Curcol Op Nde De

Jadi pagi tadi aku makan belimbing. Masih ada asam-asamnya. Maka perut melilit ini segera menaikkan darah ke ubun-ubun.

Jadi kemarin kan sudah kukatakan aku makan tengah malam? Subuh-subuh perut melilit ini sudah minta diantar ke toilet berkali-kali. Kan jadi pegal kakiku?

Jadi dua hari yang lalu itu aku menunggu lama sekali akan sebuah bus kota. Ada seorang petugas yang bersepatu boot hitam mengilap sekali, melarang bus-bus berhenti di halte bus. Kan aneh? Kan bagaimana nanti aku harus naik bus? Sampai pegal kakiku menunggui bus lama sekali. Akhir pun aku naik taksi.

Petugas Lalu Lintas Bersepatu Boot Hitam Mengilap di Sebuah Halte
Petugas Lalu Lintas Bersepatu Boot Hitam Mengilap di Sebuah Halte

Jadi dua hari kemarin itu pula aku makan rujak cakwe. Lanjutkan membaca “Curcol Op Nde De”

Obrolan Pekan Ini: Somay Oh Somay

Tersebutlah pada suatu senja sesaat setelah magrib seorang gadis sedang menanti datangnya bus di sebuah halte. Karena merasa kelaparan, si gadis menghampiri seorang abang tukang somay yang sedang mangkal di dekat halte.

Si Gadis:
“Bang, satu berapa?”

Abang Tukang Somay:
“Gopek, Neng.”

Si Gadis:
“Lah, mahal amat. 2.000 tiga aja ya, Bang?”

Abang Tukang Somay:
“Ealah, Neng. Ini pan 2.000 dapet empat.”

Si Gadis:
“Eh iya…” \nutup muka\