Belajar Islam dari Jepang vs Hubungan Indonesia-Korut

Selamat pagi, Saudara. Bagaimana kabar kalian? Semoga senantiasa dilimpahkan kesehatan dan kesejahteraan.

Pagi ini aku menemukan dua tautan yang dibagikan oleh kawan di Facebook. Sangat menarik. Berikut akan kubagikan kembali kepada kalian:

Pertama: Kalau Arab Belajar Islam Ke Jepang – Junanto Herdiawan

Di situ diceritakan bahwa beberapa waktu lalu terdapat serial dokumenter televisi yang populer di Arab Saudi, diproduseri oleh seorang ulama dan reporter Arab Saudi. Serial dokumenter tersebut membahas mengenai kehidupan masyarakat Jepang, bagaimana orang-orang Jepang menerapkan prinsip-prinsip Islam dalam kehidupan, meskipun bukan muslim. Lanjutkan membaca “Belajar Islam dari Jepang vs Hubungan Indonesia-Korut”

Lagu Kanak-Kanak vs Lagu Kaplak-Kaplak

Tadi malam aku menonton acara Pas Mantap di televisi. Itu loh, yang pembawa acaranya Parto, Andre, dan Sule. Hadir sebagai salah satu bintang tamu, yang senantiasa awet tua, yakni Haddad Alwi.

Pemikiran berikut ini dipicu oleh pernyataan Abi Alwi di situ. Ketika ditanya mengapa lagunya sekarang diberi unsur rap, beliau menjawab hal itu agar anak-anak masa sekarang menyukai lagunya, menarik mereka dengan menganggap lagu tersebut “lagu gue banget” alias tiada ketinggalan zaman.

Aku menyimak dengan baik penjelasan Abi Alwi mengenai latar belakang inovasi dalam lagunya tersebut sembari sesekali menyesap teh hangat. Beliau mengisahkan betapa lagu-lagu dalam album seri Cinta Rasul-nya sepuluh tahunan yang lalu itu digemari anak-anak. Semua anak pada masa itu diklaimnya hapal segala lagunya, seperti lagu Ummy, Ya Thayyibah, dsb. Lanjutkan membaca “Lagu Kanak-Kanak vs Lagu Kaplak-Kaplak”

God is the Light

“Dan sebagian dari tanda-tanda kebesaran-Nya ialah malam, siang, matahari, dan bulan. Janganlah bersujud kepada matahari dan jangan (pula) kepada bulan, tetapi bersujudlah kepada Allah yang menciptakannya, jika kamu hanya menyembah kepada-Nya.” [QS Fushshilat (41): 37]


YUSUF ISLAM
GOD IS THE LIGHT

how great the wonders of the heavens
and the timeless beauty of the night
how great, then how great the Creator?
and its stars like priceless jewels
far beyond the reach of kings
bow down for the shepherd guiding him home

but how many eyes are closed
to the wonder of this night?
like pearls, hidden, deep
beneath a dark stream of desires
but like dreams vanish with the call to prayer
and the dawn extinguishes night
here too are signs
God is the Light, God is the Light

how great the beauty of the Earth
and the creatures who dwell on her
how great, then how great the Creator?
as its mountains pierce the clouds
high about the lives of men
weeping rivers for thousands of years

but how many hearts are closed to the wonders of this sight?
like birds on (in?) a cage, asleep with closed wings
but as (like?) work stops with the call to prayer and the birds recite
here too are signs
God is the Light, God is the Light

how great the works of man and the things he makes
how great, then how great the Creator?
though he strives to reach the heavens
he can barely survive
the wars of the world he lives in

yet, how many times he’s tried, himself to immortalise?
like his parents before him in the Garden of Eden
but like the sun sets with the call to prayer
and surrenders to the night
here too are signs
God is the Light Everlasting
God is the Light Everlasting
God is the Light Everlasting
God is the Light Everlasting

“Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya seperti sebuah lubang yang tidak tembus yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam tabung kaca, (dan) tabung kaca itu bagaikan bintang yang berkilauan, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang diberkahi, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di timur dan tidak pula di barat, yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah memberi petunjuk kepada cahaya-Nya bagi orang yang Dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” [QS An-Nuwr (24): 35]

Ternyata sudah lumayan lama juga aku tidak memosting. Maafkan, maafkan…

Siap Menikahi Mental?

