Arjuna Mencarak Cinta

Dear Kirana,

Selamat pagi, my flower in the desert. Apa kabarmu hari ini? Semoga engkau senantiasa dalam keadaan terbaik-terbaik dan mendapatkan restoe boemi.

Kirana, kau adalah mistikus cinta bagiku. Kau laksana seorang dewi yang diberikan Tuhan untukku sebagai sebuah persembahan dari surga. Aku tak tahu apa jadinya aku tanpamu. Engkaulah separuh nafasku. Engkaulah bunga daisy-ku. Kamulah satu-satunya gadis yang mengisi satu hatiku yang kosong. Dan kau akan selalu ada di dalam sweetest place in my heart. I’m swear, Honey!

Ketahuilah Kirana, aku di sini untukmu. Aku milikmu. Dan aku tetaplah aku. Aku adalah manusia biasa yang mencoba menjadi selimut hatimu. Ketika malam ‘lah larut, sebelum kau terlelap dalam tidurmu, akulah yang akan membawakanmu 1000 bintang untuk menemanimu. Akulah yang akan menyanyikan lagu cinta pengiring tidurmu. Hingga tak hanya mimpi indah yang akan kau dapatkan. Di satu sisi kau juga akan mendapatkan cinta gila yang indah. Ini bukan nonsens, Kirana. Swear!

Tahukah kamu, Kirana? Saat ini aku sedang ingin bercinta denganmu. Aku ingin melepas kangen denganmu. Aku ingin mengungkapkan perasaanku tentang perasaanku kepadamu. Aku ingin membawakan sebuah kasidah cinta yang kubuat untukmu. Aku ingin…. Kirana, aku ingin melakukan segalanya untuk mendapatkan cintamu. Mahameru yang tinggi pun akan kudaki untukmu. Matahari bintang bulan pun akan kupetik dan kupersembahkan untukmu. (Jikalau Tuhan menghendaki.)

Oh, imagi cintamu membuat hidup ini indah, Kirana. Segala masalah kuhadapi dengan senyum karena kulihat bayang-bayang wajahmu di mataku selalu. Kau memang aspirasi putihku. Dan itu sudah bukan rahasia lagi, Kirana.

Hingga tiba-tiba orangtuamu menjodohkanmu dengan lelaki lain pilihan mereka. Lelaki bule yang pernah membuatku menjadi lelaki pencemburu karena mengucapkan “selamat ulang tahun” dengan cara yang tidak biasa kepadamu tempo hari itu. Sudah seperti orang Indonesia saja lagaknya dia waktu itu.

Meski kau telah meneriakkan “Cukup Siti Nurbaya!” kepada orangtuamu, namun aku tahu tabiat kedua orangtuamu yang keras itu. Mereka pasti takkan membiarkan cinta kita bersemi, Kirana.

Oh, Kirana. Aku merasa bagaikan menjadi seekor elang dengan sayap-sayap patah lalu tertiup angin yang berhembus dari selatan Jakarta. Terhempas jauh dan semakin jauh darimu.

Aku putuskan bahwa kita tidak sedang bercinta lagi, Kirana. Yah, sepertinya aku memang sudah terpengaruh oleh roman picisan cengeng yang kubeli sebulan yang lalu itu.

Atas nama cinta, aku rela melepaskanmu, Kirana. Akan kuformat masa depan hubungan kita berdua. Sebaiknya kau turuti saja keinginan orangtuamu. Semoga engkau bahagia menikah dengan si bule itu. Bahagiamu bahagiaku juga, Kirana.

Sejujurnya, berat rasanya kuutarakan hal ini kepadamu, Kirana. Dan sejujurnya pula, takkan pupus harapanku kepadamu. Aku ingin selalu menjadi juara sejati yang memenangkan hatimu. Still i’m sure we love again! Dan aku yakin bahwa cinta ‘kan membawamu kembali kepadaku. Someday.

Kirana, petuah bijak telah mengajarkan bahwa cinta adalah misteri dan hidup adalah perjuangan. Karena itu, Kirana, cintailah cinta. Bersabarlah, karena jalan kita masih panjang.

Janganlah bersedih, duhai sayangku Kirana. Hapuslah air matamu. Jangan pernah mencoba untuk bunuh diri, sayang. Yakinlah bahwa laskar cinta akan menyatukan kembali dua sejoli yang terpisahkan oleh keadaan ini. Berjanjilah Kirana, bahwa takkan ada cinta yang lain di hatimu. Satu lagi pintaku, Kirana: live on! Shine on wherever you are, Kirana!

