tidak angkat kaki juga? Yah, memang dasar mereka malu-malu kucing garong. Mau pergi saja musti nunggu diusir.

20:36
Setelah melalui perdebatan yang sangat alot disertai isak tangis anak kecil yang tak ingin mereka pergi, akhirnya mereka bertiga terusir juga dari tanah Tomang. Si Krisna ngacir pakai motornya, Bengky naik bus, sementara Farijs van Java naik busway.

21:01
Farijs van Java tiba di halte busway Jelambar. Keadaan masih lengang.

21:15
Farijs van Java masih di halte busway Jelambar. Keadaan semakin ramai dan panas. Busway ke arah Harmony belum nongol juga.

21:21
Akhirnya datang juga! Farijs van Java naik busway yang penuh sesak.

21:33
Sampailah Farijs van Java beserta para penumpang busway yang lain di halte Harmony.

//Jangan sekali-kali naik busway malam-malam kalau terburu-buru. Udah jarang banget busnya, sekalinya ada busnya jalannya pelan banget. Waduhaduh™….//

21:40
Farijs van Java di halte busway Dukuh Atas 2. Dan akhirnya busway terakhir menuju Pulogadung pun datang juga. Untungnya….

22:04
Sampai juga di halte busway Sunan Giri. Turunlah Farijs van Java. Malam itu rupanya di daerah tersebut tidak ditemukan bajaj, yang ada hanya jablay. Dan meski tidak hujan, tidak becek, tapi ojek satu pun juga tidak ada. Yah, dengan sangat terpaksa Farijs van Java berjalan kaki seorang diri ke kos.

22:22
Sampai juga Farijs van Java di depan kamarnya. Dengan berpeluh dan berkeluh, langsung ia menuju tempat pengaduan: kasur! Hwehehe.

//Dah ah ceritanya. Sebenernya masih banyak yang bisa diceritakan. Cuman capek. Sibuk! Ini aja ceritanya  udah ngaco. (^_^)v//

Farijs van Java Gaat Naar de Dierentuin (Deel Twee)

<< Kisah Sebelumnya (Deel Een)

Sekarang mari kita lanjutkan kisah perjalanan Semandadumitz melakukan penampakan di dunia binatang Ragunan.

Pada saat kumpul-kumpul sebelum memasuki “Pusat Primata Schmutzer” itu, tiba-tiba terhidang banyak makanan di antara mereka. Wuih, benar-benar ajaib!

Makanan

(Itadakimasu…)

Ya sudah, Semandadumitz akhirnya memakan makanan tersebut dengan biadab. Sembari makan dan ngumpul-ngumpul, mereka tertawa-tawa tanpa sebab. Biasalah, tabiat para Semandadumitz yang melakukan penampakan.

Tertawa

(Tertawa secara serentak)

Lanjutkan membaca “Farijs van Java Gaat Naar de Dierentuin (Deel Twee)”

Farijs van Java Gaat Naar de Dierentuin (Deel Een)

//Saudara-saudara, tau ga tuh arti judul di atas? Sekadar inpormasi aje ye, judulnye entu pake bahasa Londo alias bahasa Belanda. Artinye kalo menurut kamus Oxford (loh?) yaitu “Faris yang cakep pergi ke kebun binatang”.//

The Penampakanz @ Ragunan

Alkisah di sebuah negeri dongeng, hiduplah segerombolan manusia dari dunia demitz (Semandadumitz). //Glosarium: “Demitz” adalah manusia tak kasatmata yang bisa kasatmata.// Mereka suka sekali nongkrong di dunia saiber untuk sekadar kongkow-kongkow dan saling mencela. //Glosarium: “Saiber” adalah tak kasatmata alias halusinasi alias maya.// Pada suatu ketika Semandadumitz sepakat untuk menampakkan diri, melancong ke dunia binatang. Tepatnya di sebuah daerah yang dikenal dengan nama Ragunan. Semandadumitz pun mempersiapkan segala sesuatunya, termasuk syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh para demitz agar bisa menampakkan diri ke sana. Dari hasil musyawarah untuk mufakat, tersebutlah syarat-syarat tersebut sebagai berikut:

