Nostalgila

Apa yang diputar oleh kawanku itu betul-betul membuatku merasa nostalgila!

Tengah malam begini, tak bisa aku tertidur. Barangkali karena yang kusantap pada makan malam tadi adalah sate kambing. “Rakuen” yang dibawakan oleh Do As Infinity adalah lagu yang diputar tersebut, Saudara. Bergegas kunyalakan komputerku. Aku cari-cari itu lagu. Kuputar pula.

Haha! Masa kuliah dulu itu menyenangkan juga, ingatku. Bertemu dengan pengetahuan-pengetahuan baru. Do As Infinity, misalnya. Dikenalkan oleh kawanku yang tadi kusebut itu. Langsung aku menjadi ikut menggemari itu grup band. Kemudian anime Inuyasha. Kemudian anime Kyou Kara Maou. Kemudian istilah ‘yaoi’. Haha! Lucu pula setelah kuingat-ingat betapa penasarannya aku tatkala mendengar istilah itu untuk pertama kali. Kan kalian tahu istilah itu?


Kokoro no oku ni aru kimochi
Trutaenakucha ne
Would you marry me, honey
Omedetou ima
Yatto deaeta mahou no kotoba

“Do As Infinity – Mahou no Kotoba”

Itulah lagu yang tadi kuputar setelah kutonton film pendeknya Doraemon yang mengisahkan Nobita dan Doraemon pergi menengok ke masa depan di malam sebelum Nobita dan Shuzuka melangsungkan pernikahan. Sebuah lagu yang cocok sebagai penghujung malam. Selamat tidur!

Kemanjon vs Insomnia

Kemanjon aku ki, Cah. Ra iso turu.

Ada yang tahu “kemanjon”? Aku sendiri sebenarnya tidak terlalu tahu arti yang sebenarnya. Hanya sering kudengar dari perkataan orang-orang tua ketika menyebutkan anak bayinya yang belum juga tidur meski sudah larut malam. Mungkin penjelasan berikut dapat membantu menggambarkan:

Akhir-akhir ini tidurku tidak teratur, Saudara. Selepas Isya sudah mengantuk; tidur. Kadang terbangun lagi tengah malam. Kadang bisa tidur lagi selepas Subuh. Kadang malah tidak tidur lagi. Kadang pula tertidur di meja kantor. Maksudku cuma kepala yang ada di atas meja.\

Ada apa, ya? Apakah ada hubungannya dengan kedutan mata kananku?

Akhir-akhir ini pula gairahku untuk membaca dan menulis menurun drastis. Bahkan tak ada hasrat untuk sekadar bersenda gurau. Ada apa ini? Apakah karena bulan akan mati? Lantas aku akan kembali bersemangat ketika purnama datang kembali? Kita lihat saja nanti. \Berima!\

Cuap Insomnia

Pukul 03.18 WIB waktu kutuliskan postingan ini. Yah, kalian tahu bagaimana kondisiku. Ada untungnya juga terjangkit insomnia. Kita jadi punya waktu ekstra untuk menonton film-film drama. Tadi aku menonton Midnight In Paris, dilanjutkan dengan Our Idiot Brother, kemudian Win Win.

Bagus, lah. Ya, meski tengah malamku tak seperti tengah malamnya Owen Wilson di Paris, setidaknya dapat sejenak kurasakan getaran-getaran masa lalu. Bagaimana aku hanya akan tidur kalau semua penerangan dimatikan; yang mana sekarang yang berlaku adalah sebaliknya. Ah, masa lalu yang manis.

Brrrrmmm… Brrrrmmmmm…. Konvoi sepeda motor itu lagi. Kalian tahu? Jalan depan rumah itu akan sepi setelah lewat tengah malam. Paling hanya akan dilewati satu mobil atau sepeda motor. Itu pun hanya sesekali. Tapi ketika waktu-waktu sekarang ini, antara pukul dua dan tiga dini hari, konvoi sepeda motor ini akan berkali-kali melewati jalan itu dan membuatku kebisingan sekaligus ketakutan. Satu kelemahanku lagi, Saudara, terkadang takut akan suara-suara gaduh yang tiba-tiba datang.

Itulah gunanya insomnia, kawan. Kita bisa mengamati keadaan sekitar. Sekalipun belum pernah aku melihat konvoi sepeda motor itu, namun aku dapat pastikan kalau mereka tidak sedang hendak menuju ke masjid untuk jamaah salat tahajud. Suara-suara tawa hura-hura mereka itu terkadang bercampur dengan deru mesin motor. Dan kukatakan tadi berkali-kali, karena kupastikan suara mereka sama. Suara deru motor dan tawa mereka. Makin menakutkan saja kudengar dari toilet sini.

Ah, bagus sekali. Sekarang terdengar seruan dari masjid. Ash-shalâh… Ash-shalâtu khairun minan-nauwm… Salat lebih baik daripada tidur. Mungkin aku akan bertahan sampai waktu subuh tiba. Setelah salat subuh, baru aku akan berusaha tertidur. Bagaimana pun caranya.

Farijsvanjava,
Di pojok toilet, berusaha menghalau takut dan mengusir insomnia. Waktu sepertiga malam terakhir.

Mengantuk vs Tidur

Mengantuk adalah sesuatu hal yang semua orang bisa lakukan. Tetapi tidur hanyalah bisa dilakukan oleh orang tertentu yang diberi anugerah.