Kira-kira apa yang membuat kita siap mental untuk menikah, ya?

Niat. Apa niatmu?

{Menuntaskan segala keraguan.}

Kalau begitu, lakukan. Atau dirimu akan begitu seterusnya.

Keinginan kuat dan niat tulus untuk menyempurnakan ibadah kepada Allâh SWT.

Orang bakal tahu deh kapan mereka siap ato gak. Kalo ditanya siap ato gak, keknya orang bakal bilang gak. Dan sebagian harus nekad juga. Kalo nunggu siap keknya susah. Yang penting kan nemu orang yang mau diajak nikah dulu. 

{Berarti nikah yang dipaksakan, dong?}

Nekad bukan berarti terpaksa, tapi maksudnya membulatkan tekad. Beda itu. Kalo misalnya ada cewek yang mau diajak nikah, beres kan?

{Masalah awalnya kan bukan itu. Kitanya sudah siap atau belum? Itu dulu.}

Lah, kalo kau siap, si ceweknya gak, gimana hayo?

{ ? }

{Ya cari aja cewek yang siap, lah. Kan masih banyak yang lain.}

Huex!

Bercanda. Mana ada kesiapan mental buat nikah? Yang ada mah kesadaran.

{Lantas kemarin itu gak siap?}

Kagak, lah. Tapi orang mau nikah rizqinya banyak. Makanya akhirnya kejadian juga. Rizqi kan macem-macem. Bisa berupa support dari orang lain supaya niat makin mantap.

{Support? Yang ada sekarang tuh orang-orang malah dorong-dorong, bukannya nyokong!}

Itu artinya pikiranmu belum terbuka, makanya berasa kayak didorong. Kalo belum siap mental artinya belum dewasa.

Percaya pada-Nya, berani bertanggung jawab atas apa yang kita putuskan.

Kalo dah siap mah enjoy2 aja. Ntar kalo dah ketemu jodohnya juga siap sendiri. Rasa sayang bakalan jadi sugesti untuk siap.

{Loh, seharusnya kan prosesnya dibalik? Kita siap dulu, baru cari jodoh.}

Seorang calon (suami) yang “tepat” dan dia bisa meyakinkanku bahwa aku layak untuk menjadi (istri)nya.

Kalo sudah siap lahir batin, apalagi materi, itu sudah membantu kok. Tapi yang paling utama adalah menggenapkan separuh agama, beribadah karena Allâh. Istikharah saja. InsyâAllâh membantu.

Pada dasarnya apapun bentuk hubungan antara pria dan wanita, terdapat aturannya sendiri dalam Islam. Islam mengatur bahwa hubungan pria dan wanita diikat dalam pernikahan, dimana di dalamnya iman dan takwa adalah standar utama. Bukan usia, materi, penampilan, atau bahkan prestise. Selama iman dan takwa dijadikan sebagai patokan dan Allâh sebagai tujuan, maka perjalanan hubungan pernikahan akan menuju pada akhir yang bahagia, karena masing-masing pihak memahami hak dan kewajiban masing-masing.

{Lantas kapan dikau menikah?}

Seandainya Allâh menghendaki aku menikah sebelum mati, aku akan menikah tepat pada waktunya. Yaitu waktu yang terbaik yang diberikan Allâh, dan dengan (laki-laki) terbaik yang dianugerahkan Allâh untukku.

Pertanyaan selanjutnya: kira-kira apa yang membuat seorang gadis {bujang} menerima pinangan {meminang} kita, ya?

Adalah… (Kisah Hari-hari Ramadhan)

Adalah sebuah cara yang cukup mengasyikkan tatkala kita mengawali hari dengan bangun di pagi buta. Saat kita membuka kedua kelopak mata, saat itu pula lafadz Hamdalah terucap dari mulut kita. Kemudian kita menyapa sang pagi buta dengan wajah, tangan, kepala, kaki, dan juga hati yang sudah terbasuh bersih oleh sejuknya air pagi. Sujud demi sujud yang kita lakukan kemudian ditutup dengan linangan air mata pertaubatan. Hati semakin bersih dengan basuhan air mata di pagi buta yang indah ini.

Adalah sebuah cara yang sungguh memeriahkan hati jikalau kemudian kita menilik sejenak apa yang dilakukan masyarakat kita. Mengantre di warteg, kita saksikan mereka tampak bercakap-cakap dengan serunya. Kita perdengarkan beragam topik yang mereka bahas. Mulai dari sepak bola, gosip artis, partai politik, hingga permasalahan seputar puasa. Kita pun ikut terbawa suasana. Damai kita dirasa.