  1. Memakai batik; //Glosarium: “Batik” adalah kain tradisional aseli dari sebuah negeri nun jauh di sana bernama Endonesiya.//
  2. Memasang tampang cupu; //Glosarium: “Cupu” adalah kependekan dari culun punya.//
  3. Bertingkah aneh bin gila;
  4. Membawa cemilan atawa kudapan. //Glosarium: “Kudapan” adalah sejenis makanan kuda yang berprotein tinggi dan kaya akan serat.//

Dikisahkan bahwa dari Semandadumitz ini terdapat seorang lelaki tampan bernama Farijs van Java. //Glosarium: “Tampan” adalah tempat untuk menyajikan makanan atau minuman, terbuat dari kayu, logam, dsb, ada yang berkaki dan ada yang bertelinga; baki; talam; dulang.// Adapun Farijs van Java merasa bimbang dan gelisah atas ajakan para kawannya sesama Semandadumitz untuk melakukan penampakan. Di hadapannya terdapat empat pilihan: Lanjutkan membaca “Farijs van Java Gaat Naar de Dierentuin (Deel Een)”

Perjalanan The-Penampakanz Band Episode 3¾

Dalam ¾ episode sebelumnya telah dikisahkan kehidupan karier AANK, BNGKY, dan KRISNAAA sebagai musisi jalanan. Kemudian bergabunglah IRRR ke dalam grup pengamen mereka tersebut. Pada episode kali ini, akan diceritakan bagaimana kelima calon personil The-Penampakanz Band memulai kariernya dari bawah. Bagaimana keempat grup pengamen cikal bakal The-Penampakanz Band yang beranggotakan BNGKY, AANK, KRISNAAA, dan IRRR menjalani hari-harinya. Juga dikisahkan bagaimana FARIJS menjalani kehidupannya di pengungsian. Dalam episode ini juga akan dikisahkan … //Ah, kelamaan nih intronya. Buru atuh, Bang Penulis. Sok masuk ke ceritanya.//

Oke. Sekarang mari kita mulai episode kali ini. Sebelum kita lanjutkan, terlebih dahulu penulis informasikan bahwa ini adalah episode 3¾ dari total 4 episode “Perjalanan The-Penampakanz Band”. Harap pembaca catat bahwa penulis tidak bermaksud ikut-ikutan Bang Andrea Hirata dengan tetralogi “Laskar Pelangi”-nya yang sangat terkenal itu. Penulis memang membuat kisah ini menjadi empat episode karena memang sudah tidak ada ide lagi dalam meneruskan kisah perjalanan mereka. Dan harap pembaca catat juga bahwasanya setelah episode ini masih ada sekitar ¼ episode lagi untuk menggenapkan tetralogi Perjalanan The-Penampakanz Band.

Dalam episode terakhir tersebut nantinya akan diceritakan kehidupan pribadi masing-masing personil The-Penampakanz Band. Mulai bagaimana pertobatan FARIJS, apakah tobat yang sungguh-sungguh. Bagaimana juga kisah percintaan antara AANK dengan ITEMZ. Tentang KRISNAAA dengan sepeda kuntet kesayangannya, apakah akan dipertemukan kembali, tentang…. //Ah, kelamaan! Udah dong. Penonton udah nggak sabar, nih!//

Ya sudah kalau begitu. Akan kita lanjutkan kisah “Perjalanan The-Penampakanz Band” ini, tentunya setelah kita saksikan pesan-pesan berikut ini. //Huuuu! Penonton kecewa! Kembalikan uang kami! Kembalikan uang kami! [nimpuk-nimpukin telor mata sapi ke penulis]// Lanjutkan membaca “Perjalanan The-Penampakanz Band Episode 3¾”

Perjalanan The-Penampakanz Band Episode 3

Pada setengah episode sebelumnya, diceritakan bahwa AANK telah terlepas dari keputusasaannya dan bertekad akan menjadi pengamen yang terkenal. Yah, setidaknya itulah yang sekarang ini menjadi obsesinya, menjadi pengamen terkenal. Mengapa tidak sekalian menjadi penyanyi terkenal? Penulis pun tidak bisa menjelaskan. Suka-suka dia, lah. Terserah AANK sendiri, lah. AANK-lah yang paling berhak menentukan jalan hidupnya.