Maka bersyukurlah kalian yang bisa tidur meskipun tidak mengantuk. Bagi kalian yang tidak dapat tidur walaupun memiliki kantuk (seperti diriku), janganlah berkecil hati karena Tuhan telah menaburkan bintang-bintang berkerlip indah di langit malam untuk menghibur jiwa-jiwa insomnia.

Kerajaan Insomnia

Insomnia adalah sebuah negeri bekas jajahan Belanda yang terletak di tengah Samudera Hindia. Negeri ini berbentuk kerajaan dan merupakan sebuah negara kepulauan. Kepala negaranya adalah seorang raja sedangkan kepala pemerintahannya dipegang oleh ketua sebuah dewan perwakilan yang bernama Sleepy Council.

Ibukota Negeri Insomnia adalah Long Pillow City yang berada di Cotton Island, pulau terbesar negeri ini. Adapun pulau-pulau lainnya antara lain Dreamian Island, Lunagos Island, Galautic Island, dan beberapa pulau kecil tak berpenghuni.

Luas Negeri Insomnia sedikit lebih luas daripada Jakarta. Penduduknya berjumlah kurang lebih 12.800 jiwa (sensus penduduk 2010). Penduduk Negeri Insomnia suka makan sate kerang dan membangun rumahnya dari tumpukan batu bata.

Semangat Wengi

Wayah wengi iki kelingan lagu dolanan jaman sik cilik, yo kuwi lagu Padang Bulan. Ono sing sih kelingan?

Yo p’ro konco dolanan ing njobo
Padang bulan padange koyo rino
Rembulane sing awe-awe
Ngelengake ojo podho turu sore

Mbiyen pas cilik iku lebar Isya’, sak budhale ngaji, bocah-bocah podho kumpul nang pelataran. Arep ngopo? Yo dolanan tho ya.

Kadang maen rok benteng (bentengan), kadang maen gobak sodor, kadang rok umpet. Wis pokoke sing serba mloya-mlayu. Kadang ugo dho pepetengan menyang kebon. Perkoro opo? Biyasane nguber jangkrik.

Yen perkoro umpet-umpetan, koyone aku sing paling kreatip ngumpet. Pernah nganti suwe banget aku diluru, aku ngumpet manjat nang wit jambu. Pernah ugo aku ngumpet nang njrone songkro bakso sing wis ora kanggo. Lanjutkan membaca “Semangat Wengi”

Kopi Purnama Rasa Dracula

Harum aroma kopi menyerebak. Angin malam yang hangat bersemilir memasuki kamar. Bukankah di langit kelam ada purnama, Saudara?

Kubalik-balik halaman Sang Sejarawan. Masih menceritakan seorang perempuan muda yang bercerita tentang kisah pengalaman yang diceritakan ayahnya dalam upaya pengejaran riwayat Dracula dimana kisah tersebut ternyata merupakan kisah yang diceritakan oleh perempuan tersebut pada waktu sudah tua.

Setiap pagi berseri-seri… Nusantara
Sepanjang siang bergembira… Nusantara
Malam bulan bersinar terang
Semua bernyanyi riang
Bersahut-sahutan

(Koes Plus – Nusantara II)

Dalam naungan cahaya surya yang dipantulkan sang purnama, kusimak sajian siaran radio yang khusus memutarkan lagu-lagu yang malam ini bertemakan nusantara. Sementara Kyoko, komputerku, sedang meminum obatnya agar lekas sembuh hingga aku dapat kembali memukul-mukul babi dan berlari menghindari kejaran Creepers yang adalah pelaku bom bunuh diri dalam permainan Minecraft yang seru.

Malam yang syahdu ini memang waktu yang baik untuk dapat menuliskan kalimat-kalimat panjang demi mengarungi malam nan gemilang yang sepertinya akan berlangsung panjang pula ini. Maka adakah kiranya seorang-dua orang dari kalian yang akan merenggut nikmatnya insomnia seperti diriku saat ini dan menanti datangnya waktu sahur nanti?

Apalah Arti Sebuah Judul

Haha. Baru saja mendengarkan reaksi-reaksi kepedasan dari dua orang penyiar radio yang dikerjai habis-habisan oleh produser yang berkomplot dengan para pendengar setianya.

Ah, andaikan ada koneksi internet cepat dan Kyoko, komputerku, tidak sedang rusak, sudah pasti aku akan gembira sekali melihat ekspresi wajah mereka ketika mengunyah cabe rawit sembari membacakan berita. Haha.

Bermain Minecraft itu ternyata dapat menyebabkan kecanduan, Saudara. Dapat pula menyebabkan secara tanpa sadar tangan kita melakukan gerakan-gerakan semacam menggali tanah ataupun menambang batu.

Dan oleh karena Kyoko sedang sakit keras, jadilah kecanduan itu tidak memiliki penyalurannya secara layak. Maka beginilah keadaanku sekarang, dengan mulut berbusa sembari menggumamkan “dug dug dug” dan gerakan-gerakan memukul babi menggunakan obor.

Sang Sejarawan sudah memasuki Bab 15, menyebabkan aku membayangkan kejadian menyeramkan yang katanya terjadi beberapa abad lalu tentang penyulaan manusia oleh Vlad Sang Drakula. Sungguh, apabila kugabungkan dengan efek kecanduanku tadi, maka akan terciptalah citra seekor babi yang digulingkan di atas bara api, dan tentu saja itu haram dimakan dengan semur jengkol sekalipun.

Demikianlah Saudara, dalam malam keterinsomniaanku aku berharap dua orang penyiar radio kita tadi membacakan berita sembari disuruh berguling-guling di lantai studio. Sekian. Selamat mamam.