Adalah sebuah cara yang memang mengenakkan untuk bersantap sahur tatkala kita berucap Basmalah terlebih dulu. Bersyukur akan karunia Allâh SWT atas makanan yang terhidang bisa menjadi tambahan bumbu paling menyedapkan. Selagi menunggu datangnya waktu subuh, membaca Quran dengan tartil semakin mengenyangkan rohani kita.

Adalah sebuah cara yang teramat menyenangkan dalam menyambut sang fajar tatkala kita menjawab seruan adzan subuh. Setiap langkah kaki kita menuju masjid disertai dengan tasbih yang menghangatkan badan di subuh yang dingin ini. Setiap sujud yang kita lakukan adalah bukti ketaqwaan kita kepada Sang Penguasa Subuh. Salam kita kepada para jamaah merupakan wujud rasa cinta kita kepada-Nya.

PAGI YANG CERAH
by SNADA (liriknasyid.com)

Dengarlah
Kicau burung-burung bernyanyi
Menyambut mentari pagi
Indah dan berseri

Sebagai tanda
Puji pada Yangkuasa
Atas nikmat alam raya
Untuk kita semua

Syukurku
Penuh pasrah kupanjatkan
Doa penuh kuhaturkan
Hanya kepada-Mu Tuhan

Yâ Ilâhiy Rabbiy
Tuntun dan bimbinglah kami
Agar dapat menikmati
Indah alam ini

===

Sambutlah
Bulan yang suci mulia
Ramadhan yang penuh makna
Dalam hidup kita

Bulan suci
Ramadhan yang penuh arti
Kita bersama diuji
Membersihkan diri

Syukurku
Penuh pasrah kupanjatkan
Doa penuh kuhaturkan
Hanya kepada-Mu Tuhan

Yâ Ilâhiy Rabbiy
Terimalah amal kami
Pada bulan suci ini
‘Tuk kembali fitri

Dengarlah
Kicau burung bernyanyi
Menyambut sang mentari pagi
Menambah indahnya hari ini

Syukurku
Penuh pasrah kupanjatkan
Doa penuh kuhaturkan
Hanya kepada-Mu Tuhan

Yâ Ilâhiy Rabbiy
Tuntun dan bimbinglah kami
Agar dapat menikmati
Bulan suci ini

Adalah sebuah cara yang cukup mengasyikkan dalam mengawali pagi tatkala kita tersenyum riang menyapa sang mentari. Setiap derap langkah kaki kita merupakan pengejawantahan dari rasa syukur kita menjalani hidup. Dalam sanubari kita tersimpan semangat yang menyala-nyala dan tekad jihâd fî sabîlillâh yang tinggi. Allâhu Akbar!

p(^ ^)q

GENDUT vs PUASA

Assalâmu’alaykum, selamat sore, saudara pendengar sekalian. Jumpa lagi dengan penyiar kesayangan Anda, Farijs Manijs van Java, dalam acara SIK-ASIK CANG-CANG, Musik Asyik Bincang-Bincang. Masih dalam gelombang 100.20.2.1 FM, Radio PEDANSA, Penjaga Kedaulatan Bangsa, sore ini kita akan memperbincangkan sebuah tema yang sangat menarik: “Puasa dan Kegemukan.”

Saudara pendengar yang berbahagia, sebagaimana kita ketahui bersama sebentar lagi kita akan memasuki bulan penuh hikmah, yaitu bulan Ramadhan. Ya, meski masih terjadi polemik di negeri ini mengenai penentuan awal bulan Ramadhan, namun yang pasti awal Ramadhan, hari pertama kita melaksanakan puasa, sudah tentu dan tidak dapat digugat adalah pada tanggal 1 Ramadhan. Entah mengapa para tokoh negeri kita ini setiap tahun selalu berdebat mengenai awal puasa padahal sudah jelas dan pasti bahwa awal puasa adalah pada tanggal 1 Ramadhan.