BNGKY-lah yang waktu itu memberikan semangat kepada AANK. BNGKY-lah yang meyakinkan AANK bahwa dirinya bisa menjadi pengamen terkenal. Dengan tepukan-tepukannya ke punggung AANK, BNGKY berusaha membuktikan bahwa dirinya care kepada AANK. AANK pun merasa nyaman akan tepukan-tepukannya itu. Sebenarnya BNGKY tidak tulus melakukannya. BNGKY berbuat demikian tak lain agar AANK menurunkan suku bunga pinjamannya sewaktu membeli tiket masuk Monas sebagaimana diceritakan dalam setengah episode sebelumnya. //Di Jakarta, mana ada nyang gratis!?//

“Ayo BNG. Kita beraksi. Ayo kita mengamen. Kita tunjukkan pada dunia bahwa kita bisa. Kita tunjukkan pada ITEMZ bahwa inyong bisa jadi artis. Meski hanya sekadar artis dalam bis.”

“Ayo, ANK. Kita segera turun. Kita cari bus yang kosong, trus kita ngamen di dalamnya.”

“Loh, kok bus kosong?”

“Iya, agar kita lebih leluasa mengembangkan bakat bermusik kita.”

“Ah, bilang aja kowe malu, BNG.”

“Yah, ketahuan deh. Iya sih, ambo malu. Emang dikau tidak malu?”

“Sebeneré inyong juga malu kalo musti ngamen di depan khalayak rame.”

Sementara percakapan kedua pemuda tersebut masih berlangsung, KRISNAAA yang sedari tadi mengikuti BNGKY dan AANK kecewa akan keputusan AANK yang tidak jadi bunuh diri.

Krisnaaa di Puncak Monas

Namun demikian, KRISNAAA kemudian mendapatkan gagasan baru. Gagasan untuk bergabung dengan grup pengamen BNGKY dan AANK yang baru saja terbentuk.

“Keknya gw musti gabung ama ni orang bedua. Sebab kata Aa’ Jimmy, apabila ada dua orang bukan mahram berkumpul, yang ketiga adalah setan. Loh, gw nyang jadi setannya, dong. Ah, sebodo teuing. Yang penting gw bisa dapat pekerjaan yang lebih bermartabat dibandingkan menjadi pengemis. Meskipun Ustadz Ucup Manjur sering menganjurkan ama orang-orang untuk bersedekah kepada para pengemis kek gw, tapi Ustadz UYe juga pernah bilang bahwa tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Dan kalo tidak salah, maksud perkataan Ustadz UYe adalah bahwa kita hendaknya mengamen daripada mengemis. Tapi setelah dipikir-pikir, keknya kesimpulanku itu salah deh. Ah, bodo amat. Amat aja ga bodo. Pokoknya gw musti bisa gabung ama ni orang bedua. Gw juga pengen jadi pengamen terkenal! Biar emak gw bangga punya anak kek gw. He he he….”

Sejurus kemudian, KRISNAAA pun menghampiri AANK dan BNGKY.

“Sori nih. Gw dari tadi ga sengaja dengerin obrolan lo lo pade. Lo bedua pade mo bikin grup ngamen, ye? Gimane kalo gw gabung?”

“Anda ingin bergabung dengan grup pengamen kami? Coba tolong sebutkan apa saja kemampuan dan kelebihan Anda.”

“Kelebihan saya antara lain muka yang besar dan lebar serta rata seperti tembok, sehingga tidak akan habis malu saya. Tampang saya juga menyedihkan, sehingga dapat mendatangkan iba dari orang-orang yang menjadi target amenan kita. Saya juga mempunyai suara yang nge-bass. Grup pengamen kita nantinya bisa menjadi grup pengamen yang fenomenal sekaligus pioner dalam hal penggunaan bass sebagai instrumen mengamennya. Sekarang ini, sudah tidak zaman lagi penggunaan drum mini sebagai instrumen mengamen.”

“Selain kelebihan tadi, Anda sepertinya mempunyai kelebihan yang lain, yaitu pintar ngomong dan omong besar. Baiklah, Anda kami terima sebagai karyawan tetap kami. Anda ingin gaji berapa?”

“Sesuai dengan beban kerja saya, saya ingin gaji sebesar sepuluh juta rupiah per bulan. Selain itu, saya ingin fasilitas berupa mobil mewah, rumah dinas, dan laptop.”

“Dasar cah edan! Gemblung! Pengamen kok fasilitasnya sudah seperti anggota DPR saja!”

“Hehe. Sori, bos. Keseringan ngehayal soalnye. Gimane kalo kita betiga masing-masing dapet 30 persen dari penghasilan mengamen?”

