Tidur Dini

Mari kita kutip rubrik “Sela” koran Media Indonesia edisi hari ini:

“Penelitian yang dilakukan selama 10 tahun terakhir menunjukkan orang dewasa yang tidur kurang dari 6 jam atau lebih dari 8 jam sehari berisiko mengalami kematian dini bila dibandingkan dengan mereka yang tidur antara 6 dan 8 jam. …”

Sudahkah kalian tidur dalam durasi yang tidak berisiko seperti itu?

Kebiasaanku tidur akhir-akhir ini:
Mulai tidur sekitar pukul delapan malam. Lalu bangun tengah malam. Kemudian tidur lagi mulai sekitar pukul tiga dini hari. Sekitar pukul lima pagi barulah aku bangun lagi.

Kalau dijumlahkan, berarti kira-kira 6 jam aku tidur dalam sehari. Wah, berarti masih ada slot kosong untukku tidur (di kantor?) hampir 2 jam. Wow! Kalau demikian, mari kita laksanakan. šŸ˜€

Interaksi Digital

Kalian punya tangan, kepala, dan perangkat komputer, Saudara?

Senada dengan postinganku beberapa waktu lalu mengenai Tangan = Masa Depan Kita dan Teknologi Visual Semakin Maju, berikut ini aku beritakan kepada kalian bahwa telah ada cara baru untuk berinteraksi.

Disebut sebagai Leap, alat ini dikatakan sebagai alat untuk berinteraksi dengan komputer secara benar-benar baru, tidak perlu lagi menggunakan tetikus, papan tik, bahkan layar sentuh. Silakan menyaksikan video berikut untuk melihat demonstrasinya, atau untuk mengetahui lebih lanjut, hubungi saja situs resminya.

Setelah melihat video di atas, yang kubayangkan adalah layar-layar transparan dalam film The Avengers atau Iron Man. Bisa jadi alat ini adalah sebuah awalan menuju ke arah sana. Kan begitu?

Akan tetapi, Saudara, tetap saja aku masih saja berpikir bahwa cara berinteraksi semacam itu sungguh akan melelahkan tangan. Kan lebih mudah mengetik atau bermain sebuah permainan menggunakan tetikus dan papan tik sehingga lengan dapat disandarkan di atas meja?

Nah, satu lagi yang ingin aku beritakan kepada kalian, Saudara. Lanjutkan membaca “Interaksi Digital” ā†’

Kotoran Kertas

Pagi tadi ada secuplik berita di surat kabar yang berhasil mencuri mataku:

Screenshot Koran: Kotoran Gajah Pun Diolah Menjadi Kertas
Screenshot Koran: Kotoran Gajah Pun Diolah Menjadi Kertas

Di sebuah tempat di Gianyar, Bali, kotoran gajah pun diolah menjadi kertas. Begitu kabarnya. Silakan simak artikel berikut ini pula. Kira-kira peredaksiannya sama dengan yang tertulis di surat kabar.

Pengolahan kotoran gajah menjadi kertas ini katanya sudah lebih dahulu dikembangkan di Thailand sana. Di Indonesia, baru kotoran kuda yang pengolahannya menjadi kertas dikembangkan, yaitu oleh siswa sebuah SMA di Lamongan.

Mendengar kabar demikian, Saudara, bagaimanakah reaksi pertama kalian? Lanjutkan membaca “Kotoran Kertas” ā†’