Tombo Ngantuk

Apabila ada yang bertanya apakah obat kantuk yang paling mujarab, tentu jawabnya adalah tidur.

Akan tetapi, Saudara, tidur tidak bisa kita lakukan di sembarang waktu atau semena tempat. Kan?

Berikut ini adalah yang kiat-kiat yang bisa kalian lakukan sebagai penghilang kantuk di kala harus beraktivitas sementara tidur adalah hal yang mustahal dilakukan. \Mustahal adalah mustahil yang keterlaluan.\

1. Senam Kecil-kecilan

Pertama-tama, berdirilah di tempat yang lapang. Tak perlu pergi ke lapangan, cukuplah di depan meja kerja. Tentu apabila itu memungkinkan. Kemudian angkat kaki kiri (seperti akan berjalan di tempat saat baris-berbaris) lantas sentuh dengkulnya dengan tangan kanan. Angkat kemudian kaki yang satunya, yaitu kaki kanan, lantas sentuh dengkulnya dengan tangan kiri (jangan lupa untuk sebelumnya menurunkan kaki kiri ketika akan mengangkat kaki kanan). Lakukanlah gerakan angkat-sentuh-angkat-sentuh tersebut berulang-ulang. Belasan gerak, cukuplah.

2. Senam Sedang-sedang

Apabila hal nomor 1 tadi kurang mujarab bagi kalian, cobalah gerakan berikut:

Berdiri di tempat yang lapang, sama seperti nomor 1 tadi. Rentangkan kedua kaki sampai kira-kira selebar bahu. Kemudian tekuk kedua kaki sementara badan tetap tegak. Dalam pada itu (maksudnya ketika melakukan gerakan menekuk tadi) silangkan kedua tangan di depan dada. Lalu berdiri kembali sembari kedua tangan diluruskan seperti sedia kala lagi. Lakukanlah gerakan tersebut berulang-ulang. Belasan gerak, cukuplah.

3. Minum Kopi, Cokelat, Teh, dsb

Apabila hal nomor 1 dan 2 tidak sanggup mengusir kantuk kalian, minumlah secangkir kopi, cokelat, teh, atau minuman lain yang berkafein. Atau minuman lainnya lagi yang mempunyai efek menyegarkan badan. Sebagai contoh, seorang kawanku pernah berkata bahwa susu kedelai dapat menyebabkan badannya segar bugar sesaat setelah dia meminumnya. Atau seorang kawan yang lain lagi pernah mengaku kalau Teh Kotak yang asli (yang bukan less sugar) dapat menyebabkan pikirannya fokus setelah meminumnya. Barangkali kalian ada minuman khusus yang dapat menyebabkan badan menjadi seakan terbang, silakan kalian meminumnya. Atau dalam bentuk makanan, juga dipersilakan.

Secangkir cokelat hangat...
Secangkir cokelat hangat…

Foto di atas adalah obat kantuk yang baru saja kuminum. Lumayan manjur untuk menghilangkan kantuk, lho. Lanjutkan membaca “Tombo Ngantuk”

Seratus Tiada Serupa

Sesungguhnya karangan ini merupakan jawaban dari tantangan Bang Arman tempo hari. Rangkaian kalimat di sini terdiri atas seratus kata tanpa kesamaan. Adapun apabila terdapat hal serupa, mohon dimaklumi saja.

Hatta, Senin siang begini aku tidak merasakan tubuhku mengandung semangat barang sejengkal. Barangkali karena sampai sekarang belum kusesap kopi setetes pun. Bisa jadi oleh sebab kekosongan dalam perutku akibat tiada sarapan pagi tadi. Atau ketika berangkat ke kantor, saking terburu-burunya hingga kakiku sakit tersandung batu.

Semoga saat sore nanti gairahku sudah kembali, sehingga dapat pulang dengan hati nyaman dan senang, serta berjalan menyusuri trotoar sambil menyenandungkan lagu-lagu riang. Selamat makan.

Sekian.

Bingkai Pikiran

Beginilah tajuk utama The Daily Post hari ini berbunyi:

The Daily Post - Frame of Mind
The Daily Post – Frame of Mind

Maka aku pun bisa menjawabnya begini:

Saat ini dari lukisan suasana hatiku adalah seperti lukisannya Salvador Dali yang berjudul La persistencia de la memoria.

The Persistence of Memory
The Persistence of Memory (Sumber: Wikipedia.org)

Akan tetapi bukan arloji melainkan rambut gondrong keritingku. Akan tetapi bukan dahan-ranting melainkan tiang jemuran baju. Kalian tahu apakah ini maknanya? Itu artinya aku merindukan rambut gondrong keritingku yang telah dipangkas dua hari lalu. T~T

Balonku Bernyanyi

balonku ada lima..
rupa-rupa warnanya..
hijau pirus kelabu..
merah muda dan ungu..
meletus balon ungu, dor!
hatiku sangat galau..
balonku tinggal empat..
kuikat erat-erat..

.
.
.

NB.
Di sini dilarang berkomentar bahwa aku sedang gila, eh, sakit, lantas butuh istri untuk meruwat, eh, merawat.

Side Effects

Belakangan ini banyak berjumpa dengan sakit. Dengan demikian terpaksalah banyak berjumpa pula dengan obat. Dan kalian tahu bersama apa biasanya obat datang? Bersama sebuah cerita!

Seperti apa yang dikatakan oleh Phoebe: “Oh, look, it comes with a story.”

Jadi suatu hari Phoebe mengeluhkan kepalanya sakit. Lalu Monica memberinya sebutir obat. Lalu redalah sakit kepalanya si Phoebe. Hingga kemudian Phoebe mengetahui bahwa dalam bungkus obat tadi menyertakan brosur yang salah satunya berisi efek-efek samping dari si obat. Takutlah si Phoebe bahwa ia akan terkena efek-efek samping tersebut. Dan selanjutnya, dan selanjutnya.

Intinya adalah, bersama obat, selalu ada kemungkinan efek samping.

Sedikit cerita sampingan. Jadi aku meminum obat pereda batuk. Efek sampingnya katanya adalah diare. Maka aku pun terkena diare. Aku pun meminum obat pereda diare. Efek samping yang tertera adalah konstipasi. Maka aku pun konstipasi. Demi berhajat, aku pun berusaha lebih keras sampai terbatuk-batuk. Maka haruskah aku mengulang meminum obat pereda batuk?

Obat-obat dan lain-lain
Obat-obat dan lain-lain

Ada pula cerita sampingan mengenai efek samping yang lain. Kan kalian tahu kalau sudah tiga bulan lebih aku tidak potong rambut? Segala kegondrongan ini adalah keinginanku sendiri. Akan tetapi suatu hari aku ditegur oleh pak bos atas ketidakrapian rambutku. Disuruhnya pun aku memangkas rambut. Lanjutkan membaca “Side Effects”

Cahaya Purnama Tengah Malam

aku terjaga di toilet ketika cahaya purnama jatuh di wajahku dari genting kaca
akankah diare reda setelah sekian lama?
masih terbuka celana yang tadi tidak sempat kugantung
terjatuh di lantai; di tengah malam tadi ia nampak begitu sepi dan merana

.
.
.

NB.
malam kedua diare membelit perut,
melilit sakit begitu rupa seakan seisi perut
terikat kencang oleh laso koboi;
tiba-tiba aku teringat akan sajaknya SDD