“Ah, ambo satuju-duabelas. Tapi jangan lupo kita sebagai warga negara yang baik, kita membayar PPh Pasal 21 sesuai ketentuan yang berlaku.”

“Dan ojo klalen, dua setengah persennya buat zakat penghasilan. Ingat apa kata Pak Ustadz JAIMuddin Emjet, sebagian dari harta kita terdapat harta para fakir-miskin, orang-orang jompo, janda-janda yang tidak mampu, dan anak yatim.”

“Jangan lupe juge buat infak ma sedekah, coy. Ingat ape nyang suka dibilang Ustadz Ucup Manjur tentang dahsyatnya sedekah.”

Begitulah asal-muasal mereka bertiga bergabung membentuk sebuah grup pengamen. Grup pengamen yang merupakan cikal-bakal The-Penampakanz Band. Meski kini mereka mengamen, cita-cita mereka untuk menjadi tenar tak terpatahkan. Walau ada aral melintang, banyak duri bertebaran di muka jalan, ribuan rintangan menghadang, jalanan yang terjal, semangat mereka tak tergoyahkan. Tanpa mereka sadari, sebuah masa depan yang cerah telah menanti mereka di hadapan. Buah manis dari perjuangan pahit yang kini mereka jalani. //Dan kini BNGKY tidak perlu lagi malu tampil mengamen di dalam bus yang ramai, karena sekarang ia didampingi oleh dua sosok makhluk yang lebih memalukan. Pis!//

Bngky, Krisnaaa, dan Aank sewaktu rehat mengamen

AANK, BNGKY, dan KRISNAAA kini menjadi tiga sekawan //Loh, bukannya sekawan itu artinya empat?//. Kemana-mana tak terpisahkan. Bahkan untuk ke toilet pun mereka bersama. Alasannya adalah agar membayar uang kepada penjaga toiletnya cukup untuk ongkos satu orang. “Ini namanya penghematan,” sangkal mereka bertiga membela diri.

Dalam menekuni pekerjaan mengamennya, mereka memegang satu prinsip yaitu “rawe-rawe rantas, malang-malang putung.” Yang artinya kalau tidak salah adalah “korupsi diberantas, pengamen jadi untung.” //Betul tidak ya? Pembaca, betul nggak tuh artinya?// Ketiga pemuda ini rupanya memiliki idealisme yang tinggi. Bahkan lebih tinggi daripada yang dimiliki oleh para mahasiswa saat ini yang doyannya nge-drugs dan cuma hepi-hepi. Mereka memiliki semangat empat lima enam dalam memberangus tindak pidana korupsi. Mereka bertiga mendukung tindakan-tindakan Bapak Antasari Azhar dalam memusnahkan korupsi di negara kita ini. Karena itu, dalam salah satu session mengamen mereka, diselipkan iklan layanan masyarakat sebagai berikut:

Korupsi… (auw!) meracuni keimanan….
Korupsi… (auw!) merusakkan masa depan….

Korupsi dapat menyebabkan insomnia //bagi pelakunya//, kelaparan //bagi rakyat Indonesia//, kerugian negara, bibir pecah-pecah, dan susah buang air besar.

Korupsi tidak menyebabkan kantuk. Baca aturan pakai. Jika sakit berlanjut, hubungi dokter.

Seperti biasa, pagi-pagi mereka sudah rapi-jali. Setelah mandi dan menggosok gigi, mereka bertiga bergegas ke terminal Blok M untuk memulai aksi mengamennya. Terminal Blok M pagi itu masih lengang. Masih sedikit orang dan kendaraan yang berlalu-lalang. Hasil survei membuktikan bahwa dari seratus orang yang memberikan polling, terdapat 5 orang yang mengaku sebagai penumpang betulan, 18 orang pengamen, 23 pedagang asongan, dan sisanya copet. //Wuih, kok banyakan copetnya, yak?//

Sementara menunggu bus yang ramai penumpang //ye…sekarang dah waras// AANK, BNGKY, dan KRISNAAA memakan sepotong roti untuk sarapan pagi. //Sepotong roti bertiga? Mana kenyang, bo’….// Sedang enak-enaknya menikmati santapan pagi, tiba-tiba tangan KRISNAAA yang sedang memegang roti ditabrak oleh orang bertopeng yang berlari sangat kencang. Secara otomatis rotinya pun terlempar kemudian jatuh tepat di atas eek kucing. Sontak sang KRISNAAA pun mewek, menangis meraung-raung laksana bayi macan yang sakit gigi.

