Jawab Cahaya – Bahagia Sederhana

Menindaklanjuti pertanyaan-pertanyaan dari Mbak Nur, kali ini aku akan jawab satu pertanyaan berikutnya. Secara acak, tentu saja. Kena apa? Karena aku suka acak. 😀

Pertanyaan nomor 9 adalah pertanyaan yang akan kujawab pada kesempatan siang yang dingin \karena AC dua-duanya disetel pada suhu 16 derajat dan kaos kakiku basah kena tumpahan air minum\ ini.

9. Apa 3 hal sederhana yang bikin kamu bahagia?

Sesungguhnya sangatlah mudah bagiku menjawab pertanyaan ini. Karena pertanyaannya sederhana, maka jawabanku pun menjadi sederhana:

  1. Menghidu aroma \darah\ rumput sehabis dipangkas.
  2. Menghirup segarnya aroma debu tatkala hujan tiba-tiba mengguyur terik jalanan.
  3. Menatap purnama.

Maka bukanlah aku yang baik hati ini berlaku apabila tidak memberi bonus. Adapun bonusnya adalah:

3,5. Sebagaimana yang pernah kutuliskan dalam postingan “Bahagia Sederhana”.

Itulah bahagia sederhanaku. Bagaimana dengan kalian?

50/50

Suatu hari Adam, seorang jurnalis radio, pergi ke rumah sakit untuk memeriksakan punggungnya yang dikeluhkan sering nyeri. Setelah dilakukan pemeriksaan, dokter mengatakan bahwa di tulang belakangnya terdapat tumor/ kanker. Kemudian dia mencari tahu tentang penyakitnya itu, dan mendapati bahwa peluang untuk bertahan hidup sebanyak 50%.

Kira-kira begitulah cerita awal dalam film 50/50. Katanya sih film ini berkategori drama komedi, meskipun aku tidak melihat adanya kelucuan. Barangkali dikategorikan demikian untuk membedakannya dengan drama yang penuh dengan kesedihan belaka.

\Aku sudah dilarang mengucapkan kata “barangkali” berulang kali. Katanya kata itu tidak menunjukkan ketidakpastian dan ketidakyakinan. Bukankah memang dunia ini penuh dengan ketidakpastian?\

Film ini tidak terlalu berkesan sedih. Berkisah mengenai pengkhianatan cinta, persahabatan karib, hubungan anak-orang tua, dan segala yang mengumpulkan mereka: kanker.

Dari film ini aku belajar mengenai peluang. Tentu saja sang tokoh utama pada akhirnya selamat dari penyakitnya karena si penulis cerita menghendaki demikian. Peluang 50/50 tidaklah terlalu buruk, bukan? Sebagaimana dalam hidup ini, semua orang berpeluang 50/50 untuk bahagia. Kan? Maka aku pikir, sang penulis cerita kehidupan aku yakin menghendaki kita semua hidup bahagia. Karena itu, ayo!

 

Menang Undian!

Haha! Sore ini aku berbahagia, Saudara. Betapa tidak, aku menang undian!

Kamus Elektronik (Kamus-tronik?) sekaligus Alarm
Kamus Elektronik (Kamus-tronik?) sekaligus Alarm

Jadi aku mendapatkan sebuah benda yang kala dahulu masih bersekolah, banyak kawanku yang memilikinya merasa sangat terbantu dalam mata pelajaran Bahasa Linggis.

Kalian ada yang punya benda semacam ini? Dipakai buat apakah gerangan?

Kutipan Pekan Ini: Selera Bahagia

“Silakan bahagia sesuai dengan seleranya masing-masing,” begitu katanya. Haha. Setelah kurenungkan masak-masak, ternyata memang benar bahwa manusia memiliki selera masing-masing dalam berbahagia. Ada yang berbahagia dengan hanya makan nasi-garam. Ada yang berbahagia dengan hanya melihat kucingnya kekenyangan. Ada yang berbahagia dengan hari hujan. Ada pula yang berbahagia dengan mempergunjingkan tetangga depan.

Kalian boleh berbahagia, Saudara. Silakan saja, bebas-bebaslah berbahagia. Asalkan jangan berbahagia di atas penderitaan orang lain. Misalnya berbahagia makan bekal kawan kerja sementara dengan begitu si kawan kelaparan.

😀

Kejutan Kebahagiaan

Selasa dini hari. Berkat nyamuk, aku terbangun. Ah, harap ditambahkan dalam daftar kegunaan nyamuk pada postingan kemarin. Sayup-sayup terdengar nguing-nguing. Plok! Aku bagai menampar muka sendiri.

Aku terkejut. Bukan karena tamparan tanganku mengenai pipiku sendiri, melainkan menerima kabar yang begitu gembira. Sepertinya aku telah pasti akan mendapatkan kado yang begitu indah pada hari ulang tahunku di tahun ini: pesta pernikahan dua insan yang kukenal.

