Hujan Oktober

Pekan terakhir di bulan Oktober tahun ini
Langit Jakarta mulai rajin mendung
Kemudian mencurahkan hujan
Genangan air membanjir
Sampah merajalela
Disentri
Diare

AC mati
Gerah sirna
Rajin berkumpul
Di ruang keluarga
Di bawah jalan layang
Jas hujan bagaikan gorengan
Payung bagai cendawan main hujan

Teori Kepribadian dan Rambut Chrisye

Penyangkalan: Tulisan ini banyak memuat teori-teori ngawur.

Banyak teori yang tercipta dan kemudian berkembang mengenai bagaimana kita dapat menilai kepribadian dan karakter seseorang. Misalnya saja “Teori Tulisan Tangan”. Katanya \jangan tanya kata siapa, tolong\ dari tulisan tangan seseorang kita dapat mengetahui kepribadian dan karakter seseorang itu bagaimana. Menurut teori ini, kalau tulisan tangan kalian terkadang miring ke kanan, terkadang ke kiri, dan terkadang tegak lurus, maka kalian memiliki kepribadian plin-plan dan tidak teguh pendirian.

Apabila kalian menulis persis pada garis di buku tulis \sepertiku\, berarti kalian adalah orang-orang yang patuh terhadap hukum dan norma-norma yang berlaku. Sementara jika kalian menulis di tengah-tengah antara garis (mengambang), maka bisa jadi kalian adalah pengikut mode dan berjiwa pemberontak. Dan sebagainya, dan sebagainya.

Kemudan ada juga “Teori Bahan Bacaan Kesukaan”. Teori ini barangkali sejalan dengan makna peribahasa dalam bahasa linggis: “Judge the book by its cover”. Nilailah (kepribadian dan karakter) seseorang dari apa-apa yang dia baca. Apabila seseorang suka membaca koran dan buku silat, kemungkinan besar seseorang tersebut adalah guru/ tukang silat yang sedang mencari pekerjaan (tunakarya). Apabila seseorang suka membaca buku resep masakan dan buku tabungan, bisa jadi dia sedang mendalami “ilmu food combining pada tanggal-tanggal tua”.

Mengesampingkan lelucon, bahan bacaan yang serius menandakan seseorang yang gemar membacanya adalah orang yang cerdas dan berjiwa intelek. Bahan bacaan lucu menandakan seseorang yang gemar membacanya adalah orang yang sedikit kekanak-kanakan atau hanya sekadar sedang stres. Lanjutkan membaca “Teori Kepribadian dan Rambut Chrisye”

Purnama Memanggil

Lihatlah
Hanya hamparan kelam sekelilingku
Bintang-bintang sedang berhibernasi
Barangkali

Lihatlah
Aku tersenyum manis memandangmu
Tersipu-sipu malu bersembunyi
Dari tadi

Tahukah
Aku muncul menghangatkanmu dengan sapuan lembut sinarku
Memberi terang setiap sudut hatimu
Agar kau merasakan kasih
Sayang

Puisi Ketimus

Jadi ceritanya aku sedang menganggut-anggut sendiri, membenarkan bahwa sekarang ide-ide sportif kreatif dalam hal berpuisi sudah banyak terkikis dari otak.

Lantas seorang kawan yang tidak perlu kita sebut namanya dan tunjuk batang hidungnya pun berkata bahwa menulis (puisi) adalah sebentuk cara untuk meluapkan emosi dan perasaan, dan apabila tidak punya emosi serta perasaan lebih baik tidak menulis (puisi) karena hasilnya akan jelek.

Karena pada siang tadi perasaanku adalah lapar dan emosi karena kelaparan, jadilah puisi ini:

View this post on Instagram

Puisi ketimus #poem

A post shared by Feriska Drajat (@farijsvanjava) on

Tertulis seribu pesan untukmu
Aku menuliskannya pada daun pisang
Lalu kubungkus dan kukukus
Maka jadilah ketimus

Bagi yang belum tahu makhluk apakah gerangan ketimus itu, silakan penasaran. Seingatku ketimus adalah penganan yang dibungkus oleh daun pisang seperti halnya lemper. Hanya saja ketimus tidak terbuat dari ketan melainkan parutan singkong.

Cara membuatnya aku kira gampang, Saudara. Pertama-tama, carilah terlebih dahulu kebun singkong. Lantas pilih kira-kira mana yang singkongnya sudah matang. Kemudian cabut, ambil singkongnya, bersihkan. Setelah itu kupaslah hingga telanjang. Baru setelah itu singkong bisa diparut menggunakan parutan. Lanjutkan membaca “Puisi Ketimus”

Mengudara: Bukan Cinta Berbalas

Hai sayang, jangan takut jangan resah
Bila lampu kamar mulai dipadamkan
Ku kan selalu menyanyikan lagu ini
Hingga nanti kau tidur berselimut mimpi

Jangan lupa esok kita punya janji
Semakin cepat kita tidur
Semakin cepat kita bertemu Dorami

Berdoalah sebelum kita tidur
Jangan lupa cuci ketek-ketekmu
Jangan lupa doakan mama papa kita

Jangan takut akan gelap
Karena gelap melindungi diri kita
Dari Om Drakula

Selamat malam, Saudara pendengar sekalian. Jumpa lagi dengan penyiar kesayangan Anda, Farijs Manijs. Masih mengudara di gelombang 303058 FM Radio Masibalita “Memainkan musik terbalik di Jakarta”, dalam acara yang pasti dinanti-nanti: “Bangbangtur, Tembang-tembang Pengantar Tidur”.

Bagaimana kabar pendengar di rumah? Semoga kabar Anda sekalian baik-baik saja.

Saudara pendengar, malam Jumat ini udara terasa dingin. Untuk itu, kami himbau agar jangan lupa menutup pintu dan jendela dan juga mengenakan baju hangat atau suwiter.

Baiklah, untuk mengusir angin agar kita semua tidak masuk angin, akan kami putarkan sebuah nomor manis dari Dewa 19 berikut ini. Pupus.

Aku tak mengerti apa yang kurasa
Rindu yang tak pernah begitu hebatnya
Aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu
Meski kau takkan pernah tahu

Aku persembahkan hidupku untukmu
Telah kurelakan hatiku padamu
Namun kau masih bisu diam seribu bahasa
Dan hati kecilku bicara

Baru kusadari cintaku bertepuk sebelah tangan
Kau buat remuk seluruh hatiku

Semoga waktu akan mengilhami sisi hatimu yang galau
Semoga akan datang keajaiban hingga akhirnya ibu mau
Aku mencintaimu lebih dari yang kau tahu
Tentu kau sudah pernah tahu

Cinta memang anugerah yang indah yang diberikan untuk manusia di dunia. Namun apa daya, cinta dapat pula menjadi prahara. Lanjutkan membaca “Mengudara: Bukan Cinta Berbalas”

Tahulah Gejrot

Tahu Gejrot
Tahu Gejrot

Cinta adalah isi pena. Tanpa cinta, pena nyaris tiada guna. Tanpa cinta, pena bak penusuk belaka.

Maka apabila hidup ibarat pena, isinya adalah karya. Kertasnya adalah doa. Amplopnya adalah tawakal. Sedang perangkonya adalah… tahu gejrot!