Sementara itu, ada seorang pemuda yang berlari pelan sekali searah dengan larinya orang bertopeng tadi. Seiring dengan gerakannya yang slow motion, pemuda tersebut berteriak dengan pelan sekali, nyaris tak terdengar. Persis seperti ARJUNA saat berperang melawan RAHWANA memperebutkan SHINTA. //Loh, kok campur-campur ceritanya?//

“Jambreeeeet…. Ealah tolong…. Tas kulo dijambreeeeet…. Dasar tukang jambreeeeet…. Yen mlayu mbok yo ojo rikat-rikat…. Alon-alon wae tho yo…. Alon-alon asal klakon, mas….”
<Translation: “Dasar jambret sialan! Kampret! Kutu busuk! Kalo berani, jangan lari! Seenaknya aja ngambil tas orang! Kagak punya tas, ya? Beli sendiri, dong! Dasar babi ngepet! Kutu kupret! Sejuta topan badai! Anjing menggonggong kafilah tetap berlalu! Kucing dalam karung!”>
//Wah, sepertinya ber-le-bih-han ini tukang penerjemahnya. Ter-la-lu….//

Pemuda yang belakangan diketahui bahwa ia adalah IRRR tersebut rupanya sedang mengejar seseorang yang telah menjambret tas berisi obat panu dagangannya. Karena memang sejak dari leluhurnya menerapkan kaidah “alon-alon asal kelakon”, tak ayal IRRR tak mampu mengejar si penjambret. Ia hanya bisa meratapi nasibnya.

“Ya Alloh, Gusti Pengeran ingkang Mohoagung…. Opo salah kulo dumatheng Panjenengan? Sampung kapirang-pirang kulo dijambret, dicopet, dikepret. Nopo salah kulo, Pengeran??”

Sudah seperti adegan dalam wayang saja melihat tingkah laku IRRR tersebut. Kemudian karena mengetahui bahasa ghaib yang diucapkan oleh IRRR, AANK mengerti keputusasaan yang sedang dialami IRRR. Untuk menghibur hati IRRR, kemudian AANK berkata:

“Wis, tha. Sira aja kayak kuwèk. Sira mustiné istigpar. Astaghfirullohal ajim…. Sira mustiné inspèksi //maksudnya introspeksi//. Gusti Alloh lagi nguji ira. Gusti Alloh tidak bakal menguji hamba-Nya melebihi kemampuan hamba-Nya tersebut. Lâ tahzan. Inna ma’al ‘usri yusrâ…. Jangan bersedih. Sesungguhnya dibalik batu itu ada udang. Eh, salah. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.”

Begitulah nasihat AANK, mengutip apa yang sering didengarnya di pengajian-pengajian sewaktu masih di kampung dulu. Berbakat juga rupanya si AANK menjadi dai.

“Iye, Bro. Yang lalu biarlah berlalu. Ibarat pepatah Sunda mengatakan ‘past gone by gone’. Itu artinye lo kudu minum baygon. Eh, salah ye. Hehe. Ibarat kate orang Betawi ‘pucuk dicinta, ulam tiba’. Tas hilang, rejeki datang. Kalo emang rejeki mah kagak kemane, Bro.”

“Ambo satuju-duabelas. Tumben dikau benar, KRISNAAA. Benar itu, Kisanad. Ibarat orang Minang bilang ‘men sana in korpore sano’. Biarlah tas itu pergi ke sana, dikau ikhlaskan sajo. InsyaAllâh nanti ada gantinyo.”

“Tapi…tapi…. Tapi kulo saiki tidak punya pekerjaan jadinya, é…. Kulo nantinya makan paké apa?”

“Kalo indak punyo sendok dan garpu, makannyo pake tangan sajo. Ato biar ambo sajo yang nyuapin. Bagaimano?”

“Huss! Ngawur baèn! Wis, tha. Sira gabung baèn bareng grup ngamen kita. Piyé?”

“Iye, Bro. Mending ngikut kita aja. Ayo gabung ama kita-kita.”

Begitulah, akhirnya IRRR pun bergabung dengan grup pengamen tersebut. Sekarang personil grup pengamen tersebut genap sudah: Empat.

BERSAMBUNG

===