Yah, kita hindari saja polemik tersebut. Mari kita simak bersama sebuah lagu asyik yang sepertinya cocok dan sesuai untuk tema perbincangan pada sore hari yang mendung ini. Sebuah lagu dari Project Pop dari albumnya Six-A-Six berikut ini kiranya akan membuat kita merenung akan hakikat menjaga kebugaran tubuh. Dan puasa Ramadhan agaknya bisa kita jadikan media atau pun sarana bagi kita untuk itu. Tanpa perlu berpanjang-lebar, langsung saja kita dengarkan bersama senandung berikut ini….

KOG KAMU…
Project Pop

Kau lihat saja nanti…hasilnya
Badanku akan jadi…kerennya
Kau buatku sakit…hatinya
Ketika kau bilang…

Kok kamu gendut

Jika bukan kamu…yang ngomong
Hanya ‘kan kuanggap…tong kosong
Sayangnya itu kamu…yang ngomong
Hatiku jadi panas…dan gosong

Ku akan rajin lari pagi
Teringat kau bilang

Kok kamu gendut

Ku akan rajin fitnes lagi
Teringat kau bilang

Kok kamu gendut…gendut
Kamu gendut, kamu gendut

Kegendutan memang terkadang membuat kita jengah dan jengkel. Karena itu, terutama bagi saudara-saudara yang gendut, sangat dianjurkan untuk mengurangi kegendutannya. Selain membuat kita jengah dan jengkel, kegendutan dapat meningkatkan potensi serangan jantung. Nah, mulai sekarang cobalah melakukan usaha-usaha mengurangi kegendutan tersebut seperti melakukan lari pagi, fitnes, dsb, seperti yang dituturkan oleh Project Pop tadi. Baiklah, mari kita lanjutkan senandung tadi. Bagi saudara-saudara yang dilanda ataupun yang sedang akan dilanda kegendutan, simak sambungan lagu berikut dengan baik….

Kau lihat saja nanti…hasilnya
Perutku akan jadi…kotak-kotak
Kau buatku sakit…hatinya
Ketika kau bilang…

Kok kamu bulet

Ku akan rajin senam pagi
Teringat kau bilang

Kok kamu bulet

Ku akan rajin diet lagi
Teringat kau bilang

Kok kamu bulet

Ku akan rajin joged lagi
Teringat kau bilang

Kok kamu bunder

Ku akan angkat besi lagi
Teringat kau bilang

Kok kamu bunder…bunder…bunder
Kamu bunder

Ku akan rajin nyawer lagi
Teringat kau bilang

Kok kamu tembem

Ku akan poco-poco lagi
Teringat kau bilang

Kok kamu buncit

Ku akan rajin disko lagi
Teringat kau bilang

Kok kamu…dinosaurus

Ku akan rajin sumo lagi
Teringat kau bilang

Dinosaurus, urus, urus
Urusin tuh perutnya

Dari senandung tadi dapat kita ketahui beragam cara untuk bisa mengatasi kegendutan. Senam, diet, joged, angkat besi, poco-poco, sumo, adalah beberapa aktivitas yang diusulkan Project Pop untuk mengatasi kegendutan, kebuletan, kebunderan, ketembeman, kebuncitan, dan segala macamnya. Namun saudara-saudara pendengar sekalian, Farijs Manijs van Java mengusulkan sebuah aktivitas yang multifungsi untuk mengatasi beragam masalah tersebut.

Adalah puasa Ramadhan yang wajib kita lakukan beberapa minggu mendatang. Tentunya ini khusus bagi pemeluk agama Islam. Tinggal menghitung hari. Ingat saudara-saudara, puasa Ramadhan selalu dimulai pada tanggal 1 Ramadhan. Jangan hiraukan polemik yang saat ini sedang berkecamuk di negeri ini mengenai awal puasa Ramadhan yang jatuh pada tanggal 1 September atau 31 Agustus nanti. Ingat: 1 Ramadhan!

Kembali ke perbincangan sebelumnya, puasa Ramadhan kami usulkan sebagai solusi dalam mengatasi kegendutan. Multifungsi itu. Selain sebagai amal ibadah yang tentunya mendapatkan pahala //jika diterima// puasa Ramadhan juga bisa menjadi solusi praktis mengatasi kegendutan. Tentunya dalam berpuasa Ramadhan saudara-saudara sekalian harus benar-benar memperhatikan kaidah-kaidah yang benar. Sesuai tuntunan Rasulullâh SAW, bersahurlah menjelang waktu-waktu imsak. Dan ingat pula saudara, bersahurlah secukupnya. Kita tidak akan berpuasa selamanya, saudara. Kita hanya berpuasa dari subuh hingga maghrib setiap hari saja, saudara. Jadi janganlah bersahur seakan-akan kita tidak akan makan dan minum lagi. Oke, saudara? Mengerti?