NB.
Risalah hati ini hanya khusus kupersembahkan untukmu dengan perantaraan suara alam. Dan sebenarnya di akhir surat ini aku ingin menuliskan “kutunggu jandamu“, Kirana. Namun sayang, itu bukan judul lagunya Dewa 19 melainkan judul lagunya Irwansyah.

Pangeran Cintamu,

ttd

Arjuna

Rabu yang Menggebu

Selamat pagi, Assalâmu’alaykum Warahmatullâhi Wabarakâtuh! Saudara-saudara pendengar, jumpa lagi dengan penyiar kesayangan Anda, FARIJS MANIJS.

Kami masih akan tetap setia menemani Anda mempersiapkan hari, dengan tembang-tembang pilihan penyemangat pagi tentunya. Masih di gelombang 100.20.2.2 FM, Radio ANDRAGOGI, Anda Gembira Kami Goyang Lagi! Masih juga dalam acara kesayangan kita semua, BANGBANGTUT alias TEMBANG-TEMBANG PENGANTAR K*NTUT.

Pagi yang cerah, Saudara-saudara. Udara pagi ini pun terasa segar sekali. Nampaknya seharian ini Jakarta tidak akan hujan.

Bagaimana tidur Anda malam tadi, Saudara? Apakah nyenyak? Ataukah kurang tidur? Nah, untuk mengenang malam-malam Anda yang indah, berikut akan kami putarkan sebuah tembang manis dari Dewa 19. Stay tune….

aku ‘kan menjadi malam-malammu
‘kan menjadi mimpi-mimpimu
dan selimuti hatimu … yang beku

aku ‘kan menjadi bintang-bintangmu
‘kan s’lalu menyinarimu
dan menghapus rasa rindumu … yang pilu

aku bisa
untuk menjadi apa yang kauminta
untuk menjadi apa yang kauimpikan
tapi ‘ku tak bisa menjadi BABUMU

aku ‘kan menjadi embun pagimu
yang ‘kan menyejukkan jiwamu
dan ‘kan membasuh hatimu … yang layu

aku bisa
untuk menjadi apa yang kauminta
untuk menjadi apa yang kauimpikan
tapi ‘ku tak bisa menjadi BABUMU

tinggalkan sajalah BABUMU
beri s’dikit waktu
kepadaku, ‘tuk meyakinkanmu

aku ‘kan menjadi malam-malammu
‘kan menjadi mimpi-mimpimu
dan selimuti hatimu
selimuti hatimu
selimuti hatimu
selimuti hatimu

Dewa19 – Selimut Hati //dengan sedikit modifikasi//

Masih di acara BANGBANGTUT, TEMBANG-TEMBANG PENGANTAR KENTUT. Dengan FARIJS MANIJS, penyiar kesayangan Anda semua.

Saudara-saudara pendengar, sepertinya matahari sudah mulai beranjak naik. Ayo segera bergegas mempersiapkan segala sesuatu untuk di bawa ke tempat kerja. Jangan sampai ada sesuatu yang tertinggal.

Nah, untuk menemani Anda mempersiapkan diri, berikut kami putarkan sebuah tembang apik berikut ini. Selamat mendengarkan….

saat FARIJS lanjut usia
saat ragaku semakin tua
tetaplah kau stay tune di sini
menemani aku siaran

saat rambutku mulai rontok
yakinlah ‘ku tetap setia
temani harimu
hingga kau tertidur pulas

dengar suaraku saat tubuhmu terasa linu
kuhangatkan swasanamu saat dingin menyerangmu
kita lawan bersama dingin dan panas dunia
saat swara t’lah lemah kita saling menopang
hingga nanti di suatu pagi
salah satu dari kita mati
sampai jumpa di kehidupan yang lain

saat perutku mulai buncit
yakinlah ‘ku tetap terseksi
tetaplah kau s’lalu menanti
siaranku di malam hari

dengar suaraku saat tubuhmu terasa linu
kuhangatkan swasanamu saat dingin menyerangmu
kita lawan bersama dingin dan panas dunia
saat swara t’lah lemah kita saling menopang
hingga nanti di suatu pagi
salah satu dari kita mati
sampai jumpa di kehidupan yang lain

sampai jumpa … di akhirat abadi

Sheila On 7 – Saat Aku Lanjut Usia //dengan sedikit modifikasi//

Masih di gelombang 100.20.2.2 FM, Radio ANDRAGOGI, Anda Gembira Kami Goyang Lagi! Saudara-saudara pendengar sekalian…

Burung perkutut makan nasi
Berebutan dengan burung cendrawasih
Acara BANGBANGTUT cukup sampai di sini
Sekian dan terima kasih

Ayo Saudara-saudara. Di pagi yang cerah ini mari kita kumpulkan semangat untuk sebuah Rabu yang menggebu! Wassalâmu’alaykum!