Hanyut Rasa

Sebagai manusia, tentu kita punya perasa. Tanpa kita sadari, segala kelakuan kita tersaring oleh perasa tersebut. Suatu ketika kita merasa tidak ingin bangun tidur, maka terjadilah istilah sebutan bangun kesiangan. Begitulah, seperti tadi pagi tadi aku alami.

Terkadang pula kita merasa tidak ingin tidur, maka terjadilah istilah amnesia insomnia. Kalau ini sudah sering aku alami. Kalian?

Gambar apakah ini?
Gambar apakah ini?

Aku menyebutnya dengan istilah terhanyut perasa. Itulah keadaan di mana kita, baik sadar maupun tak sadar, seolah-olah, merasa tidak ingin menjadi bagian ataupun melakukan sesuatu. Alasannya? Cari tahulah sendiri!

Mimpi Digambarkan

Penggambaran Mimpi (Dream Stars)
Penggambaran Mimpi (Dream Stars)

Dalam raga nggreges, aku mengalami sensasi. Hitam di segala pandangan. Kemudian muncul secercah cahaya jingga di tengah hamparan kegelapan. Cahaya itu menyebar sedemikian acak seperti lelehan lilin hingga nyaris menutupi segala ketiadaan terang.

Dalam pada itu muncul bintang-bintang menari dan berkerlip dari titik mula cahaya lantas bertebaran. Spiral putih kekuning-kuningan lantas menyeruak kemudian berputar-putar seirama dengan tarian bintang-bintang. Latar belakang hitam mendadak pudar perlahan-lahan hingga menjadi merah terang. Sementara lelehan cahaya jingga terus berubah bentuk untuk kemudian berangsur-angsur padam. Bintang-bintang pun beralih menjadi beraneka ragam binatang mulai dari kelinci hingga kijang.

Barangkali sekadar déjà vu, pernah beberapa kali aku bermimpi hal serupa ini. Jantung semakin keras memompa seakan aliran darah sedang mampat; begitulah rasaku. Begitu bangun, kakiku tak bisa digerakkan dan napasku terengah-engah. Namun demikian timbul rasa bahagia dari lubuk hati. Apakah gerangan ini sebuah pertanda?

Berita Hari Ini

Hujan tampaknya kembali akan menyambangi memetuki menghadiri acara jamuan makan malam di sini, Saudara. Tepat nanti malam adalah malam Jumat Kamis, merupakan awal Tahun Baru 1434 Hijriah. Malam ini pula berbarengan dengan malam Satu Sura (Suro), menandai bergantinya tarikh penanggalan Jawa (dari tahun 1945 menuju 1946). Dengan demikian hari ini sampai senja nanti adalah akhir tahun. Maka perlulah kita untuk mengucapkan doa penutup tahun.

Hari ini aku memperoleh beberapa informasi penting di samping mengetahui kenyataan pahit bahwa kebohongan masih merajalela di atas bumi. Orang Jepang, Saudara, telah berhasil mewujudkan khayalanku beberapa tahun lalu dengan menciptakan ‘celana dalam penghilang bau kentut’. Bahkan tidak ada benda ajaib ini di kantongnya Doraemon!

Celana Dalam Penghilang Bau Kentut
Celana Dalam Penghilang Bau Kentut (tangkapan layar pada hariandetik.com)

Mari kita kembali ke musim kemarau delapan tahun lalu, Saudara. Pada saat itu aku sedang terbaring sakit ketika tiba-tiba saja menyadari bahwa kentutku sangatlah bau sehingga membuatku berharap Doraemon memiliki celana ajaib penghilang bau kentut. Dengan terciptanya celana dalam penghilang bau kentut tersebut di atas maka pengharapanku pada saat musim kemarau delapan tahun lalu itu tinggallah satu untuk diwujudkan, yaitu celana ajaib pengecil suara kentut! 😀 Lanjutkan membaca “Berita Hari Ini”

Mini Kecil

Ini aku beri tahu kepada kalian, Saudara. Sebuah tautan menuju layanan daring yang bisa meringkas \kompresi, maksudnya\ ukuran foto. Selamat menikmati.

JPEGmini

Layanannya bagus. Sudah kucoba sendiri. Satu foto berukuran 3,00 MB dapat diringkas hingga hanya berukuran 1,56 MB dengan kualitas visual yang tidak dapat kubedakan. Serupa!

Tema Oh Tema

Sudah beberapa bulan aku menelantarkan pengembangan dan desain sebuah situs. Banyak kejadian, lah. Karena kesibukan, karena… Ya, macam-macam. Termasuk salah satunya adalah aku menunggu kepastian pengembangan WordPress dan penerapan beberapa standar baru dalam ranah ini semisal HTML5 dan CSS 3.

WordPress sampai hari ini sudah meluncurkan versi 3.1.3, serta versi 3.2 Beta 2. Mereka mulai menerapkan penggunaan HTML5. Bagus, lah. Dan itu berarti, semakin runyamlah kepalaku memikirkan hal-hal yang tidak belum kukuasai itu.

Iseng-iseng kemarin mengutak-atik tema Twenty Eleven yang ada di WordPress versi beta itu. Wah, tampilan header-nya sekilas  kok mirip dengan yang aku buat, ya? Pada kondisi normal sih tidak mirip:

Header pada Twenty Eleven (display-text-header)
Header pada Twenty Eleven (display-text-header)

Namun setelah dipilih opsi No Display Text, jadilah tampilannya “sedikit” mirip:

Opsi Header pada Twenty Eleven
Opsi Header pada Twenty Eleven

Jadilah seperti ini:

Header pada Twenty Eleven (no-display-text-header)
Header pada Twenty Eleven (no-display-text-header)

Bagaimana, Saudara, mirip dengan desainku ini tidak?

Header Bogoryeuh (versi-amburadul)
Header Bogoryeuh (versi-amburadul)

Rencananya aku akan membuat desain situs itu dari awal. Sepertinya ide dari Twenty Eleven bagus juga, yaitu header dan halaman yang lebar (1000px). Boleh juga untuk diterapkan.

Gambar header di Twenty Eleven bisa berubah-ubah tiap kali di-refresh, desain situsku juga begitu. Hoho. Kalau dilebarkan, akan menjadi terlalu besar tidak ya?

Kuakui aku tidak jago dalam mendesain sesuatu, apalagi sebuah situs web. Kuakui pula aku tidak mengerti scripting dan hal-hal yang berkaitan dengannya. Namun aku punya tekad dan akan belajar giat. Ini semangatku.

Tahun ini harus jadi!

Flu Kucing

Senin kelabu. Berangkat dengan hati sendu. Karena ujung telunjukku terjepit pintu. Maka darah itu merah barulah kutahu.

Aku berkemeja biru. Kukenakan sepatu hitam yang tak lagi baru. Meskipun begitu, melihatnya terkena becek mirislah hatiku.

Aku masih flu. “Hatchim!”, itulah bersin yang seribu dua ratus tujuh puluh satu.

===

Sebuah karya untuk pagi ini:

Kucing-Panda-Beruang
Kucing-Panda-Beruang

Coba tebak, gambar itu gambar kucing, panda, atau beruang?

===

Topik Post a Day hari ini adalah:

What is the smallest thing near you? Write a paragraph about it.

Bonus: Use your imagination – are elements the smallest thing? atoms? quarks? How do you feel about the fact we keep finding smaller and smaller things inside of things that are already quite small?