Hujan Oktober

Pekan terakhir di bulan Oktober tahun ini
Langit Jakarta mulai rajin mendung
Kemudian mencurahkan hujan
Genangan air membanjir
Sampah merajalela
Disentri
Diare

AC mati
Gerah sirna
Rajin berkumpul
Di ruang keluarga
Di bawah jalan layang
Jas hujan bagaikan gorengan
Payung bagai cendawan main hujan

Bintang

Barangkali enam tahun lalu aku pernah menuliskan mengenai keterkejutanku bahwa ternyata di Jakarta pun bertabur bintang-bintang. Maka malam ini aku kembali takjub akan kenyataan betapa terangnya langit hingga bintang-bintang terlihat dengan jelas.

Beberapa bintang ini menarik perhatianku. Tiga jumlahnya, berderet membentuk garis lurus. Apakah itu bintang baling-baling bambu?

Arah garis lurusnya ke barat-timur. Ada di antara kalian tahu itu termasuk ke dalam rasi apa?

Nggreges

Hari ini badanku nggreges, Saudara. Kerja pun tak nyaman, makan pun tak kenyang. Entahlah, barangkali memang benar karena salah posisi tidur maka urat leher bagian kiriku sampai ke lengan terasa sakit. Barangkali pula karena tidur tak berselimut dalam kondisi cuaca dingin habis hujan maka ketika bangun kepala menjadi pening, perut menjadi kembung, dan celana tidak basah. \Syukurlah~ Biasanya juga tidak basah.\

Aku dengan sebuah kabar bahwa Macgyver katanya akan difilmkan. Apakah benar begitu? Aku dengan pula bahwa bulan depan Sakhrukh Khan akan datang kemari? Benarkah demikian?

Sekadar catatan, nggreges itu tidak sama dengan ngeres apalagi ngrengges. Nggreges itu bisa diartikan sebagai meriang, atau dalam bahasa linggis disebut sebagai body is not delicious.

Sekadar tambahan. Perrutin olahraga demi menjaga daya tahan tubuh. Minumlah wedang jahe untuk menghangatkan badan. Serta hindarilah anjing gila untuk mencegah kalian dari gigitan rabiesnya. Sekian.

Jokorto Banjir Akibat Mendoan

Jakarta sudah mulai diguyur hujan. Siram bayam biar lekas besar.

Keluhan-keluhan kemarin semacam kegerahan, matari terlalu terik, tersengat siang, dan sebagainya berangsur-angsur menghilang digantikan oleh keluhan-keluhan esok semacam banjir, macet parah, becek, dan tidak ada ojek. Khusus untuk diriku seorang, keluhan ruam-ruam kecil penyebab rasa gatal di sekujur lengan dan badan sedikit demi sedikit pun menghilang. Ruam-ruam kecil itu boleh kalian sebut sebagai biang keringat.

Akan tetapi sebagaimana halnya dengan keluhan Jakarta, keluhanku pun tergantikan menjadi kulit kering sehingga busik di lengan semakin kelihatan (akibat ruam-ruam merah menjadi menghilang). Kalau aku lupa membawa pulpen dan kertas, maka aku dapat menjadikan lenganku sebagai penggantinya untuk mencatat sesuatu. Ternyata malah berfaedah dan lebih praktis, bukan?

Jadi, akankah tanah Jakarta pada beberapa pekan mendatang akan banjir? Atau akankah ia menjadi kering seperti kulitku? Bagaimana dengan pemerintahan baru, apakah sudah memiliki perencanaan dan persiapan-persiapan penanggulangan? Ah, aku tidak ingin memikirkan perkara-perkara serius semacam ini, Saudara. Setidaknya setelah tadi malam aku merasakan suatu sebutan “keracunan tempe mendoan”.