Sebelum kita memperbincangkan lebih lanjut kaidah-kaidah ataupun solusi-solusi selanjutnya, mari kita dengarkan jeda komersial berikut ini. Bagi Anda yang ingin menyampaikan pesan, komentar, atau berkirim-kirim salam, atau apa saja uneg-uneg yang ada di kepala, silakan SMS ke nomor 0808-FARIJS-MANIJS (0808-327457-626457). Bagi yang ingin berkirim makanan untuk penyiar kesayangan Anda yang ganteng ini juga masih ditunggu.

===

Nah, saudara-saudara pendengar sekalian. Kita kembali lagi dalam acara kesayangan kita,

Kaidah selanjutnya yaitu dalam menjalankan puasa Ramadhan janganlah kita tidur melulu. Hadits yang mengatakan bahwa tidurnya orang berpuasa itu berpahala, itu benar. Sangat benar. Namun jangan dijadikan acuan bahwa jikalau ingin mendapat bonus pahala selama berpuasa Ramadhan kita tidur terus sepanjang hari. Itu tidaklah benar, saudara-saudara pendengar yang budiman. Jangan melulu salah kaprah. Yang dimaksudkan hadits tersebut adalah tidurnya orang berpuasa saja berpahala. Apalagi jika orang yang berpuasa tersebut menjalani aktivitas-aktivitas yang penuh kebajikan. Seperti mengaji, membaca Quran, membersihkan lingkungan, bekerja di kantor, bersilaturahmi, makan…. Ups, maaf saudara. Untuk yang terakhir ini jangan Anda lakukan, saudara. Karena makan dapat membatalkan puasa kita.

Agar puasa Ramadhan kita efektif dalam membasmi segala bentuk kegendutan, marilah kita secara rutin berolahraga. Pagi hari kita jogging, misalnya. Dilanjutkan dengan senam aerobik menjelang pukul dua siang. Kemudian sore hari menjelang berbuka kita bisa bermain sepak bola atau lompat tali bersama anak-anak tetangga. Lakukanlah secara teratur, saudara. Keteraturan akan membuat hidup kita menjadi lebih baik. Percayalah!

Para pendengar sekalian, kaidah selanjutnya adalah janganlah kita membabi buta ketika berbuka puasa. Balas dendam itu tidaklah membawa kebaikan, saudara. Yakinlah apa yang saya katakan ini. Berbukalah seadanya, jangan mengada-ada. Berbukalah seperti halnya biasa kita makan malam. Jangan menambahkan kolak, pisang goreng, es podeng, jus mangga, dan sebagainya. Awasi perut Anda. Jangan sampai terlalu banyak diisi setelah seharian berpuasa. Jangan biarkan perut Anda meledak, saudara-saudara. Ingat itu!

Dan kaidah yang terakhir, saudara-saudara. Berdoalah kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar kegendutan Anda sirna. Hanya atas izin Tuhanlah kegendutan akan menghilang dari diri Anda. Dan ingatlah saudara-saudara pendengar, kegendutan hanya akan sirna kalau ada hasrat dan niat yang kuat dari diri Anda sendiri.

Namun ingatlah juga saudara pendengar sekalian, kegendutan bukanlah aib. Kegendutan bukanlah hal yang tabu. Kegendutan bukanlah kejelekan. Tapi kegendutan adalah lambang dari kemakmuran. Hwahahaha…!

(^_^)v

Nah, berikut ini beberapa SMS yang telah kami terima dari para pendengar sekalian:

Mengatasi Kesedihan

Berikut ini kutipan artikel dari koran pagi ini:

BELAJAR DARI AL KINDI
Lina M.
( dalam Rubrik HIKMAH harian REPUBLIKA edisi Jumat, 8 Agustus 2008 )

Dalam buku kecilnya yang berjudul Fi Al Hilah li Daf’i Al Ahzan (Kiat Melawan Kesedihan), Al Kindi mendefinisikan kesedihan sebagai gangguan psikis (neurosis) yang terjadi karena kehilangan hal-hal yang dicintai dan sangat diinginkan. Orang yang menjadikan kecintaan dan keinginan yang bersifat indriawi, maka ia akan menjadi sedih jika kecintaan dan keinginan yang bersifat indriawi itu hancur, hilang, atau musnah. Termasuk dalam hal itu adalah kecintaan akan kekasih, orang tua, anak, keluarga, warisan, harta benda, jabatan, dan sebagainya.