Topik PostADay hari ini begitu rumit menurutku:

What gives you hope? And what, if anything, makes you question hope? And what makes you question your questions of hope? And…

Aku mengharap kebahagiaan. Adalah ia yang memberiku harap. Maka aku mengharapkannya. Agar kelak aku bahagia. Siapakah ia?

Ternyata akulah yang mempertanyakan harap. Lantas aku bertanya, mengapa aku mempertanyakannya?

Kebahagiaan adalah udara terasa lebih segar saat masuk ke dalam paru-paru. Kebahagiaan adalah lampu 9 watt yang baru saja dipasang. Kebahagiaan adalah aroma kopi pertama yang terhidu di bulan Februari. Kebahagiaan adalah menikah dengan ia yang selama ini kucari. Kebahagiaan adalah bulan Maret dua tahun lagi.

Kubahagia

Malam ini aku merasa benar-benar bahagia!

kita berlari-lari
bersama mengejar mimpi
tak ada kata ‘tuk berhenti
semua bahagia, semua bahagia

matahari seakan tersenyum

walau makan susah, walau hidup susah, walau ‘tuk senyum pun susah
rasa syukur ini karena bersamamu juga susah dilupakan
walau makan susah, walau hidup susah, walau ‘tuk senyum pun susah
rasa syukur ini karena bersamamu juga susah dilupakan
oh, kubahagia
oh, kubahagia

SHERINA – KUBAHAGIA

Entah mengapa aku sebegini bahagia, Saudara-saudara! Apakah karena tadi menyantap piscok alias pisang cokelat sehingga menyebabkan hormon dopamin, hormon penyebab rasa bahagia, menjadi meningkat kadarnya? Ah, yang jelas malam ini aku merasa menjadi orang paling bahagia di dunia!

Aku begitu bahagia mendengar nada-nada mengalun keluar dari stereo headphones-ku. Tipe-X dengan Kamu Nggak Sendirian, Eternal Flame-nya Bangles, The Lucky Laki dengan Bukan Superman-nya, Kadri Jimmo The Prinzes of Rhythm dengan Bertiga, Canon-nya Pachelbel yang dibawakan George Winston, More Than Words-nya Westlife, Kota Indah/Indah Kotaku yang dibawakan Kuburan Band, Carole King dengan It’s Too Late, hingga Yusuf Islam dengan The Wind-nya, semuanya kompak menelusuri telinga hingga sampai di otakku membawa rasa-rasa bahagia yang kemudian berkumpul di jantung. Rasa ini sungguh teramat menyenangkan, membuat jantungku berdegup kencang, bersemangat mengalirkan kebahagiaan ini ke seluruh sel di sekujur tubuh. Nikmatnya…

di bawah langit-Mu bersujud semua
memuji, memuja asma-Mu
dan bertasbih semua makhluk-Mu
tunduk, berharap cinta dan kasih-Mu

cahaya Ilahi hangatnya di hati
di langkah sejuta wajah
terbata penuh salah
jalani sang hidup
terluka, terhempas, berdosa

di bawah langit-Mu bersujud semua
memuji, memuja asma-Mu
dan bertasbih semua makhluk-Mu
tunduk, berharap cinta dan kasih-Mu

subhânallâh.. subhânallâh.. subhânallâh..

hitam putih jalan hidup
pahit getir warna dunia
tangis tawa rasa hati
terluka atau bahagia
resah bangga sementara
setiap duka tak abadi
semua wajah ‘kan diuji
pada Allâh kita ‘kan kembali

OPICK – DI BAWAH LANGIT-MU

Alhamdulillâh, sujud syukurku pada-Mu, yâ Allâh…

Berpikir positif, mungkin itu satu-satunya cara hidup bahagia di dunia ini.

Hanya ingin mencurahkan perasaan bahagiaku ini. Untuk saudara-saudariku: Masjoko, Sayanaia, Antho, Gugukecil, Masari, Irrr, dkk, kuucapkan “Selamat!”

… dan hentakan Bleed It Out-nya Linkin Park pun menyeruak…

yeah here we go for the hundredth time
hand grenade pins in every line
throw ‘em up and let something shine
going out of my fucking mind
filthy mouth, no excuse
find a new place to hang this noose
string me up from atop these roofs
knot it tight so I won’t get loose
truth is you can stop and stare
run myself out and no one cares
dug a trench out, laid down there
with a shovel up out to reach somewhere
yeah someone pour it in
make it a dirt dance floor again
say your prayers and stomp it out
when they bring that chorus in

I bleed it out, digging deeper just to throw it away
I bleed it out, digging deeper just to throw it away
I bleed it out, digging deeper just to throw it away
just to throw it away
just to throw it away