Sesungguhnya sudah sejak aku masih kecil sering mengalami sebutan tersebut di atas, Saudara. Kadangkala \hanya terkadang, tidak selalu ataupun sering\ aku mengalami mual setelah memakan tempe goreng tepung. Kata ibunda perutku tidak menolak salah satu bahan campuran dalam tempe goreng tepung yaitu apu. Aku pun tak habis-habisnya berpikir bagaimana bisa sejenis kapur berwarna putih sebagaimana biasa kulihat di dalam kotak sirih nenekku bisa dicampurkan dalam adonan tepung tempe goreng. Beberapa orang berkata bahwa apu digunakan untuk merenyahkan tepung, beberapa lainnya berkata bahwa itu untuk menjadikannya tetap putih walaupun gosong.

Adakah di antara kalian mengetahui perihal ini? Aku masih membuka kemungkinan bahwa minyak goreng basi-lah penyebab mualnya perutku. Atau barangkali saja tepung basi. Atau barangkali pula karena aku terlalu banyak makannya. Entahlah. 😀

Orang Sirkus?

Kan kalian tahu siapa itu orang sirkus? Adalah mereka orang-orang ahli dan terlatih yang melakukan hal-hal yang meskipun berbahaya tetap saja menakjubkan di depan para menontonnya? Kalau kalian sepakat dengan itu, tentu kalian akan mampu menjawab apakah gadis kecil yang baru saja kulihat termasuk golongan orang sirkus ataukah tidak.

Di jalan yang ramai ini seorang lelaki yang gampang saja kutebak dia itu adalah ayah si gadis kecil tokoh pengalamanku ini mengendarai sepeda motornya mengikuti rayapan kendaraan lain. Dimana si gadis kecil itu? Dia berada di jok belakang: BERDIRI!

Sudah jamak aku lihat anak-anak kecil berdiri di jok semacam itu dengan dipegangi oleh ibunya yang duduk di belakangnya. Kan tentu kalian sepakat hal semacam itu berbahaya? Apa lagi kalau tidak dipegangi! MasyaAllah.

Gadis kecil tokoh kita ini tidak dipegangi oleh siapa pun, Saudara-saudara. Tidak ada pula yang duduk di belakangnya. Murni hanya dia dan bapaknya berdua di atas motor. Memang dia berpegangan pada pundak bapaknya. Tetapi seberapa terlatihkah dia untuk memesonakan aku yang menontonnya? Orang sirkuskah dia?

Lain lada, lain pula garamnya. Mari kita bicarakan perihal lain. Kan kalian tahu ini malam minggu? Malam yang panjang buat pacaran bergadang? Orang berkata malam yang romantis untuk dilewatkan dengan orang terkasih, sepanjang tempat dan suasana memenuhi kualifikasi? Lanjutkan membaca “Orang Sirkus?” →

Curcol Op Nde De

Jadi pagi tadi aku makan belimbing. Masih ada asam-asamnya. Maka perut melilit ini segera menaikkan darah ke ubun-ubun.

Jadi kemarin kan sudah kukatakan aku makan tengah malam? Subuh-subuh perut melilit ini sudah minta diantar ke toilet berkali-kali. Kan jadi pegal kakiku?

Jadi dua hari yang lalu itu aku menunggu lama sekali akan sebuah bus kota. Ada seorang petugas yang bersepatu boot hitam mengilap sekali, melarang bus-bus berhenti di halte bus. Kan aneh? Kan bagaimana nanti aku harus naik bus? Sampai pegal kakiku menunggui bus lama sekali. Akhir pun aku naik taksi.

Petugas Lalu Lintas Bersepatu Boot Hitam Mengilap di Sebuah Halte
Petugas Lalu Lintas Bersepatu Boot Hitam Mengilap di Sebuah Halte

Jadi dua hari kemarin itu pula aku makan rujak cakwe. Lanjutkan membaca “Curcol Op Nde De” →

Prakiraan

Kalau ada kata prakiraan, biasanya diikuti dengan apa, anak-anak?

Prakiraan Cuaca Jakarta - 14 s.d. 18 Maret 2012
Prakiraan Cuaca Jakarta - 14 s.d. 18 Maret 2012

Jadi ada kemungkinan besok itu hujan berpetir di sini, Saudara. Jadi besok kalau pergi ke mana-mana jangan lupa selalu bawa payung yang dilengkapi dengan penangkal petir, ya.