Manusia akan selalu mengalami kehilangan sesuatu yang dicintainya. Oleh karena itu, kita tidak boleh bersedih karena kehilangan sesuatu atau kehilangan yang kita cintai. Sebaliknya, kita harus membiasakan diri dengan kebiasaan yang mulia dan rela terhadap segala keadaan agar selalu bahagia.

Karena kesedihan adalah gangguan psikis, maka kita harus mencegah gangguan psikis ini sebagaimana kita mencegah gangguan fisik. Menurut Al Kindi, menyembuhkan gangguan psikis lebih penting karena kita memiliki jiwa, sedangkan fisik hanyalah alat bagi jiwa. Tindakan fisik menjadi suci karena tindakan jiwa. Maka, intinya lebih baik memperbaiki jati diri kita dibanding memperbaiki alat (fisik) kita.

Kemudian, ia mengatakan, “Kita harus sabar dalam memperbaiki diri melebihi kesabaran kita dalam menyembuhkan gangguan fisik.” Apalagi, penyembuhan jiwa lebih ringan dari segi biaya dan ketidaknyamanan dibanding gangguan fisik. Perbaikan diri hanya dapat dilakukan dengan kekuatan tekad atas orang yang memperbaiki diri kita bukan dengan obat yang diminum, bukan dengan deraan besi ataupun api, bukan pula dengan uang. Tetapi, lakukan dengan disiplin diri dan kebiasaan yang terpuji dari hal-hal kecil dan sepele. Kemudian, meningkat pada tahap pembiasaan pada hal-hal yang lebih besar.

Sesungguhnya, manusia cenderung ingin memiliki banyak hal yang tidak primer dalam menegakkan jati dirinya dan kebaikan hidupnya. Semua itu membuatnya menderita dalam mencarinya, bersedih karena kehilangannya, dan menyesal karena berlalunya.

Padahal, apa yang kita klaim sebagai ‘milik’ adalah titipan Allah dan Allah bisa mengambil titipan itu kapan saja jika Dia mau. Kita tidak boleh bersedih karena kehilangannya. Mahabenar firman Allah SWT dalam surat Albaqarah (2) ayat 155-156, “Dan, sesungguhnya akan Kami beri cobaan kepadamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan, berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan innaa lillahi wa innaa ilaihi raaji’uun (sesungguhnya kita itu milik Allah dan kepada Allah-lah kita kembali.”

Kesedihan adalah gangguan psikis. Sedih, karena kehilangan sesuatu yang dicintai atau diingini. Hoho. Mengapa pula kita bersedih hati?

Buat apa susah, buat apa susah
Susah itu tak ada gunanya
Buat apa susah, buat apa susah
Lebih baik kita bergembira

(^_^)v

Makanya, sudah kukatakan kepadamu, kawan. Janganlah berlebihan dalam mencintai atau mengingini sesuatu.

Selama kita senantiasa ikhlas dan berpikir positif, di mana pun, kapan pun, bagaimana pun, apa pun, kita pasti survive. Uang gaji dicopet orang? Jangan bersedih, masih ada gaji bulan depan. Hwehe. Yah, pada intinya segala sesuatu itu milik Allâh SWT. Kita hanya “dipinjamkan” mobil, rumah, istri (suami), anak, iMac //uh, aku lagi ngidam ini nih//, dan lain-lain sesuatu yang kita cintai dan inginkan, oleh Allâh. Kalau-kalau Allâh selaku si pemilik hendak mengambilnya, ya silakan. Kita berdoa saja semoga lain kali Allâh menggantikan “pinjaman” yang diambil-Nya itu dengan “pinjaman” lain yang lebih baik. Oke? Sip, lah. //Yah, mau posting serius tapi bawaannya santai saja. Payah nih Farijs.//

(^_^)v

Semangat!

Baca juga:

Takut Mati vs Senang Mati
Cobaan
Sakit Hati? Bacalah Quran

Sakit Hati? Bacalah Quran

TOMBO ATI

Tombo ati ono limo perkarané
Kaping pisan moco Quran sak maknané
Kaping pindo solat wengi lakonono
Kaping telu wong kang solèh kumpulono
Kaping kapat kudhu wetheng ingkang luwé
Kaping limo dzikir wengi ingkang suwé
Salah sawijiné sopo biso ngelakoni
Mugo-mugo Gusti Allâh ngijabahi

Sudah banyak para ahli yang menyingkap keagungan dan keajaiban Quran. Ada yang menyelisik dari segi sastra dan tata bahasanya. Ada yang menelusuri banyaknya kandungan ilmu di dalamnya. Ada pula yang sampai menghubungkannya dengan angka-angka. Namun yang satu ini aku telah membuktikannya sendiri. Quranlah obat segala macam penyakit hati!

Semingguan ini aku merasakan futur yang teramat sangat. Semingguan ini batinku gelisah, jiwaku meronta-ronta. Semingguan ini sanubariku merasa kering dan hampa. //Ari Lasso: hampa terasa hidupku tanpa dirimu… (halah)// Semingguan ini aku cemas dan gundah. Semingguan ini pula aku “kehilangan” cahaya Quran. Biasanya sehabis Isya’ dan sebelum Subuh aku membuka mushafku. Semingguan ini tak sekalipun kubuka.

Bagaimana kugambarkan suasana batinku semingguan ini? Mungkin ia lebih parah dari perasaan seorang yang sedang jatuh cinta, cemburu, ataupun patah hati. Jauh lebih kacau-balau dari itu semua. //Sepertinya. Yah, ga tau juga sih.//

Penyebabnya? Kelelahan dan kesibukan. Kaki naik kepala turun. Sebuah jawaban yang klise. Jawaban yang terlalu membela diri itu, mah. Karena hilangnya sebagian jiwaku. Itu mungkin salah satu alasan utama. Keamanahan diriku menurun drastis. Banyak pula komitmen-komitmenku yang berhamburan. Beberapa teringkari, beberapa melenceng, beberapa tertunda. Amburadul; parah.

Di saat seperti ini kuteringat lagunya Opick berjudul “Obat Hati”:

OBAT HATI

Obat hati ada lima perkaranya
Yang pertama baca Quran dan maknanya
Yang kedua sholat malam dirikanlah
Yang ketiga berkumpullah dengan orang soleh
Yang keempat perbanyaklah berpuasa
Yang kelima dzikir malam perpanjanglah
Salah satunya siapa bisa menjalani
Moga-moga Allâh Ta’âla mencukupi

Tadi malam segera kuraih dan kubuka mushafku. Kubaca dan kulantunkan ayat-ayat suci itu. Segera embusan kesejukan itu menyelusup pori-pori qalbu. Tak terasa hati ini menangis. Yâ muqollibal qulûb! Bagai seorang ibu menangis tatkala kembali bertemu dengan anaknya yang sudah berpuluh tahun tak menemuinya. Dan kecemasan serta kegundahan itu pun SIRNA! Alhamdulillâh….

RUMUS CANGGIH
Justice Voice

Dibolak-balik kok makin asik
Makin dibaca semakin menarik
Coba diresapi kok tambah asik
Sampai-sampai mata tak mau melirik

Orang bilang kalau baca Quran
Hati jadi tenteram hidup jadi ringan
Lalu kucoba dan terus kucoba
Eh ternyata benar syukur Alhamdulillâh

Orang bilang kalau baca Quran
Otak jadi cerdas pikir jadi tajam
Lalu kubaca dan terus kubaca
Selesai membaca aku nemu rumus canggih

Rumus tentang kehidupan
Rumus tentang peradaban
Rumus tentang kemanusiaan
Rumus tentang keimanan
Rumus tentang pernikahan
Rumus tentang kebahagiaan
Rumus tentang keadilan
Rumus tentang kebenaran
Semuanye ade di dalam al-Quran

Allâhumma

Allâhumma bâriklanâ fî rajaba wa sya’bân wa balighnâ ramadhân.

Ya Allâh, barakahilah kami di bulan Rajab dan Sya’ban, dan sampaikan kami di bulan Ramadan.

===

Hoho.

Dah masuk minggu kedua bulan Rajab. Bulan depan Sya’ban. Kemudian Ramadhan. Yuhu! Pulangkampung Time…!

Yah, rindu kali aku dengan bulan itu. Ramadhan tahun ini. Bisakah aku?

(^_^)v